Rabu, 23 Oktober 2013
Dialog Pendeta Yahudi Dengan Nabi saw
Tsauban, maula Nabi saw., berkisah demikian : Suatu ketika, aku sedang berdiri di dekat Nabi saw. Tiba-tiba datanglah seorang pendeta Yahudi dan mengucapkan salam, "assalam 'alaikum, ya Muhammad!" Lalu pendeta itu kudorong sampai jatuh. "Mengapa engkau mendorongku?" tanyanya. "Apa susahnya memanggil beliau "Ya Rasulullah?" Kataku. Ia berkata, "Bukankah aku telah memanggilnya dengan nama yang diberikan oleh keluarganya?" "Ya, namaku adalah Muhammad, dan itulah nama yang di berikan keluargaku kepadaku," ujar nabi saw.
Pendeta Yahudi itu berkata, "Aku sengaja datang kemari untuk bertanya kepadamu?" "Apakah ada gunanya bila kujawab pertanyaanmu?" tanya beliau. "Akan aku dengarkan dengan kedua telingaku ini!" jawabnya. Nabi saw. menggores-gores tanah dengan tongkat beliau. Agaknya, beliau sedang berpikir atau menunggu wahyu.
Lalu beliau berkata, "Silahkan bertanya!"
"Di manakah manusia sewaktu bumi dan langit di ganti dengan bumi dan langit yang lain?" tanyanya.
"Mereka ada dalam kegelapan dekat suatu jembatan!" jawab Nabi saw.
"Siapa yang pertama kali melewati jembatan?"
"Kaum Muhajirin yang miskin-miskin!" jawab beliau.
"Apa yang pertama kali mereka makan ketika masuk surga?"
"Ujung hati ikan!"
"Apa yang mereka makan sesudah itu?" tanyanya.
"Disembelihkan untuk mereka lembu-lembu surga yang di gembalakan di pinggiran surga."
"Apa minuman mereka di sana?"
"Mata air yang di sebut salsabila!"
"Jawabanmu benar!" kata pendeta itu. "Aku ingin bertanya kepadamu tentang sesuatu yang tidak seorangpun penduduk bumi mengetahuinya kecuali para nabi atau seorang dua orang saja!"
"Apakah ada gunanya bila kujawab pertanyaanmu?" tanya nabi saw.
"Akan kudengarkan dengan kedua telingaku ini! Akuingin bertanya tentang kelahiran anak!" katanya.
Beliau menjawab, "Air mani pria berwarna putih dan air mani wanita berwarna kekuning-kuningan. Jika keduanya bertemu dan air mani pria lebih unggul dari air mani wanita, maka akan lahir anak laki-laki dari wanita itu. Jika air mani wanita lebih unggul dari air mani pria, maka akan lahir anak perempuan darinya dengan iziin Allah!"
"Jawabanmu benar! Sesungguhnya engkau memang seorang nabi!" katanya.
Kemudian pendeta Yahudi itu pergi. lalu Nabi saw. bersabda "Sesungguhnya, aku pernah ditanya orang seperti apa yang di tanyakan pendeta Yahudi itu. Semula aku tidak tau apa-apa tentang masalah itu, tetapi kemudian Allah mengajarkanya kepadaku!" [DariShahih Muslim].
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar