Selasa, 22 Oktober 2013

Mengenal Ali Ibnu Abi Thalib kw

Abu Thurab, itulah julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw kepada beliau.
Sayidina 'Ali ra lahir di Mekah dan di dalam Kakbah 32 tahun setelah kelahiran Nabi saw. Kemudian beliau tumbuh dewasa di rumah Rasulullah saw.

Kebejatan dan kehinaan Jahiliyah tidak sedikit pun mampu mempengaruhi beliau. Selama hidupnya beliau tidak pernah menyembah berhala maupun sujud kepada sebuah patung. Karena itulah beliau disebut dengan "Karromallohu wajhah" (semoga Allah menyucikan wajahnya).

Saat berusia 6 tahun, Sayidina 'Ali ra memeluk Islam.
Beliau adalah orang pertama dari kalangan anak-anak yang memeluk Islam. Kemudian pada tahun 2 H, saat mencapai usia 21 tahun, beliau menikah dengan Fathimah az-Zahra ra putri Nabi saw.

Sayyidah Fathimah saat itu berusia 15 tahun.
Ketika mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, Rasulullah saw berkata kepada Sayidina 'Ali, "Engkau adalah saudaraku di dunia dan akhirat."
Sabda beliau saw ini cukup menunjukkan kemuliaan Sayidina 'Ali ra. Salah satu bukti keberanian beliau adalah kerelaan beliau untuk berbaring di tempat tidur Nabi saw di malam Nabi Hijrah untuk memperdaya orang-orang kafir.

Beliau wafat dalam usia 63 tahun dan menjabat sebagai khalifah selama 4 tahun 9 bulan.
Keluasan ilmu, ketakwaan, keberanian dan sifat-sifat mulia Sayidina 'Ali kw tak mungkin dapat dituliskan dalam berjilid-jilid buku, apalagi dalam satu halaman kecil ini.

Sebagai pemuas dahaga kita, berikut ini segelintir dari pecahan dialog-dialog, sebagi bukti keluasan ilmunya yang dapat menghantarkan penanya-nya menuju gerbang keislaman.

Pastor berkata, "Beritahukan kepadaku ten­tang sesuatu yang tidak Allah miliki, sesuatu yang tidak ada pada Allah dan sesuatu yang tidak Allah ketahui?"

Sayyidina Ali kw menjawab, "Kamu telah menemui seorang ahli. Yang tidak Allah miliki adalah bahwa Allah Mahaesa, tidak memiliki pasangan dan anak.

Yang tidak ada pada_Allah adalah perbuatan zhalim terhadap siapa pun (apa pun).

Dan yang tidak Allah ketahui adalah Allah tidak mengetahui adanya sekutu bagi-Nya dalam kerajaan-Nya."

Ibnu Kawwa' bertanya, "Tempat apa yang hanya sebentar disinari matahari?"

Sayyidina Ali kw menjawab, "Laut yang dibelah oleh Allah untuk Bani Israil."

Ibnu Kawwa' bertanya, "Manusia apa yang makan dan minum tetapi tidak buang air?"

Sayyidina Ali kw menjawab, "Janin."

Ibnu Kawwa' bertanya, "Apa yang minum dalam keadaan hidup tetapi dia makan dalam keadaan mati?"

Sayyidina Ali kw menjawab, "Tongkat Nabi Musa as la minum (menyerap air) ketika masih berupa sebuah pohon yang segar dan ia makan ketika melahap tali-tali dan tongkat-tongkat para tukang sihir Fir'aun setelah menjadi tongkat."

Ibnu Kawwa' bertanya, "Apakah sesuatu yang didustakan, yang bukan dari jin dan manusia?"

Sayyidina Ali kw menjawab, "Adalah serigala yang didustakan oleh saudara-saudara Yusuf as."

Ibnu Kawwa' bertanya, "Tentang sesuatu yang mendapatkan wahyu, namun bukan dari jin dan manusia?"

Sayyidina Ali kw menjawab, "Allah telah memberi wahyu kepada lebah."

Ibnu Kawwa' bertanya, "Sebutkan tentang sesuatu yang menjadi utusan, tetapi bukan dari kalangan jin, manusia dan malaikat?"

Sayyidina Ali kw menjawab, "Yang pertama adalah burung Hud-hud. Seperti perkataan Nabi Sulaiman as yang berkata kepadanya, "Bawalah suratku ini."

Yang kedua adalah burung Gagak. Allah berfirman, Lalu Allah mengutus seekor Gagak. (QS. Maidah: 31)

Ibnu Kawwa' bertanya, "Tentang dua tubuh dalam satu tubuh tetapi di antara keduanya tidak ada hubungan kerabat?"

Sayyidina Ali kw menjawab, "Nabi Yunus as ketika berada dalam perut ikan paus".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar