Selasa, 22 Oktober 2013

Nasehat Imam Ali

245. Amirul Mukminin as berkata: Sesungguhnya pada setiap nikmat ada hak Allah. Apabila seseorang memenuhi hak Allah itu, maka Allah akan meningkatkan nikmat itu, dan apabila seseorang tidak berbuat demikian, maka ia terancam akan kehilangan nikmat itu. 246 Arnirul Mukminin (as) berkata: Bilamana kemampuan bertambah, hawa nafsu berkurang. 247. Amirul Mukminin as berkata: Berjaga-jagalah agarjangan tergelincir keluar dari rahmat, karena yang melarikan diri tak akan kembali. 248. Amirul Mukminin as berkata: Kedermawanan lebih mendorong bagi kebajikan ketimbang menghormati persaudaraan. 249. Amirul Mukminin as berkata: Apabila seseorang mempunyai gagasan yang baik tentang Anda, buatlah gagasan itu menjadi kenyataan. 250. Amirul Mukminin as berkata: Amal yang terbaik ialah tindakan yang Anda harus memaksa diri untuk melakukannya. 251. Amirul Mukminin as berkata: Sayajadi mengenal Allah Yang Mahasuci melalui terpecahnya tekad, perubahan niat dan hilangnya keberanian. 252. Amirul Mukminin as berkata: Asamnya dunia ini adalah manisnya dunia yang akan datang, sedang manisnya dunia ini adalah asamnya dunia yang akan datang. 253. Amirul Mukminin as berkata: Allah telah menetapkan keimanan untuk penyucian dari syirik, salat untuk penyucian dari kesombongan, zakat sebagai sarana rezeki, puasa sebagai ujian bagi manusia, Haji sebagai dukungan bagi agama, jihad sebagai kehormatan Islam, ajakan kepada kebaikan sebagai kebaikan bagi rakyat umum, mencegah kemungkaran sebagai kendali bagi orang jahat, penghormatan pada persaudaraan untuk peningkatanjumlah, kisas untuk menghentikan pertumpahan darah, balasan hukuman untuk mewujudkan pentingnya larangan, pemantangan minum khamar untuk melindungi akal, menjauhi pencnrian untuk menanamkan kesucian, berpantang zina untuk menjaga susila, berpantang homoseksual untuk meningkatkan keturunan, mengajukan kesaksian untuk melengkapi bukti tentang pendapat, menjauhi kebohongan untuk meningkatkan penghormatan kepada kebenaran, memelihara perdamaian untuk berlindung dari bahaya, imâmah untuk ketertiban masyarakat, dan ketaatan sebagai tanda honnat kepada imâmah. 254. Amirul Mukminin as biasa berkata: Apabila Anda menghendaki seorang penindas mengambil sumpah, mintalah dia bersumpah bahwa (apabila ia berbohong, maka) ia berada di luar kekuasaan dan kekuatan Allah, karena apabila ia bersumpah palsu secara ini, maka ia akan segera dihukum, sedang apabila bersumpah demi Allah yang tak ada tuhan selain Dia, ia tak akan segera dihukum karena ia mengesakan Allah. 255. Amirul Mukminin as berkata: Wahai putra Adam, jadilah wakil Anda sendiri dalam urusan harta Anda dan perbuatlah tentang hal itu apa yang ingin Anda lakukan dengan itu setelah matinya Anda. 256. Amirul Mukminin as berkata: Kemarahan adalah sejenis kegilaan, karena korbannya menyesal sesudahnya. Apabila ia tidak menyesal, maka kegilaannya dikukuhkan. 257. Amirul Mukminin as berkata: Kesehatan badan datang dari ketiadaan iri hati. 258. Amirul Mukminin as berkata (kepada Kumail ibn Ziyad an-Nakha’i): Wahai Kumail, arahkan rakyat Anda untuk keluar pada siang hari untuk mencapai perilaku mulia, dan pergi di malam hari untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang mungkin sedang tidur, karenasayabersumpah demi Dia Yang Pendengaran-Nya menjangkau seluruh suara bahwa apabila seseorang menyenangkan hati orang lain, maka Allah akan menciptakan suatu hal yang istimewa dari (perbuatan) menyenangkan itu sehingga bilamana suatu kesulitan menimpanya, maka (kebaikan) itu akan datang berlari seperti mengalimya air dan mengusir kesulitan seperti diusimya unta liar. 259. Amirul Mukminin as berkata: Bilamana Anda jatuh ke dalam kemiskinan, bemiagalah dengan Allah melalui sedekah. 260. Amirul Mukminin as berkata: Kesetiaan kepada para pengkhianat (ahlul ghadri) adalah kedurhakaan kepada Allah, sedang ketidaksetiaan kepada orang yang tidak beriman adalah kesetiaan kepada Allah. 261. Amirul Mukminin as berkata: Banyak orang yang dibawa secara berangsur-angsur kepada hukuman dengan perlakuan baik kepadanya; banyak orang yang tetap tertipu karena kejahatan-kejahatannya ditutupi; dan banyak orang yang berada dalam ilusi karena pembicaraan baik tentang dia; padahal tak ada cobaan Allah yang lebih besar daripada pemberian waktu (imla’) kepadanya. Sayid Radhi mengatakan: Ucapan ini telah muncul sebelumnya juga, tetapi di sini terdapat tambahan yang indah dan berguna. Pada bagian ini kami telah memasukkan pilihan-pilihan dari ucapan Amirul Mukminin yang memerlukan keterangan 262/1. Suatu riwayat dari Amirul Mukminin as menyebutkan: Bilamana situasi akan seperti ini, maka pemimpin agama akan bangkit dan manusia akan berkumpul di sekelilingnya sebagai berkumpulnya penggalan-penggalan awan yang tak berair. Sayid Radhi mengatakan: “Ya’sûb” adalah pemimpin masyhur yang bertugas mengurusi urusan manusia, sedang “quza” berarti penggalan-penggalan awan yang tidak mengandung air.” 263/2. Suatu riwayat dari Amirul Mukminin as mengatakan: la pembicara yang subur. Sayid Radhi mengatakan: “Syahsyah berarti seorang ahli dan bebas dalam berkata-kata, dan setiap orang yang bebas dalain berkata-kata atau berjalan disebut “Syahsyah”. sedang makna lain kata itu berarti orang kikir atau lokek.” 264/3. Suatu riwayat dari Amirul Mukminin as mengatakan: Pertengkaran menimbulkan kehancuran. Sayid Radhi mengatakan: “Quhm” berarti keruntuhan, karena pertengkaran sering mendorong manusia kepada kehancuran dan kesedihan. Sama seperti bila dikatakan “Ouhmatul A’rab”, yang berarti masa (kekeringan) bilamana ternak yang dimiliki orang Arab pedalaman merosot menjadi tulang-tulang, dan beginilah keadaan mereka tergiring. Argumen lain juga diajukan dalam hal ini, yakni situasi menggiring mereka ke daerah-daerah hijau. Dengan kata lain, kesulitan kehidupan di pedalaman mendorong mereka ke kota. 265/4. Suatu riwayat dari Amirul Mukminin as mengatakan: Bilamana anak gadis telah akil balik usia, maka hubungan pada sisi ayah lebih disukai. Sayid Radhi mengatakan: Ketimbang “nashshal-higâq”, kombinasi “nashshal-haqâ’iq” juga telah diriwayatkan. “Nashsh” berarti ujung akhir sesuatu, atau batasnya yang terjsuh, seperti “an-nashshi fis-sair” berarti maksimum jauhnya seekor binatang hapat berjalan. Atau, kita katakan, misalnya, “Nashashtur-rajula ‘anil-amrr”, bilamana Anda telah menanyai seseorang secara ekstrem untuk memaksanya mengatakan apa yang ada padanya., maka, “nashshul-hagâ’iq’ berarti kebijaksanaan karena merupakan batas akhir masa kanak-kanak, bilamana seseorang melewati masa kanak-kanak dan memasuki kedewasaan; ini merupakan rujukan yang sangat fasih kepada pokok itu, dan sangat asing pula, Amirul Mukminin bermaksud mengatakan: Bilamana anak perempuan mencapai tahap ini, hubungan dengan pihak ayah lebih mengandung hak ketimbang ke pihak ibunya, asal saja mereka adalah mahramnya, seperti para saudara lelakinya dan pamannya dari pihak ayah, untuk mengurusi perkawinan mereka apabila mereka menghendakinya. “Al-Hiqâq” juga berarti pertengkaran antara si ibu dengan seorang kerabat si gadis dari pihak ayah. Pertengkaran ini ialah bahwa masing-masingnya mengatakan mempunyai hak atas si gadis. Itulah sebabnya dikatakan, “Hâgatuhu hiqâqan” selaras dengan “Jâdaltuhu jidâlan”. Dikatakan bahwa “nashshul hiqâq” berarti mendapat pengertian, yakni kebijaksanaan, karena Amirul Mukminin merujuk tahap ketika hak-hak dan kewajiban telah dapat diterapkan. Orang yang meriwayatkan kata itu sebagai “haqâ’iq “bermaksud mengartikannya sebagai bentuk jamak dari “haqiqah “(hakikat). Yang di atas itu adalah yang dinyatakan oleh Abu ‘Ubaid al-Qasim ibn Salam (dalam Gharîb al-Hadits, III. h. 45&458); tetapi saya pikir maksud kata ” nashshul-hiqâq’ di sini adalah seorang gadis yang mencapai tahap usia kawin dan mengizinkannya melaksanakan hak-haknya atas dasar kias “bil-hiqâqi minal-ibili” (masa kedewasaan unta) di mana “hiqâq” adalah bentukjamak dari “hiqqah “atau “hiqq” yang berarti genapnya usia tiga tahun dan memasuki tahun keempat, ketika ia sudah dapat dikendalikan dan ditunggangi. “Haqâ’iq” pun adalah bentuk jamak dari “hiqqah”. Jadi, kedua versi itu menuding kepada arti yang sama, yakni penafsiran lebih sesuai dengan cara orang Arab ketimbang yang telah disebutkan sebelumnya. 266/5. Sebuah hadis dari Amirul Mukminin as mengatakan: Iman menghasilkan “lumazhah” dalam hati. Ketika iman berkembang, “lumazhah” itu juga bertambah. Sayid Radhi mengatakan: “Lumazhah” adalah suatu bintik berwarna putih atau sesuatu seperti itu. Atas dasar analogi itu apabila seekor kuda mempunyai suatu titik putih di bagian bibir bawahnya, maka ia disebut “Farasun almazh”, yakni kuda yang berbintik putih. 267/6. Suatu riwayat dari Amirul Mukminin as mengatakan: Apabila seseorang mempunyai suatu “ad-dainuzh-zhanûn” (hutang yang meragukan), adalah kewajibannya untuk membayar zakat atasnya selama tahun-tahun yang lalu itu apabila ia melewatinya. Sayid Radhi mengatakan: “Azh-Zhanûn adalah pinjaman yang tentang itu si pemberi pinjaman tidak mengetahui apakah ia akan mampu mendapatkan pembayarannya kembali dari si peminjam. la seperti orang yang terombang-ambing oleh harapan akan mendapatkan atau kehilangan. Ini cara pengungkapan yang paling fasih. Dengan demikian segala sesuatu yang tentang itu Anda tidak mengetahui di mana Anda berdiri, berada dalam zhanûn. Dalam garis yang sama penyair al-A’sya (Maimun ibn Qais al-Wa’ili) (m. 7 H./629 M.) mengatakan: “Sumur azh-Zhanûn (sumur yang mungkin berair dan mungkin tidak) yang juga tidak mendapatkan hujan dari awan hujan, tak dapat dibandingkan dengan (sungai) Efrat yang gelombangnya bangkit meninggi yang menghanyutkan perahu maupun perenang yang tangkas.” Judd berarti sumur (di belantara), sedang zhanûn adalah sumur yang tak diketahui apakah berair atau tidak. 268/7. Suatu riwayat dari Amirul Mukminin as menyebutkan bahwa ia mengatur suatu pasukan untuk maju berjihad seraya berkata: I’dzibû (menjauhlah) dari wanita sejauh kemampuan Anda. Sayid Radhi mengatakan: l’dzibû berarti apa yang “menjauhkan” pikiran dari wanita dan dari kelengketan pada mereka, dan jangan berhubungan dengan mereka: karena semua ini menghasilkan kelemahan dalam gairah, mempengaruhi keteguhan tekad, melemahkan diri terhadap musuh dan mencegah usaha keras dalam pertempuran. Apa yang menghalangi dari sesuatu disebut ‘adzaba ‘anhu, yakni dipalingkan darinya., maka, al-’âdzib dan al-’adzûb berarti yang melepaskan diri dari, makan dan minum. 269/8. Suatu riwayat dari Amirul Mukminin as mengatakan: Sebagai penembak berhasil (yâsir al-fâlij) yang mengharapkan keberhasilan pada tembakannya yang pertama. Sayid Radhi mengatakan: “Al-yâsirûn” (jamak dari yâsir) berarti orang yang menembak dengan panah pada seekor unta yang telah disembelih, secara taruhan, sedang “al-fâlij” berarti yang berhasil atau berjaya. Misalnya dikatakan, “Falaja ‘alaihim” atau “falajahum” (yakni ia beroleh kemenangan atas mereka atau mengalahkan mereka). Seorang penyair mengatakan sebagai seruan perang, “Ketika kulihat orang berhasil beroleh kemenangan.” 270/9. Suatu riwayat dari Amirul Mukminin (as) mengatakan: Ketika gawatnya pertempuran memanas menjadi sengit kami mencari perlindungan pada Nabi Allah SAWW, dan tak ada di antara kami yang lebih dekat kepada musuh selain Nabi. Sayid Radhi mengatakan: Ini berarti bahwa bilamana ketakutan kepada musuh meningkat dan pertempuran menjadi sengit, kaum Muslim mulai berpikir bahwa karena Rasulullah sendiri telah melakukan peperangan itu, tentulah Allah akan memberikan kemenangan kepada beliau dan oleh karena itu mereka akan selamat dari segala bahaya karena keberadaan beliau. Dan kata-kata “Idzâ ahmarral ba’su” (apabila krisis menjadi merah panas) merujuk parahnya keadaan itu. Untuk maksud itu beberapa ungkapan telah digunakan, dan yang tersebut di atas itu adalah yang terbaik darinya, karena Amirul Mukminin menyerupakan perang dengan api yang panas dan merah dalam tindakan maupun wama. Ini dikukuhkan oleh kata-kata Rasiilullah SAWW ketika pada Pertempuran Hunain beliau melihat kaum Hawazin bertempur, beliau mengatakan, “Sekarang wathîs sedang memanas”, sedang wathîs adalah tempat menyalakan api. Dengan demikian Rasulullah SAWW menyerupakan sengitnya pertempuran oleh manusia dengan panas dan nyala api. Bagian ini berakhir di situ (No.270/9) 271. Ketika berita tentang serangan orang-orang Mu’awiah atas Anbar sampai kepada Arnirul Mukminin as, ia sendiri keluar sambil berjalan hingga ke Nukhailah, di mana orang menemuinya seraya berkata, “Ya Amirul Mukminin, kami cukup untuk mereka.” Lalu ia berkata: Anda tak mungkin cukup bagi saya terhadap diri Anda sendiri, maka bagaimana Anda akan cukup bagi saya terhadap orang lain? Di hadapan saya rakyat mengeluh tentang penindasan penguasa mereka, tetapi saya harus mengeluh tentang tindakan salah dari rakyat saya; seakan-akan saya dipimpin oleh mereka dan mereka adalah pemimpin, atau saya adalah rakyat dan mereka penguasa. Periwayat itu mengatakan: Ketika Amirul Mukminin as mengucapkan ini dalam pembicaraan panjangnya yang telah kami masukkan dalam koleksi khotbah (No. 27), dua orang sahabatnya maju kepadanya dan salah seorang di antaranya berkata, “Saya tidak menguasai kecuali diri saya sendiri dan saudara saya (QS. 5:25)., maka perintahkanlah kami ke mana saja Anda mau, ya Arnirul Mnkminin, dan kami akan melaksanakannya.” Atasnya Amirul Mukminin as berkata, “Bagaimana Anda dapat melaksanakan apa yang saya tujui?” 272. Amirul Mukminin as berkata: Dikatakan bahwa Harits ibn Hut datang kepada Amirul Mukminin as seraya berkata: “Apakah Anda mengira saya dapat membayangkan bahwa kaum Jamal berada dalam kebatilan?” Amirul Mukminin as berkata: “Wahai Harits, Anda telah melihat ke bawah diri Anda sendiri tetapi tidak ke atas Anda, dan karena itu Anda menjadi bingung. Sesungguhnya Anda tak mengenal kebenaran, maka bagaimana Anda akan mengetahui orang yang berada dalam kebenaran? Dan Anda tak mengenal kebatilan, maka bagaimana Anda akan mengetahui orang yang berada dalam kebatilan?” Lalu Harits berkata, “Dalam hal itu saya akan mengundurkan diri bersarna Sa’d ibn Malik dan ‘Abdullah ibn ‘Umar.” Atasnya Amirul Mukminin as berkata: “Oh! Sa’d dan ‘Abdullah ibn ‘Umar tak berpihak pada kebenaran dan tidak pula meninggalkan kebatilan. 273. Amirul Mukminin (as) berkata: Pemegang wewenang adalah seperti penunggang singa — ia diiri karena kedudukannya tetapi ia tahu benar akan posisinya. 274. Amirul Mukminin (as) berkata: Berbuat baiklah kepada orang lain yang terlanda musibah supaya orang berbuat baik kepada kerabat Anda yang terlanda musibah. 275. Amirul Mukminin as berkata: Bilamana ucapan orang bijaksana tepat mengenai sasaran, hal itu merupakan obat; tetapi apabila salah, maka ia menjadi penyakit. 276. Orang meminta kepada Amirul Mukminin as untuk mendefinisikan agama baginya., maka berkatalah Amirul Mukminin as: Datanglah kepada saya besok supaya saya mencerahkan Anda di hadapan orang banyak, sehingga apabila Anda lupa akan apa yang saya katakan, orang lain akan mengingatnya, karena ucapan adalah seperti buman yang menggelepar yang mungkin dapat ditangkap oleh seseorang tetapi tidak oleh orang lain. Sayid Radhi mengatakan: Kami telah menyatakan pada bab sebelumnya apa jawaban Arnirul Mukminin as kepada orang ini, yakni ucapannya bahwa “Keimanan mempunyai empat aspek”. (Hikmah No. 31) 277. Amirul Mukminin as berkata: Wahai putra Adam, jangan menimpakan kecemasan hari yang belum datang pada hari yang telah datang, karena apabila hari itu berada dalam masa hidup Anda, maka Allah pun akan memberikan rezekinya pula. 278. Amirul Mukminin as berkata: Cintailah sahabat Anda sampai ke suatu batas, karena mungkin ia akan berbalik menjadi musuh Anda di suatu hari. Dan bencilah musuh Anda hingga ke suatu batas karena mungkin kelak ia berbalik menjadi sahabat Anda. 279. Amirul Mukminin as berkata: Ada dua jenis pekerja di dunia ini. Yang satu bekerja untuk dunia mi dan pekerjaannya membuat dia tak peduli akan dunia yang akan datang. la takut akan kemiskman bagi orang-orang yang akan ditinggalkannya tetapi merasa dirinya aman tentang hal itu., maka ia menjalani hidupnya bagi kebaikan orang lain. Yang lainnya ialah orang yang bekerja di dunia ini untuk apa yang akan datang, dan ia menyimpan bagiannya dari dunia ini tanpa susah payah. Dengan demikian ia mendapatkan kedua manfaatnya sekaligus. Secara ini ia bermartabat di hadapan Allah. Apabila ia meminta sesuatu kepada Allah, maka la tidak akan menolaknya. 280. Diriwayatkan bahwa pada zaman (Khalifah) ‘Umar ibn Khaththab, banyaknya perhiasan Ka’bah disebutkan kepadanya dan seseorang menyarankan: “Apabila dengan itu Anda mempersiapkan tentara Muslim, maka hal itu akan sangat menguntungkan; dan apa hubungan Ka’bah dengan perhiasan?” ‘Umar berpikir untuk berbuat demikian, tetapi ia bertanya kepada Amirul Mukminin (as), dan Amirul Mukminin berkata: “Ketika Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi SAWW, ada empat jenis harta. Pertama, harta para individu Muslim yang dibagi-bagikannya kepada ahli warisnya menurut bagian yang tertentu. Kedua, fai’ yang ia bagi-bagikan kepada orang-orang yang dimaksudkan. Ketiga, khumus yang untuk itu Allah menetapkan cara menafkahkannya. Keempat, jumlah sedekah yang cara menafkahkannya juga ditetapkan Allah. Perhiasan Ka’bah telah ada di hari-hari itu, tetapi Allah membiarkannya sebagaimana adanya, tidak meninggalkannya dengan mengabaikannya dan tidak pula hal itu tidak diketahui-Nya. Karena itu hendaklah Anda biarkan itu di mana Allah dan Rasul-Nya telah menetapkannya.” Atasnya ‘Umar berkata, “Sekiranya Anda tidak di sini, maka kami sudah terhina.” la pun meninggalkan perhiasan itu sebagaimana adanya. 281. Diriwayatkan bahwa dua orang dibawa kepada Amirul Mukminin as. Mereka telah melakukan pencurian atas Baitul Mal. Yang seorang adalah budak yang telah dibeli dengan uang baitul mal dan yang lainnya telah dibeli oleh salah seorang rakyat. Amirul Mukminin as berkata: Tentang yang seorang ini, yang milik umum, tak ada hukuman baginya karena itu berarti bahwa satu milik Allah telah mengambil milik Allah lain. Tentang yang satunya, ia harus dihukum. (Akibatnya, tangannya dipotong.) 282. Amirul Mukminin as berkata: Apabila langkah saya beroleh keteguhan dari tempat yang menggelincirkan ini, saya akan mengubah beberapa hal. 283. Amirul Mukminin as berkata: Ketahuilah dengan sepenuh keyakinan bahwa Allah tidak menetapkan bagi seseorang rezeki yang lebih banyak dari yang telah ditentukan dalam Dzikril-Hakim, walaupun sarananya (untuk mencari rezeki) besar, hasratnya untuk itu kuat dan usahanya keras. Tidak pula kelemahan seseorang atau kemiskinan sarananya akan menghalangi jalan di antara apa yang telah ditentukan dalam Dzikril-Hakim dan dirinya. Orang yang menyadarinya dan bertindak berdasarkan hal itu adalah yang terbaik di antara mereka semua dalam segi kesenangan dan kemanfaatan. Sedang orang yang mengabaikannya dan meragukannya, melebihi semua orang dalam kerugiannya. Sangat sering orang yang diridai digiring perlahan-lahan kepada kehancuran melalui nikmat-nikmat itu. Dan sangat sering orang yang tertimpa kesusahan diperlakukan baik melalui penderitaannya. Oleh karena itu, wahai pendengar, tingkatkanlah rasa syukur Anda, kurangi ketergesaan Anda dan bertahanlah pada batas-batas rezeki Anda. 284. Amirul Mukminin as berkata: Jangan ubah pengetahuan Anda menjadi kejahilan, atau keyakinan Anda menjadi keraguan. Bilamana Anda memperoleh pengetahuan, bertindaklah menurutnya, dan bilamana Anda mendapatkan keyakinan, majulah terus (di atas basisnya). 285. Amirul Mukminin as berkata: Keserakahan membawa seseorang ke tempat perairan, tetapi ia membawanya pulang tanpa membiarkannya minum. (Keserakahan) itu mengambil tanggung jawab tetapi tidak memenuhinya. Sering orang yang minum tersedak sebelum memuaskan hausnya. Makin besar nilai suatu hal yang dirindukan, makin besar kesedihan atas kehilangannya. Bagian yang telah ditakdirkan akan sampai kepada orang yang tidak mendekatinya (sekalipun). 286. Amirul Mukminin as berkata: Ya Allah, Tuhanku, aku memohon perlindungan-Mu dari ini: bahwa aku tampil sebagai baik di mata manusia sementara batinku jelek di hadapan-Mu, dan bahwa aku menjaga diriku (dari dosa) hanya untuk pamer di hadapan manusia padahal Engkau tahu segalanya tentang aku. Dengan demikian aku akan tampil di hadapan manusia dalam bentuk yang baik walaupun perbuatan burukku akan ditempatkan di hadapan-Mu. Ini akan berarti mencapai kedekatan kepada manusia tetapi kejauhan dari keridaan-Mu. 287. Amirul Mukrninin as berkata: Saya bersumpah demi Dia Yang melewatkan kanu melalui malarn gelap setelah hari cerah, bahwa yang begitu itu tidak terjadi. 288. Amirul Mukminin as berkata: Sedikit amal yang dilanjutkan dengan teratur lebih bermanfaat daripada amal yang panjang yang dilakukan dengan rasa enggan. 289. Amirul Mukminin as berkata: Bilamana masalah sunah menghalangi jalan yang wajib, tinggalkanlah (sunah) itu. 290. Amirul Mukminin as berkata: Barangsiapa terus memperhatikan jarak perjalanan, maka ia selalu bersiap. 291. Amirul Mukminin as berkata: Penginderaan dengan mata bukanlah pengamatan yang sesungguhnya, karena mata sering mengicuh manusia; tetapi kearifan tidak mengicuh siapa pun yang dinasihatinya. 292. Amirul Mukminin as berkata: Di antara Anda dan khotbah ada tirai lupa. 293. Amirul Mukminin as berkata: Orang jahil di antara Anda sekalian mendapatkan terialu banyak, sedang orang yang terpelajar hanya ditangguhkan. 294. Amirul Mukminin as berkata: Pengetahuan mengusir dalih orang yang mengajukan dalih-dalih. 295. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang terburu oleh maut secara dini, memohon waktu, sedang orang yang kematiannya ditunda mengajukan dalih-dalih untuk menunda-nunda (beramal baik). 296. Amirul Mukminin as berkata: Untuk segala sesuatu yang atas-nya manusia berkata, “Alangkah bagusnya!” ada tersembunyi di dalamnya suatu keburukan di dunia ini. 297. Amirul Mukminin as ditanyai tentang takdir, lalu ia berkata: (Takdir) itu adalah suatu jalan gelap, janganlah melangkah di atasnya; itu samudra yang dalam, jangan menyelam ke dalamnya; dan itu adalah rahasia Allah, jangan merisaukan diri untuk mengetahuinya. 298. Amirul Mukminin as berkata: Bilamana Allah bemiat hendak menghina seseorang, la tidak memberinya pengetahuan. 299. Amirul Mukminin (as) berkata: Di waktu lalu saya mempunyai saudara seiman, yang bermartabat dalam pandangan saya karena dunia rendah di matanya; kebutuhan perut tidak menguasainya; ia tidak merindukan apa yang tidak diperolehnya; apabila ia mendapatkan sesuatu, ia tidak meminta lebih; dalam kebanyakan waktunya ia diam; apabila ia bicara, ia mendiamkan pembicara lain, ia memuaskan dahaga orang yang bertanya; ia lemah lembut tetapi di saat bertempur ia seperti singa rimba atau ular lembah; ia tidak akan mengajukan argumen selain argumen yang menentukan. la tidak mencerca siapa pun dalam hal yang dapat dimaafkan; ia tak akan berbicara tentang suatu kesusahan kecuali setelah hilangnya kesusahan itu; ia mengatakan apa yang dilakukannya, dan tidak mengatakan apa yang tidak dilakukannya; sekalipun ia dapat diatasi dalam berbicara, ia tak dapat diatasi dalam diamnya; ia lebih bergairah untuk berdiam diri daripada berbicara; apabila dua hal menghadapinya, ia akan melihat apa yang lebih akrab pada hawa nafsu hati lalu ia akan melawannya. Sifat-sifat ini wajib ada pada Anda sekalian., maka Anda harus mendapatkannya dan berlomba-lomba di dalamnya. Sekalipun Anda tak dapat memperolehnya, hendaklah Anda tahu bahwa mendapatkan sebagian darinya lebih baik daripada tidak sama sekali. 300. Amirul Mukminin as berkata: Seandainya pun Allah tidak memperingatkan tentang hukuman atas orang-orang yang tak taat kepada-Nya, kewajiban untuk mensyukuri nikmat-Nya mengharuskan la tak boleh didurhakai. 301. Amirul Mukminin as berkata dalam menghibur Asy’ats tentang putranya: Wahai Asy’ats, apabila Anda bersedih karena putra Anda, tentulah itu akibat hubungan darah; tetapi apabila Anda bersabar, maka Allah memberikan imbalan atas setiap musibah. Wahai Asy’ats, sekalipun Anda bersabar, segala sesuatu akan bergerak lagi sebagaimana ditetapkan Allah, tetapi dalam hal ini Anda akan mendapatkan ganjaran; sedangkan apabila Anda kehilangan sabar, segalanya akan bergerak sebagaimana ditetapkan Allah, tetapi dalam hal ini Anda akan memikul beban (dosa). Wahai Asy’ats, putra Anda (ketika masih hidup) memberikan kebahagiaan kepada Anda walaupun ia mempakan ujian dan kesulitan, dan (ketika ia meninggal) ia membuat Anda sedih walaupun ia sebenamya merupakan sumber pahala dan rahmat bagi Anda. 302. Amirul Mukminin as berkata di, makam Rasulullah SAWW pada saat penguburan: Sesungguhnya kesabaran adalah baik kecuali mengenai Anda, meratap adalah buruk kecuali atas Anda, dan musibah tentang diri Anda adalah besar, sedang setiap musibah lainnya, sebelum atau sesudahnya, adalah kecil. 303. Amirul Mukminin as berkata: Jangan bercampur gaul dengan orang dungu karena ia akan menghiasi perbuatannya di hadapan Anda dan menghasratkan agar Anda pun menjadi seperti dia. 304. Amiru! Mukminin as ditanyai tentang jarak antara timur dan barat, lalu ia berkata: Satu hari perjalanan matahari. 305. Amirul Mukminin as berkata: Sahabat Anda ada tiga dan musuh Anda ada tiga. Sahabat Anda adalah: sahabat Anda, sahabat dari sahabat Anda dan musuh dari musuh Anda. Dan musuh Anda adalah: musuh Anda, musuh sahabat Anda, dan sahabat musuh Anda. 306. Amirul MUkminin as melihat seorang lelaki sedang sibuk berusaha menentang musuhnya dengan apa yang merugikan dirinya sendiri pula, maka ia berkata: Anda seperti orang yang menembuskan sebuah lembing melalui dirinya sendiri untuk membunuh orang yang duduk di belakangnya. 307. Amirul Mukminin as berkata: Berapa banyak obyek pelajaran tetapi betapa sedikit yang mengambil pelajaran. 308. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang melampaui batas dalam pertengkaran adalah orang berdosa, tetapi apabila tidak bertengkar, ia akan tertindas; dan sukar bagi orang yang suka bertengkar untuk bertakwa kepada Allah. 309. Amirul Mukminin as berkata: Saya tidak cemas akan suatu kesalahan yang sesudah itu saya beroleh waktu untuk salat dua rakaat dan memohon keselamatan dari Allah. 310. Amirul Mukminin as ditanyai bagaimana Allah akan melakukan hisab pada semua orang padahal jumlah mereka amat besar. la menjawab: “Sebagaimana la memberikan kepada mereka rezeki walaupun jumlah mereka besar.” Kemudian dikatakan kepadanya, “Bagaimana la akan melakukan hisab mereka tanpa mereka melihat-Nya?” la menjawab: “Sebagaimana la memberikan rezeki kepada mereka walaupun mereka tidak melihat-Nya.” 311. Amirul Mukminin as berkata: Utusan Anda adalah penafsir pikiran Anda, sedang surat Anda lebih fasih dari bicaranya (utusan Anda). 312. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang tertimpa kesulitan tidak lebih membutuhkan doa daripada orang yang diluputkan dari kesulitan tetapi tidak kebal darinya. 313. Amirul Mukminin as berkata: Manusia adalah anak dunia dan orang tak dapat disalahkan karena mencintai ibunya. 314. Amirul Mukminin as berkata: Orang miskin adalah rasul Allah. Barangsiapa menolaknya berarti ia menolak Allah dan barangsiapa memberi kepadanya, maka berarti ia memberi kepada Allah. 315. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang menghormati dirinya sendiri tak akan melakukan penzinaan. 316. Amirul Mukminin as berkata: Keterbatasan hidup yang pasd cukuplah untuk selalu berjaga-jaga. 317. Amirul Mukminin as berkata: Orang mungkin dapat tidur pada saat kematian putranya, tetapi tidak pada saat kehilangan hartanya. Sayid Radhi mengatakan: Itu berarti bahwa seorang lelaki bersabar atas kematian anaknya tetapi tidak ketika kehilangan hartanya. 318. Amirul Mukminin (as) berkata: Kasih sayang antara para ayah menciptakan hubungan antara anak-anak. Kekerabatan lebih memerlukan kasih sayang ketimbang kasih sayang memerlukan kekerabatan. 319. Amirul Mukminin as berkata: Takutlah akan gagasan-gagasan orang mukmin, karena Allah Yang Mahatinggi telah menaruh kebenaran pada lidah mereka. 320. Amirul Mukminin as berkata: Keimanan seseorang tak dapat dipandang benar kecuali apabila keyakinannya atas apa yang ada pada Allah lebih kokoh daripada keyakinannya atas apa yang ada padanya sendiri. 321. Ketika Amirul Mukminin as datang ke Bashrah, ia mengutus Anas ibn Malik kepada Thalhah dan Zubair untuk mengingatkan mereka apa yang telah didengarnya sendiri dari Nabi SAWW mengenai mereka berdua, tetapi ia mengelak untuk melakukannya; dan ketika ia kembali kepada Amirul Mukminin as ia mengatakan bahwa ia lupa akan pokok itu. Atasnya Amirul Mukminin as berkata: Apabila Anda berkata dusta, semoga Allah menimpakan kepada Anda belang putih yang bahkan tak tertutup oleh serban. Sayid Radhi mengatakan: Belang putih berarti leucoderma. Setelah beberapa waktu, penyakit ini menimpa wajah Anas sedemikian rupa sehingga ia selalu bercadar.• 322. Amirul Mukminin as berkata: Kadang-kadang hati bergerak ke depan dan kadang-kadang bergerak ke belakang. Bilamana hati bergerak ke depan, usahakan dia melaksanakan yang sunah (pula); tetapi, bila ia bergerak ke belakang, tahanlah dia terbatas pada yang wajib saja. 323. Amirul Mukminin as berkata: Al-Qur’an mengandung berita-berita tentang masa lalu, meramalkan tentang yang akan datang, dan perintah-perintah untuk saat sekarang. 324. Amirul Mukminin as berkata: Lemparkanlah batu sebagai balasan ke mana asal batu itu datang kepada Anda, karena keburukan hanya dapat dibalas dengan keburukan. 325. Amirul Mukminin as berkata kepada sekretarisnya ‘Ubaidullah ibn Rafi’: Masukkan serpih katun di dalam tempat tinta, peliharalah ujung mata pena Anda supaya tetap panjang, tinggalkan ruang di antara barisan, dan tutuplah surat, karena hal itu baik bagi keindahan penulisan. 326. Amirul Mukminin as berkata: Saya adalah Ya’sub (pemimpin) kaum mukmin, sedang harta adalah pemimpin orang jahat. Sayid Radhi mengatakan: Ini berarti bahwa kaum mukmin mengikuti saya sementara orang jahat mengikuti kekayaan, sebagaimana lebah mengikuti ya’sûb yang adalah pemimpin mereka. 327. Beberapa orang Yahudi berkata kepada Amirul Mukminin as, “Anda belum mengubur Nabi Anda ketika Anda mengadakan perselisihan tentang dia.” Amirul Mukminin menjawab: Kami tidak berselisih tentang beliau, tetapi kami berselisih sesudah beliau (yakni tentang penerusnya); sedangkan Anda, belum kering kaki Anda setelah keluar dari sungai (Nil) ketika Anda mulai meminta kepada nabi Anda Musa, “Hai Musa, buatkanlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).”(QS. 7:138) 328. Amirul Mukminin as ditanyai, dengan apa ia mengalahkan lawan-lawannya. la menjawab: Bilamana saya menghadapi seseorang, ia membantu saya terhadap dirinya sendiri. Sayid Radhi mengatakan bahwa Amirul Mukminin (as) memaksudkan pukulan ketakutan di hati orang terhadap dirinya sendiri. 329. Amirul Mukminin as berkata kepada putranya Muhammad ibn Hanafiah: Putraku, saya khawatir kalau-kalau kemelaratan menimpa Anda. Karena itu, maka Anda harus memohon perlindungan Allah darinya; karena kemelaratan adalah kekurangan dalam keimanan agama, kebingungan pikiran dan menjurus kepada kebencian orang. 330. Amirul Mukminin as menjawab seseorang yang menanyaikan suatu hal yang sulit: Bertanyalah kepada saya untuk pengertian, tetapi jangan menanyai saya untuk menjadi bingung; karena orang jahil yang berusaha untuk belajar adalah seperti orang terpelajar, tetapi orang terpelajar yang berusaha untuk menciptakan kebingungan adalah seperti orang jahil. 331. ‘Abdullah ibn ‘Abbas menasihati Amirul Mukminin as terhadap pandangan-pandangannya, maka ia berkata: Anda hanya perlu menasihati saya, dan kemudian saya harus melihat (apa yang akan dilakukan); dan apabila saya berbuat bertentangan dengan nasihat Anda, maka Anda harus mengikuti saya. 332. Ketika Amirul Mukminin as kembali ke Kufah dari Shiffin, ia melewati kediaman orang Syibam dan mendengar kaum wanita menangisi orang-orangnya yang gugur di Shiffin. Pada saat itu seorang Syibam, Harb ibn Syurahbil, yang merupakan salah seorang terkemuka dari kaum itu, datang kepadanya. Amirul Mukminin (as) bertanya kepadanya, “Apakah para wanita Anda memegang kendali atas Anda mengenai ratapan yang saya dengar? Apakah Anda tidak menahan mereka dari menangis itu?” Harb mulai berjalan bersamanya sementara Amirul Mukminin as berada di atas punggung kuda., maka Amirul Mukminin as berkata kepadanya: “Kembalilah, karena berjalannya lelaki seperti Anda dengan orang seperti saya adalah kejahatan bagi si penguasa dan kehinaan bagi si mukmin.” 333. Amirul Mukminin as melewati mayat-mayat orang Khariji pada Hari Pertempuran Nahrawan seraya berkata: “Celaka bagi Anda; Anda telah dirugikan oleh orang yang menipu Anda.” la ditanyai, “Siapa yang menipu mereka?” dan ia menjawab, “Iblis, si penipu, dan ruh batin yang mengantarkan orang kepada kejahatan, menipu mereka melalui hawa nafsu, memudahkan mereka untuk memasuki dosa, menjanjikan kemenangan bagi mereka, dan akhimya melemparkan mereka ke dalam neraka.” 334. Amirul Mukminin as berkata: Berhati-hatilah melanggar Allah dalam kesendirian, karena Saksinya adalah juga Hakim. 335. Ketika berita tentang pembunuhan Muhammad ibn Abu Bakar sampai kepada Amirul Mukminin as, ia berkata: Kesedihan kami atasnya adalah sebesar kegembiraan mereka (musuh) atasnya, kecuali bahwa mereka telah kehilangan musuh sedang kita kehilangan sahabat. 336. Amirul Mukminin as berkata: Usia yang sejauh itu Tuhan menerima dalih dari seorang manusia adalah enam puluh tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar