Selasa, 22 Oktober 2013

Nasehat Imam Ali Bag. 2

337. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang dosanya mengalahkan bukanlah pemenang, dan orang yang mendapat kemenangan dengan kejahatan adalah (sesungguhnya) orang yang kalah. 338. Amirul Mukminin as berkata: Allah telah menentukan rezeki orang miskin dalam kekayaan orang kaya. Akibatnya, bilamana seorang miskin tetap lapar adalah itu karena beberapa orang kaya telah menolak (bagiannya). Allah akan menanyainya tentang hal itu. 339. Amirul Mukminin as berkata: Tidak perlunya mengajukan alasan lebih baik daripada mengajukan alasan yang sesungguhnya. 340. Amirul Mukminin as berkata: Hak Allah yang paling kecil atas Anda ialah bahwa Anda tidak menggunakan nikmat-Nya untuk berbuat dosa kepada-Nya. 341. Amirul Mukminin as berkata: Bilamana orang cacat jasmani tak dapat sepenuhnya melaksanakan amal ketaatan kepada Allah, adalah itu suatu kesempatan yang baik yang diberikan Allah bagi akal untuk melakukan amal itu. 342. Amirul Mukminin as berkata: Penguasa adalah pengawas Allah di bumi. 343. Amirul Mukminin as berkata dalam menggambarkan seorang mukmin: Seorang mukmin berwajah ceria, hati yang sedih, dada yang sangat lebar (penuh kedermawanan), dan hati yang paling rendah. la membenci kedudukan tinggi, tidak naenyukai kemasyhuran. Kesedihannya panjang, keberaniannya menjangkau jauh, diamnya banyak, dan waktunya diisi. la merasa syukur, kesabaran tertanam dalam pikirannya, kikir dalam meminta-minta (kepada orang lain), berwajah cerah dan bertemperamen lembut. la lebih kuat dari batu, tetapi lebih merendah dari budak. 344. Amirul Mukminin as berkata: Apabila seseorang kebetulan melihat akhir hayat dan nasibnya yang terakhir, ia akan membenci hawa nafsu dan tipuannya. 345. Amirul Mukminin as berkata: Ada dua pemilik saham dalam kekayaan setiap orang—ahli warisnya dan malapetaka. 346. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang didekati dengan permohonan adalah orang merdeka sampai ia berjanji. 347. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang berdoa tetapi tidak berusaha adalah seperti orang yang menembakkan panah tanpa tali busur. 348. Amirul Mukminin as berkata: Pengetahuan ada dua macam— yang diserap dan yang hanya didengar. Pengetahuan yang didengar tidak akan bermanfaat kecuali setelah diserap. 349. Amirul Mukminin as berkata: Tepatnya keputusan berjalan bersama kekuasaan. la muncul dengan kemunculan yang satunya dan lenyap bila yang satunya lenyap. 350. Amirul Mukminin as berkata: Indahnya kemiskinan ialah kesucian, dan indahnya kekayaan ialah rasa syukur. 351. Amirul Mukminin as berkata: Hari keadilan akan lebih keras pada si penindas daripada hari penindasan bagi si tertindas. 352. Amirul Mukminin as berkata: Kekayaan yang terbesar ialah tidak menaruh mata pada kepunyaan orang lain. 353. Amirul Mukminin as berkata: Ucapan terpelihara dan perbuatan akan diuji. “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (QS. 73:38) Orang akan dikurangi (mengenai tubuh) dan dicampuri (sehubungan dengan akal pikiran) kecuali orang-orang yang dilindungi Allah. Penanya di antara mereka bertujuan untuk membingungkan, dan penjawab menciptakan kesulitan. Orang yang mempunyai pandangan terbaik di antara mereka mungkin akan terseleweng dari pemikiran sehatnya oleh kesenangan atau ketidaksenangan, dan mungkin kerlingan sekilas dapat mempengaruhi orang yang bahkan mempunyai kebijaksanaan terbaik di antara mereka, atau satu ucapan mungkin mengubahnya. 354. Amirul Mukminin as berkata: Wahai jamaah, takutlah kepada Allah, karena banyak orang yang mendambakan apa yang tidak diperolehnya, banyak pembangun rumah yang tidak tinggal di dalamnya, dan banyak pengumpul apa yang harus ditinggalkannya. Mungkin ia telah mengumpulkannya dengan jalan salah atau dengan menolak hak (orang). la mendapatkannya secara tak halal dan harus memikul beban dosa karenanya. Sebagai akibatnya, ia kembali (dari dunia ini) dengan beban itu dan datang ke hadapan Allah dengan sedih dan pilu. “Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. 22:11) 355. Amirul Mukminin as berkata: Tiadanya jalan memasuki dosa adalah juga sejenis kesucian. 356. Amirul Mukminin as berkata: Martabat wajah Anda utuh tetapi meminta-minta meleburkannya; oleh karena itu, lihatlah dengan hati-hati di hadapan siapa Anda meleburkannya. 357. Amirul Mukminin as berkata: Memuji melebihi yang sebenarnya adalah menjilat; memuji secara kurang adalah karena ketidakmampuan berbicara atau karena iri hati. 358. Amirul Mukminin as berkata: Dosa yang paling parah adalah yang dianggap ringan oleh pelakunya. 359. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang melihat kekurangan-kekurangannya sendiri akan menjauh dari melihat kekurangan orang lain. Orang yang merasa bahagia dengan rezeki yang diberikan Allah kepadanya, tidak akan bersusah hati atas apa yang tidak diperolehnya. Orang yang menghunus pedang pendurhakaan akan terbunuh olehnya. Orang yang berjuang tanpa sarana, akan musnah. Orang yang memasuki gelombang beigejolak, akan tenggelam. Orang yang mengunjungi tempat-tempat maksiat, akan disalahkan. Orang yang berbicara lebih banyak, membuat kekeliman lebih banyak. Orang yang berbuat lebih banyak kesalahan menjadi tak bermalu. Orang yang tak bermalu menjadi kurang takut kepada Allah. Orang yang kurang takut kepada Allah, hatinya mati. Orang yang hatinya mati akan memasuki neraka. Orang yang mengamati kekurangan orang lain dan mencelanya lalu menerimanya bagi dirinya sendiri adalah yang sesungguhnya tolol. Kepuasan adalah modal yang tidak berkurang. Orang yang banyak mengingat kematian, puas dengan nikmat kecil dunia ini. Orang yang mengetahui bahwa kata-katanya adalah juga bagian dari tindakannya, berbicara lebih sedikit kecuali di mana ia mempunyai suatu tujuan. 360. Amirul Mukminin as berkata: Penindas (orang lalim) di kalangan manusia mempunyai tiga tanda: ia menindas atasannya dengan mendurhakainya, dan (menindas) bawahannya dengan menekankan wewenangnya, dan ia mendukung penindas lainnya. 361. Amirul Mukminin as berkata: Pada ujung kesulitan datang kebebasan; dan pada mengetatnya rantai cobaan, datang kemudahan. 362. Amirul Mukminin as berkata kepada salah seorang sahabatnya: Jangan persembahkan terbanyak dari kegiatan Anda kepada istri dan anak-anak Anda. Karena, apabila istri dan anak-anak Anda itu pencinta Allah, maka la tidak akan meninggalkan mereka tak terurus, dan apabila mereka itu musuh Allah, maka mengapa Anda harus mencemaskan dan menyibukkan diri mengurusi musuh Allah. 363. Amirul Mukminin as berkata: Cacat yang paling buruk ialah memandang cacat (pada orang lain), padahal cacat itu ada pada diri Anda. 364. Seseorang mengucapkan selamat kepada seorang lain di kehadiran Amirul Mukminin as atas kelahiran seorang putra dengan mengatakan, “Selamat mendapatkan penunggang kuda.” Lalu Amirul Mukminin as berkata: Jangan berkata begitu. Katakanlah, “Anda berkesempatan bersyukur kepada Allah Yang Maha Pemberi, dan berbahagialah dengan apa yang telah diberikan kepada Anda. Semoga ia mencapai usia sepenuhnya dan Anda ikut mendapatkan kebajikannya.” 365. Salah seorang pejabat Amirul Mukminin as membangun sebuah rumah mewah, yang tentang itu Amirul Mukminin as berkata: Ini mata uang perak yang menonjolkan wajahnya. Pastilah mmah ini berbicara tentang kekayaan Anda. 366. Dikatakan kepada Amirul Mukminin as, “Apabila seseorang ditinggalkan dalam rumahnya dan pintunya tertutup, dari mana rezekinya akan sampai kepadanya?” la menjawab: Dari jalan mana saja kematiannya akan mencapainya. 367. Ketika menyatakan belasungkawa di kalangan orang yang kematian, Amirul Mukminin as berkata: Hal ini tidak dimulai dari Anda dan tidak pula berakhir dengan Anda. Sahabat Anda ini sedang dalam perjalanan, dan karena itu lebih baik anggaplah ia masih dalam perjalanan. la akan bergabung dengan Anda atau Anda akan bergabung dengan dia. 368. Amirul Mukminin (as) berkata: Wahai manusia, biarlah Allah melihat takwa Anda di saat bahagia sebagaimana Anda takut di saat kesusahan. Sesungguhnya orang yang diberi kelapangan (hidup) dan tidak menganggapnya sebagai sarana pendekatan periahan-lahan ke arah cobaan, memandang dirinya aman terhadap apa yang harus ditakuti; sementara orang yang tertimpa kesempitan tetapi tidak memandangnya sebagai ujian, kehilangan ganjaran yang dihasratkan. 369. Amirul Mukminin as berkata: Wahai para hamba hawa nafsu, pangkaslah dia karena orang yang bersandar kepada dunia ini tidak mendapatkan apa-apa darinya kecuali pedihnya kesukaran. Wahai manusia, pikullah sendiri pendidikan diri Anda dan berpalinglah dari dikte kecenderungan alami Anda. 370. Amirul Mukminin as berkata; Janganlah menganggap ungkapan yang diucapkan seseorang sebagai buruk apabila Anda dapat menemukan kemungkinannya mengandung suatu kebaikan. 371. Amirul Mukminin as berkata: Apabila Anda memerlukan Allah Ysang Mahasuci, maka mulailah dengan memohon salawat Allah atas Nabi-Nya kemudian mintalah keperluan Anda, karena Allah terlalu pemurah untuk menerima salah satu dari dua permohonan yang diajukan kepada-Nya dan menolak yang lainnya. 372. Amirul Mukminin (as) berkata: Orang yang cemburu akan kehormatannya hendaklah menjauhi pertengkaran. 373. Amirul Mukminin as berkata: Bergegas sebelum waktu yang tepat atau menunda setelah kesempatan yang tepat, kedua-duanya tolol. 374. Amirul Mukminin as berkata: Jangan bertanya tentang hal-hal yang tak akan terjadi karena cukup banyak yang perlu Anda cemaskan. 375. Amirul Mukminin as berkata: Pikiran adalah cermin yang jemih, dan mengambil pelajaran (dari keadaan sekitar) memberikan peringatan dan nasihat. Cukuplah untuk memperbaiki diri Anda bila Anda mengelakkan apa yang Anda anggap buruk pada orang lain. 376. Amirul Mukminin as berkata: Ilmu berhubungan dengan amal. Oleh karena itu, maka orang yang berilmu harus beramal, karena pengetahuan memanggil amal; jika ada jawaban alangkah baiknya, apabila tidak, maka ilmu itu berpisah dari dia. 377. Amirul Mukminin as berkata: Wahai manusia, kekayaan dunia ini adalah seperti rumput yang membawa wabah; karena itu, menghindarlah dari lahan penggembalaan ini. Meninggalkannya lebih baik daripada tinggal dengan damai di dalamnya, dan bagiannya yang cukup untuk rezeki lebih membawa kebahagiaan daripada kekayaannya. Kesengsaraan telah ditetapkan bagi mereka yang kaya di sini, sedang kesenangan telah ditentukan bagi orang-orang yang menjauh darinya. Apabila seseorang tertarik oleh gemerlapnya, ia membutakan kedua matanya, dan apabila seseorang beroleh kegairahan kepadanya, maka ia memenuhi hatinya dengan kesedihan yang tems berubah-ubah di bagian hitam hatinya, suatu kesedihan mencemaskannya dan yang lain memberikan kepedihan kepadanya. Ini berlangsung terus sampai cekikan kematian berhasil mengejamya. la dilemparkan kepada keterbukaan sementara kedua kuil (perbendaharaan) hatinya diputuskan hubungannya. Mudah bagi Allah untuk mematikannya dan (mudah) bagi kawan-kawannya untuk memasukkannya ke dalam kubur. Orang mukmin melihat dunia dengan mata yang mengambil pelajaran dan mengambil darinya cukup, makanan untuk keperluan yang paling sedikit. la mendengar di dalamnya dengan telinga kebencian dan permusuhan. Apabila dikatakan (tentang seseorang) bahwa ia telah menjadi kaya, dikatakan pula bahwa ia telah jatuh miskin; dan apabila kesenangan ditinggalkan pada kehidupan seseorang, kematian dirasakan atas kematiannya. Inilah keadaannya, walaupun belum tiba harinya berpatah hati. 378. Amirul Mukminin as berkata: Sesungguhnya Allah telah meletakkan ganjaran atas ketaatan kepada-Nya dan hukuman atas dosa terhadap-Nya, untuk menyelamatkan manusia dari hukuman-Nya dan menggiring mereka ke surga. 379. Amirul Mukminin as berkata: Suatu saat akan datang ketika tak ada yang tertinggal dari Al-Qur’an kecuali tulisannya, dan tak ada (yang tertinggal) dari Islam selain namanya. Masjid di hari-hari itu akan sibuk dengan urusan pembangunan tetapi sepi dari bimbingan. Orang yang tinggal di dalamnya dan mereka yang mengunjunginya adalah yang terbumk di muka bumi. Dari mereka kejahatan akan muncul dan kepada mereka semua kebatilan akan berpaling. Apabila seseorang memisahkan diri darinya, mereka akan melemparkannya kembali ke situ; dan apabila seseorang melangkah mundur darinya, mereka akan mendorongnya kepadanya. Allah Mahasuci bersabda (dalam sebuah Hadits Qudsi), “Aku bersumpah demi Diri-Ku sendiri bahwa Aku akan mengirimkan kepada mereka suatu cobaan (fitnah) di mana orang yang sabar (halim) akan kebingungan,” dan la akan berbuat demikian. Kami memohon keampunan Allah dari terantuk karena lalai. 380. Diriwayatkan bahwa jarang Amirul Mukminin as naik ke mimbar tanpa mengucapkan yang berikut ini sebelum berkhotbah: Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah, karena manusia tidak diciptakan sia-sia sehmgga boleh menyia-nyiakan dirinya; tidak pula ia dibiarkan tanpa diurusi sehingga ia boleh berbuat sia-sia. Dunia yang nampak indah baginya ini tidak mungkin merupakan pengganti dunia akhirat yang nampak buruk di matanya, tidak pula orang yang sia-sia akan berhasil di dunia akhirat walaupun sedikit. 381. Amirul Mukminin as berkata: Tak ada keistimewaan yang lebih tinggi dari Islam, tak ada kemuliaan yang lebih mulia daripada takwa kepada Allah, tak ada tempat perlindungan yang lebih baik daripada menahan diri, tak ada perantara yang lebih efektif dari taubat, tak ada perbendaharaan yang lebih berharga daripada kepuasan, dan tak ada kekayaan yang lebih besar sebagai penghindar kemiskinan daripada merasa puas dengan sekadar rezeki. Orang yang membataskan diri pada apa yang sekadar cukup untuk hidup mencapai kesenangan dan mempersiapkan tempat kediaman dalam kelapangan. Hasrat hawa nafsu adalah kunci kepada kesedihan dan pembawa kesusahan. Keserakahan, kesia-siaan dan dengki adalah perangsang untuk jatuh ke dalam dosa, dan kejahatan adalah kum-pulan semua kebiasaan buruk. 382. Amirul Mukminin as berkata kepada Jabir ibn ‘Abdullah al-Anshari: Wahai Jabir, orang utama dalam agama dan dunia ada empat orang: ulama (orang berilmu) yang bertindak berdasarkan ilmunya, orang bodoh yang tak merasa malu untuk belajar, dermawan yang tidak kikir bagi dirinya sendiri, dan orang miskin yang tidak menjual kehidupannya yang akan datang dengan keuntungan duniawinya. Akibataya, bilamana si ulama menyia-nyiakan pengetahuannya, orang bodoh akan merasa malu belajar; dan bilamana si dermawan kikir terhadap dirinya sendiri, maka orang miskin akan menjual dirinya dengan keuntungan duniawi. Wahai Jabir, apabila nikmat Allah melimpah pada seseorang, maka keperluan manusia kepadanya juga melimpah. Oleh karena itu, barangsiapa yang memenuhi semua kewajibannya kepada Allah dalam hal ini, maka la akan memelihara (nikmat Allah) itu secara berkelanjutan dan langgeng, sedang orang yang tidak memenuhi kewajiban-kewajiban itu akan menyebabkan harta itu membusuk dan binasa. 383. Ibn Jarir Thabari, dalam buku sejarahnya (Tarikh, II, h. 1086) dan Ibn Atsir (Tarikh, IV, h. 478) meriwayatkan dari ‘Abdur-Rahman ibn Abi Laila, faqih, yang adalah salah satu dari orang yang telah bangkit dengan (‘Abdur-Rahman) Ibn Asy’ats untuk berperang melawan Hajjaj, bahwa ia (Ibn Laila) sedang menyuruh manusia untuk berjihad dengan mengingatkan mereka bahwa pada saat pertempuran dengan orang Suriah ia mendengar Amirul Mukminin as berkata: Wahai kaum mukmin, barangsiapa melihat perbuatan melampaui batas sedang dilakukan dan orang sedang dipanggil kepada kejahatan, lalu ia mencelanya dengan hatinya, ia selamat dan bebas dari tanggung jawab untuk itu, dan barangsiapa mencelanya dengan lidah akan diganjari dan berada dalam kedudukan yang lebih tinggi daripada yang (hanya) mencelanya dalam hati; tetapi barangsiapa yang mencelanya dengan pedangnya agar kalimat Allah tetap tinggi dan kata-kata penentangnya tetap rendah, ia beroleh pegangan pada jalan petunjuk dan berdiri pada jalan yang benar, sedang hatinya dismari dengan keyakinan. 384. Suatu ucapan lain dengan nada yang sama berbunyi sebagai berikut: Di antara mereka (Ummat Islam) ada yang menegah kemungkaran dengan tangan, lidah dan hati. Orang ini telah menggunakan dengan sempurna kebiasaan bajik itu. Kemudian ada orang yang mencegah kemungkaran dengan lidahnya dan hatinya tetapi tidak dengan tangan. Orang ini hanya menggunakan dua kebiasaan bajik tetapi tidak menggunakan yang satu. Ada yang ketiga yang mencegah kemungkaran dengan hati tetapi tidak dengan lidah dan tangan. Ini orang yang tidak mempunyai kedua kualitas yang lebih baik dari yang tiga dan hanya memegang yang satu. Kemudian ada pula orang yang tidak menegah kemungkaran dengan lidah, hati ataupun tangan. la hanyalah orang mati di kalangan orang hidup. Semua amal kebajikan, termasuk perang atas nama Allah, dibandingkan dengan anjuran berbuat baik dan mencegah kemungkaran, hanyalah seperti meludah di laut dalam. Anjuran kepada yang baik dan mencegah yang mungkar tidak membawa kematian menjadi lebih dekat dan tidak pula mengurangi rezeki. Dan yang lebih baik dari semua ialah mengucapkan ungkapan yang benar di hadapan penguasa yang lalim. 385. Diriwayatkan bahwa Abu Juhaifah mengatakan bahwa ia mendengar Amirul Mukminin as berkata: Jihad pertama dengan apa Anda akan digagahi ialah perjuangan dengan tangan, kemudian dengan lidah Anda, dan kemudian dengan hati Anda. Akibatnya, orang yang tidak mengakui kebajikan dengan hatinya atau yang tidak mencegah kemungkaran akan dijungkir-balikkan. Jadi, bagian atasnya akan dijungkirkan ke bawah dan bagian bawahnya akan diputar ke atas. 386. Amirul Mukminin as berkata: Sesungguhnya kebenaran itu berat dan sehat, sedang kebatilan itu ringan dan menular. 387. Amirul Mukminin as berkata: Jangan merasa aman dari hukuman Allah sekalipun orang terbaik di seluruh umat, karena Allah Yang Mahatinggi berkata, “Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. 7:99). Dan lagi, janganlah berputus asa, bahkan bagi manusia terburuk dari umat, karena Allah berfirman, “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. 12:87) 388. Amirul Mukminin as berkata: Kekikiran mengandung segala macam keburukan lainnya, dan ia adalah kendali yang dengan itu manusia dapat dijuruskan ke setiap macam keburukan. 389. Amirul Mukminin as berkata: Ada dua jenis rezeki: rezeki yang Anda cari dan rezeki yang mencari Anda; apabila Anda tak mencapainya, ia akan datang kepada Anda. Karena itu janganlah Anda palingkan kecemasan Anda sehari ke dalam kecemasan Anda setahun. Apa saja yang Anda dapat setiap hari akan cukup bagi Anda untuk hari itu. Apabila Anda hidup sepanjang tahun sekalipun, Allah Yang Mahatinggi akan memberikan kepada Anda setiap hari berikut apa yang telah ditentukannya sebagai bagian Anda. Apabila Anda tidak akan hidup setahun, mengapa, maka Anda mencemaskan apa yang bukan untuk Anda? Tak ada pencari yang akan mencapai rezeki Anda sebelum Anda, dan tak seorang pun mengalahkan Anda dalam urusan rezeki. Begitu pula, apa yang telah ditentukan sebagai bagian Anda tak akan tertunda bagi Anda. Sayid Radhi mengatakan: Ucapan ini telah muncul di suatu tempat lain dalam pasal ini, tetapi di sini lebih jelas dan rinci. Inilah sebabnya, maka kami mengulanginya sesuai dengan prinsip yang diletakkan pada pengantar buku ini. 390. Amirul Mukminin as berkata: Banyak orang menghadapi suatu hari yang sesudah itu ia tidak mendapatkan hari lain, dan banyak orang berada dalam kedudukan yang patut diiri di bagian malam yang lebih dini, tetapi ditangisi oleh wanita-wanita yang meratap di bagian malam yang lebih kemudian. 391. Amirul Mukminin as berkata: Kata-kata berada dalam kendali Anda sebelum Anda mengucapkannya. Tetapi setelah Anda mengucapkannya, maka Anda berada di bawah kendalinya. Karena itu jagalah lidah Anda seperti Anda menjaga emas dan perak Anda, karena sering suatu ucapan merenggut nikmat dan mengundang hukuman. 392. Amirul Mukminin as berkata: Jangan katakan apa yang tidak Anda ketahui; malah, jangan katakan semua yang Anda ketahui, karena Allah telah meletakkan beberapa kewajiban bagi semua anggota badan Anda yang dengan itu la akan mengajukan hujah melawan Anda di Hari Pengadilan. 393. Amirul Mukminin as berkata: Takutlah jangan sampai Allah melihat Anda sementara Anda berbuat dosa kepada-Nya, atau tidak melihat Anda menaati-Nya bilamana telah waktunya untuk menaati-Nya dan sebagai hasilnya Anda menjadi orang yang merugi. Karena itu, bilamana Anda kuat, jadilah kuat dalam menaati Allah, dan bilamana Anda lemah jadilah lemah dalam berbuat dosa kepada-Nya. 394. Amirul Mukminin (as) berkata: Bersandar pada dunia ini padahal Anda telah melihat apa yang ada padanya, adalah tolol; dan tertinggal dalam perbuatan baik bilamana Anda yakin akan ganjaran baik atasnya, jelaslah merupakan kerugian; sedang mempercayai seseorang sebelum mengujinya adalah kelemahan. 395. Amirul Mukminin as berkata: (Bukti dari) kerendahan dunia ini di hadapan Allah ialah bahwa hanya di sini la tidak ditaati, dan nikmat-nikmat-Nya tak tercapai kecuali dengan meninggalkannya. 396. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang mencari sesuatu, akan mendapatkannya; paling tidak sebagian darinya. 397. Amirul Mukminin (as) berkata: Kebaikan bukanlah kebaikan bila setelah itu ada neraka; dan kesulitan bukanlah kesulitan bila sesudah itu ada surga. Setiap kebahagiaan selain surga adalah kecil dan setiap bencana selain neraka adalah kesenangan. 398. Amirul Mukminin (as) berkata: Hati-hatilah, kemiskinan adalah bencana, tetapi lebih buruk dari kemiskinan adalah sakitnya badan, sementara lebih buruk dari sakitnya badan adalah penyakit hati. Hati-hatilah, kelimpahan harta adalah suatu nikmat, tetapi yang lebih baik dari kelimpahan harta adalah kelimpahan kesehatan badan, sedang yang lebih baik lagi dari kesehatan badan ialah kesucian hati. 399. Amirul Mukminin as berkata: Barangsiapa yang tindakannya tertahan di belakang, silsilahnya tak dapat menempatkannya di depan. Dalam versi lain dikatakan: Barangsiapa tidak mendapatkan prestasi pribadinya, ia tak dapat diuntungkan oleh prestasi nenek moyangnya. 400. Amirul Mukminin as berkata: Waktunya orang mukmin mempunyai tiga kurun: waktu ketika ia dalam komunikasi dengan Allah, waktu ketika ia berusaha untuk rezekinya, dan waktu ketika ia menikmati apa yang halal dan menyenangkan. Tak pantas bagi seorang bijaksana untuk menjauh (dari rumahnya) kecuali karena tiga urusan, yakni untuk tujuan beroleh pendapatan, atau pergi untuk sesuatu demi kehidupan di akhirat, atau untuk menikmati apa yang tak dilarang. 401. Amirul Mukminin as berkata: Berpantanglah dari dunia sehingga Allah menunjukkan kepada Anda kejahatannya yang sesungguhnya, dan janganlah lalai karena (dalam keadaan bagaimanapun) Anda tak akan dilalaikan. 402. Amirul Mukminin as berkata: Bicaralah supaya Anda dikenal, karena orang tersembunyi di bawah lidahnya. 403. Amirul Mukminin (as) berkata: Ambillah kenikmatan dunia yang datang kepada Anda, dan menjauhlah dari yang menjauh dari Anda. Apabila Anda tak dapat berlaku demikian, berlaku sederhanalah dalam pencarian Anda. 404. Amirul Mukminin as berkata: Banyak ungkapan yang lebih efektif dari serangan. 405. Amirul Mukminin as berkata: Setiap hal yang kecil yang memuaskan adalah cukup. 406. Amirul Mukminin as berkata: Biarlah mati, asal jangan hina. Biarlah kecil asal tidak melalui orang lain. Orang yang tidak mendapatkan sementara duduk, tidak pula akan mendapatkan dengan berdiri. Dunia mempunyai dua hari, satu bagi Anda dan satu terhadap Anda. Bilamana hari itu untuk Anda, janganlah merasa bangga, tetapi bilamana ia terhadap Anda, bersabarlah atasnya. 407. Amirul Mukminin as berkata: Bau yang terbaik adalah kesturi; bobotnya ringan sedang baunya penuh harum. 408. Amirul Mukminin as berkata: Janganlah bersombong, lepaskan tipu-diri, dan ingatlah akan kuburan Anda. 409. Amirul Mukminin as berkata: Anak mempunyai hak atas ayahnya sedang si ayah pun mempunyai hak atas si anak. Hak ayah atas si anak ialah bahwa si anak harus menaati si ayah dalam segala hal kecuali dalam berbuat dosa kepada Allah Yang Mahasuci, sedang hak si anak atas si ayah adalah bahwa ia harus memberikan kepadanya nama yang bagus, memberikan kepadanya pendidikan yang baik, dan mengajarinya Al-Qur’an. 410. Amirul Mukminin as berkata: Pengaruh buruk penglihatan adalah hak, kepesonaan adalah hak, sihir adalah hak, dan mengambil pertanda baik adalah haK; dan penyeoaran suatu penyakit adalah hak, sedang mengambil pertanda buruk tidak hak, dan penyebaran penyakit dari yang satu kepada yang lainnya adalah tidak hak. Bau memberikan kesenangan, madu memberikan kesenangan, dan melihat yang hijau-hijau memberikan kesenangan. 411. Amirul Mukminin as berkata: Kedekatan dengan manusia dalam akhlak mereka menimbulkan keamanan dari kejahatan mereka. 412. Seseorang mengucapkan suatu ungkapan di atas kedudukannya, lalu Amirul Mukminin as berkata kepadanya: Anda telah mulai terbang segera setelah tumbuh bulu dan mulai mengomel sebelum mencapai usia remaja (saqb). Sayid Radhi mengatakan: Di sini syakir berarti bulu-bulu yang pertama tumbuh pada burung sebelum cukup kuat untuk terbang. Dan saqb berarti unta muda yang tidak menggerutu kecuali apabila ia menjadi besar. 413. Amirul Mukminin as berkata: Barangsiapa menghasratkan pertentangan, tak akan mendapatkan sarana keberhasilan. 414. Ketika ditanyai arti “La haula wa la quwwata illa billah” (tiada daya dan tiada kekuatan kecuali pada Allah), Amirul Mukminin as berkata: Kita sama sekali bukan majikan bersama dengan Allah atas apa pun, dan kita bukanlah majikan selain yang dijadikan-Nya kita majikannya., maka ketika la menjadikan kita majikan atas sesuatu yang tentang itu la adalah Majikan Yang Tertinggi ketimbang kita, la juga menetapkan beberapa kewajiban kepada kita; dan bilamana la mengambilnya, maka la akan mengambil kewajiban-kewajiban itu juga. 415. Amirul Mukminin as mendengar ‘Ammar ibn Yasir bercakap-cakap dengan Mughirah ibn Syu’bah, lalu ia berkata: Biarkanlah dia, wahai ‘Ammar, karena ia telah memasuki agama hanya sejauh mendapatkan keuntungan dari dunia, dan ia dengan sengaja melibatkan diri dalam keraguan agar dapat mengambilnya sebagai penutup kekurangannya. 416. Amirul Mukminin as berkata: Adalah baik bagi orang kaya untuk menunjukkan kerendahan di hadapan orang miskin demi mendapatkan ganjaran dari Allah, tetapi lebih baik dari itu ialah kebanggaan orang miskin terhadap orang kaya berupa keyakinan kepada Allah. 417. Amirul Mukminin as berkata: Allah tidak memberikan kebijaksanaan kepada seseorang melainkan pada suatu hari la akan menyelamatkannya dari keruntuhan dengan pertolongan (kebijaksanaan) itu. 418. Amirul Mukminin as berkata: Barangsiapa bertabrak dengan kebenaran, akan terpukul jatuh olehnya. 419. Amirul Mukminin as berkata: Hati adalah kitabnya mata. 420. Amirul Mukminin as berkata: Takut kepada Allah adalah tabiat utama watak manusia. 421. Amirul Mukminin as berkata: Jangan Anda cobakan ketajaman lidah Anda terhadap Dia yang memberikan kepada Anda kemampuan berbicara, janganlah pula (anda coba) kefasihan bicara Anda terhadap Dia yang menempatkan Anda di jalan yang benar. 422. Amirul Mukminin (as) berkata: Cukuplah bagi disiplin Anda sendiri bila Anda berpantang dari apa yang tidak Anda sukai pada orang lain. 423. Amirul Mukminin as berkata: Orang harus sabar sebagai orang merdeka, atau diam sebagai orang bodoh. Pada suatu riwayat lain diriwayatkan bahwa Amirul Mukminin as berkata kepada Asy’ats ibn Qais berupa belasungkawa: “Bersabarlah sebagai orang besar atau Anda akan lupa sebagai hewan.” 424. Amirul Mukminin as berkata tentang dunia: la menipu, ia merugikan dan ia melintas lewat. Allah tidak menyukainya sebagai ganjaran bagi para pencinta-Nya, dan tidak pula sebagai hukuman bagi musuh-musuh-Nya. Sesungguhnya manusia dunia ini adalah seperti para penumpang yang segera setelah mereka turun pengemudi berteriak kepada mereka lalu mereka mereka berbaris pergi. 425. Amirul Mukminin as berkata kepada putranya Hasan as: Jangan tinggalkan apa pun dari dunia ini, karena Anda akan meninggalkannya untuk dua jenis orang: orang yang menggunakannya untuk menaati Allah dan karenanya ia akan mendapatkan kebaikan melalui apa yang buruk bagi Anda, atau orang yang akan menggunakannya untuk melanggar perintah Allah dan karenanya ia mendapatkan keburukan dengan apa yang Anda kumpulkan untuk dia, dan dengan demikian Anda menolong dia dalam dosanya; dan tiada dari keduanya yang patut Anda pilih atas diri Anda sendiri. Sayid Radhi berkata: Ucapan ini juga diriwayatkan dalam suatu versi lain, yakni, “Apa saja dari dunia ini yang sekarang ada pada Anda ada bersama orang-orang lain sebelum Anda, dan akan beralih ke beberapa orang lain sesudah Anda. Jadi, Anda sedang mengumpulkan apa-apa untuk salah satu dari dua jenis manusia: orang yang menggunakan apa yang Anda kumpulkan dalam ketaatan kepada Allah dan untuk mendapatkan kebajikan dengan apa yang buruk bagi Anda, atau orang yang menggunakannya dalam melanggar perintah Allah dan karenanya Anda akan mendapatkan kejahatan atas apa yang Anda kumpulkan. Dan tak satu dari kedua (hal) ini yang akan lebih patut Anda sukai ketimbang diri Anda sendiri, atau yang untuknya Anda patut membebani diri Anda . Oleh karena itu, maka harapkanlah rahmat Allah bagi yang telah meninggal dan rezeki llahi bagi dia yang masih hidup. 426. Seseorang mengucapkan, “Astaghfirullah” (saya memohon ampunan kepada Allah), lalu Amirul Mukminin as berkata: “Ibu Anda boleh menangisi Anda; Anda tak tahu apa arti astaghfirullah. Astaghfirullah dimaksudkan bagi orang-orang yang berkedudukan tinggi. Kata itu berdiri di atas enam topangan. Yang pertama ialah bertaubat atas yang lalu-lalu; yang kedua, bertekad sungguh-sungguh untuk tidak kembali kepadanya; yang ketiga ialah memenuhi hak-hak manusia supaya Anda menemui Allah dengan bersih tanpa ada sesuafu untuk dipertanggungjawabkan; yang keempat memenuhi setiap kewajiban yang Anda abaikan (di waktu lalu) sehingga sekarang Anda boleh berlaku adil atasnya; yang kelima mengenai daging yang tumbuh sebagai hasil rezeki yang haram agar Anda dapat meleburkannya dengan kesedihan (karena bertaubat) sampai kulit menyentuh tulang, dan tumbuh daging baru di antara (kulit dan tulang) itu; dan yang keenam ialah membuat tubnh merasakan keperihannya ketaatan sebagaimana (dahulunya) Anda membuatnya merasakan manisnya pelanggaran. Pada keadaan semacam itu Anda boleh mengatakan, “Astaghfirullah”. 427. Amirul Mukminin as berkata: Kearifan adalah (ibarat) keluarga. 428. Arnirul Mukminin as berkata: Betapa sengsaranya anak Adam; ajalnya tersembunyi, sakitnya tersimpan, perbuatannya terpelihara, sengatan nyamuk menyakitinya, tercekik menyebabkan kematiannya, dan keringat memberikan kepadanya bau busuk. 429. Diriwayatkan bahwa Amirul Mukminin as sedang duduk-duduk dengan para sahabatnya ketika seorang wanita cantik lewat dan mereka mulai melihat kepadanya. Atasnya Amirul Mukminin as berkata: “Mata para lelaki ini serakah, dan lirikan ini adalah penyebab mereka menjadi rakus. Bilamana seseorang di antara Anda melihat seorang wanita yang menarik hatinya, hendaklah ia menemui istrinya, karena setiap wanita adalah wanita.” Lalu salah seorang Khariji berkata, “Semoga Allah membunuh si kafir ini. Betapa logisnya dia!” Orang-orang lalu melompat ke arah Khariji untuk membunuhnya, tetapi Amirul Mukminin (as) berkata: “Tunggu sebentar. Haruslah penghinaan untuk penghinaan, atau maaf dari si terlanggar.” 430. Amirul Mukminin as berkata: Cukuplah apabila kebijaksanaan Anda membedakan untuk Anda jalan-jalan sesat dari jalan-jalan petunjuk. 431. Amirul Mukminin as berkata: Berbuat baiklah dan janganlah memandang suatu bagian darinya kecil, karena kecilnya itu besar dan sedikitnya banyak. Tak seorang pun di antara Anda boleh mengatakan bahwa “orang lain lebih patut dari saya dalam berbuat baik”; bilamana demikian, demi Allah, maka hal itu akan benar-benar menjadi begitu. Ada manusia yang (berbuat) baik dan (ada yang berbuat) jahat. Bilamana Anda meninggalkan salah satu dari keduanya orang-orang lain akan melakukannya. 432. Amirul Mukminin as berkata: Barangsiapa membenahi sisi batinnya, Allah membenahi sisi lahimya. Barangsiapa berbuat amal bagi agamanya, Allah melaksanakan perbuatannya di dunia ini. Barangsiapa yang urusan antara dia dan Allah baik, Allah membuat urusan antara dia dan orang lain menjadi baik. 433. Amirul Mukminin as berkata: Sabar (hilm) adalah tirai untuk menutupi, dan akal adalah pedang yang tajam. Karena itu simpanlah kelemahan dalam perilaku Anda dengan kesabaran Anda, dan bunuhlah hawa nafsu Anda dengan akal Anda. 434. Amirul Mukminin (as) berkata: Ada beberapa orang yang Allah khususkan dengan nikmat untuk kemanfaatan manusia; oleh karena itu la menyerahkannya di tangan mereka sepanjang mereka memberikannya kepada orang lain; tetapi bilamana mereka tak mau memberikannnya kepada orang lain, la mengambilnya dari mereka dan mengirimkannya kepada orang lain. 435. Amirul Mukminin as berkata: Tak pantas seorang lelaki mengandalkan dua hal: kesehatan dan harta; karena banyak orang yang Anda lihat sehat tetapi segera jatuh sakit, dan banyak orang yang kaya yang menjadi miskin. 436. Amirul Mukminin as berkata: Barangsiapa mengeluhkan kebutuhannya kepada seorang mukmin, adalah seperti ia telah mengeluh kepada Allah; tetapi barangsiapa mengeluhkannya kepada orang kafir seakan-akan ia mengeluhkan Allah. 437. Amirul Mukminin as berkata pada suatu hari ‘ld (Hari Raya): Ini hari raya bagi orang yang puasanya diterima Allah dan yang atas salatnya Allah berterima kasih; dan (sesungguhnya) setiap hari di mana tak dilakukan dosa terhadap Allah adalah ‘Id. 438. Amirul Mukminin as berkata: Pada Hari Pengadilan, penyesalan yang terbesar akan dirasakan oleh orang yang mendapatkan kekayaan melalui cara-cara dosa, tetapi diwarisi oleh orang yang membelanjakannya dalam menaati Allah Yang Mahasuci dan diganjari surga karenanya, sementara orang pertama itu masuk neraka karenanya. 439. Amirul Mukminin as berkata: Yang terburuk dalam tawar-menawar dan yang paling tak berhasil dalam perjuangan ialah orang yang berusaha keras mencari kekayaan tetapi nasib tidak menolongnya dalam tujuannya, dan sebagai akibatnya ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan sedih sementara di akhirat pun ia akan menghadapi akibat-akibat buruknya. 440. Amirul Mukminin as berkata: Rezeki ada dua macam: yang mencari dan yang dicari. Karena itu, maka orang yang sangat menghasratkan dunia ini, maut mengikutinya sampai ia memalingkannya keluar darinya; tetapi orang yang menghasratkan akhirat, kelapangan dunia sendiri mencarinya, dan ia menerima rezeki darinya. 441. Amirul Mukminin as berkata: Para pencinta Allah adalah orang-orang yang melihat sisi batin dari dunia, sedang orang lain melihat sisi lahirnya; mereka menyibukkan diri dengan manfaatnya yang lebih jauh sementara orang lain naenyibukkan diri dalam manfaat yang segera. Mereka membunuh hal-hal yang mereka takuti akan membunuh mereka, dan mereka tinggalkan di dunia ini apa yang mereka pandang akan meninggalkan mereka. Mereka menganggap penumpukan harta oleh orang lain sebagai hal kecil dan menganggapnya sebagai merugi. Mereka adalah musuh hal-hal yang dicintai orang lain, sementara mereka mencintai hal-hal yang dibenci orang lain. Melalui mereka Al-Qur’an dipelajari, dan mereka diberi pengetahuan melalui Al-Qur’an. Bagi mereka Al-Qur’an adalah langgeng sementara mereka bersiteguh pada Al-Qur’an. Mereka tidak melihat suatu obyek harapan lebih dari yang mereka harap dan tak ada obyek ketakutan di atas apa yang mereka takuti. 442. Amirul Mukminin as berkata: Ingatlah bahwa kesenangan akan berlalu sedang akibatnya akan tinggal. 443. Amirul Mukminin (as) berkata: Ujilah seseorang, maka Anda akan membencinya. Sayid Radhi berkata: Sebagian orang mengatakan bahwa ucapan ini berasal dari Nabi SAWW, tetapi yang menguatkan bahwa itu ucapan Amirul Mukminin as ialah pernyataan yang diriwayatkan oleh Tsa’lab dari Ibn ‘Arabi yakni bahwa Khalifah al-Ma’mun berkata: Apabila ‘Ali tidak mengatakan ukhbur taqlihi” (Ujilah sesorang, maka Anda akan membencinya), maka saya akan sudah mengatakan, “aqlihi takhbur” (Bencilah dia untuk mengujinya). 444. Amirul Mukminin (as) berkata: Tidaklah Allah akan membiarkan pintu syukur terbuka bagi seseorang dan menutup pintu kelimpahan atasnya, atau membuka pintu doa bagi seseorang dan menutup pintu penerimaan atasnya, atau membuka pintu taubat bagi seseorang dan menutup pintu keampunan baginya. 445. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang paling pantas untuk kedudukan mulia ialah orang yang menurun dari orang-orang mulia. 446. Amirul Mukminin as ditanyai mana yang lebih baik dari kedua hal ini: keadilan atau kedermawanan. Amirul Mukminin as menjawab: Keadilan menempatkan hal-hal pada tempatnya, sementara kedermawanan mengambilnya keluar dari arah-arahnya; keadilan adalah pengurus umum sedang kedermawanan adalah manfaat khusus., maka keadilan lebih utama dari antara keduanya. 447. Amirul Mukminin as berkata: Manusia adalah musuh dari apa yang tidak diketahuinya. 44B. Amirul Mukminin as berkata: Keseluruhan zuhud terbatas di antara ungkapan Al-Qur’an. Allah Yang Mahasuci berfirman, “Supaya kamu jangan berduka-cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. 57:23) Barangsiapa tidak bersedih atas apa yang tak diperolehnya dan tidak bergembira ria atas apa yang datang kepadanya, mendapatkan zuhud dari kedua sisinya. 449. Amirul Mukminin as berkata: Betapa ddur mematahkan keputusan-keputusan hari itu! 450. Amirul Mukminin as berkata: Pemenntahan adalah lahan ujian bagi manusia. 451. Amirul Mukminin as berkata: Tak ada kota yang mempunyai hak lebih besar pada Anda ketimbang yang lainnya. Kota yang terbaik bagi Anda ialah kota yang melahirkan Anda. 452. Ketika kematian al-Asytar (ra) sampai kepada Amirul Mukminin as, ia berkata: Malik, bukan main Malik itu! Demi Allah, sekiranya ia gunung, ia gunung yang besar, dan apabila ia batu, ia batu yang keras; tak ada penunggang kuda yang dapat mencapainya dan tak ada burung dapat terbang di atasnya. Sayid Radhi berkata: “Find” berarti gunung yang sepi (menjulang tinggi). 453. Amirul Mukminin as berkata: Sedikityang langgeng lebih baik daripada banyak yang membawa kesedihan. 454. Amirul Mukminin as berkata: Apabila seseorang mempunyai sifat terbuka, tunggu dan lihatlah sifat-sifatnya yang lain. 455. Amirul Mukminin as berkata kepada Ghalib ibn Sha’sha’ah, ayah (penyair besar) Farazdaq dalam suatu percakapan di antara keduanya: “Bagaimana tentang jumlah untamu yang banyak?” Orang itu menjawab. “Mereka telah tersapu habis (dalam melaksanakan) kewajiban, ya Amirul Mukminin as.” Atasnya Amirul Mukminin as berkata: “Itu cara yang paling terpuji (untuk memhabiskannya). 456. Amirul Mukminin as berkata: Barangsiapa berdagang tanpa mengetahui peraturan hukum agama, maka ia akan terlibat dalam riba. 457. Amirul Mukminin as berkata: Barangsiapa memandang kesedihan kecil sebagai besar, maka Allah melibatkannya dalam kesedihan besar. 458. Annirul Mukminin as berkata: Barangsiapa hanya melihat pendapatnya sendiri, hawa nafsunya nampak enteng baginya. 459. Amirul Mukminin as berkata: Bilamana seseorang memotong sebuah lelucon, maka ia berpisah sedikit dari akalnya. 460. Amirul Mukminin as berkata: Berpalingnya Anda dari orang yang cenderung kepada Anda adalah suatu kerugian atas bagian dari keuntungan Anda, sementara kecenderungan Anda kepada orang yang berpaling dari Anda adalah penghinaan atas diri Anda sendiri. 461. Amirul Mukminin as berkata: Kekayaan dan kemiskinan akan ada setelah menghadap kepada Allah. 462. Amirul Mukminin as berkata: Zubair tetap seorang lelaki dari rumah kami sebelum anak celakanya ‘Abdullah muncul. 463. Amirul Mukminin as berkata: Apa urusan manusia dengan kesombongan. Asalnya adalah mani dan akhimya adalah bangkai, yang tak dapat memberi, makan dirinya sendiri dan tidak dapat menjauhi maut. 464. Amirul Mukminin as ditanyai tentang penyair terbesar, lalu ia berkata: Dua kelompok dari mereka tidak berjalan pada garis yang sama sehingga tidak diketahui tingginya keagungan mereka; tetapi bila hal itu harus dilakukan, maka ia adalah “Malik al-adh-Dhilil” (“Raja yang sesat”). Menurut Sayid Radhi, yang dimaksud Amirul Mukminin as ialah Imri’il-Qais. 465. Amirul Mukminin as berkata: Tak adakah orang merdeka yang dapat meninggalkan suapan (dunia) yang (sudah) terkunyah ini kepada orang yang menyukainya? Sesungguhnya satu-satunya harga bagi Anda sendiri ialah surga., maka janganlah menjual diri Anda kecuali dengan surga. 466. Amirul Mukminin as berkata: Dua orang rakus tak pernah kenyang, pencari ilmu dan pencari dunia. 467. Amirul Mukminin as berkata: Iman berarti bahwa Anda lebih menyukai kebenaran (sekalipun) bilamana hal itu mengganggu Anda, ketimbang kebatilan walaupun menguntungkan Anda; bahwa kata-kata Anda tak lebih dari tindakan Anda dan bahwa Anda takut kepada Allah bilamana berbicara tentang orang lain. 468. Amirul Mukminin as berkata: Miqdar (nasib) mengatasi taqdir sampai usaha pun menimbulkan keruntuhan. Sayid Radhi berkata: Sesuatu yang semakna dengan ini telah muncul sebelumnya namun dalam kata-kata yang berbeda. 469. Amirul Mukminin as berkata: Kesabaran dan ketabahan adalah kembaran dan merupakan hasil keberanian tinggi. 470. Amirul Mukminin as berkata: Menggunjing adalah alat orang yang lemah. 471. Amirul Mukminin as berkata: Banyak orang terjerumus ke dalam kejahatan karena dipuji-puji. 472. Amirul Mukminin (as) berkata: Dunia ini diciptakan untuk selain dari (dunia) itu sendiri dan tidak diciptaklan untuk dirinya sendiri. 473. Amirul Mukminin as berkata: Bani Umayyah mempunyai masa tertentu (mirwad) di mana mereka mempunyai jalannya. Tetapi ketika perselisihan akan timbul di kalangan mereka, maka apabila rubah saja pun menyerang mereka, maka mereha (rubah) akan mengalahkannya. Sayid Radhi berkata: “Di sini “Mirwad” adalah bentuk objek dari “irwad”, dan berarti memberi waktu, menunggu. Ini merupakan ungkapan yang fasih luar biasa dan menakjubkan. Seakan-akan Amirul Mukminin as telah rnenyerupakan masa Bani Umayyah pada area terbatas yang dimaksudkan untuk pelatihan kuda lomba di mana mereka sedang ber-lari ke ujungnya, sehingga bilamana mereka sampai ke titik ujung, maka organisasinya akan hancur.” 474. Amirul Mukminin as berkata memuji dalam kenangan kepada para Anshar: Demi Allah, mereka mengasuh Islam dengan tangan-tangan dermawan dan lidah fasih mereka seperti mengasuh anak sapi berusia setahun. 475. Amirul Mukminin (as) berkata: Mata adalah tali pengikat dari belakang. Sayid Radhi berkata:Ini metafora yang menakjubkan; seakan-akan Amirul Mukminin as menyerupakan bagian belakang tubuh dengan kantong dan menyerupakan mata dengan tali pengikat. Bilamana tali pengikat itu dilonggarkan, maka kantong itu tak dapat menahan apa-apa. Menurut pandangan yang terkenal dan masyhur, itu adalah ucapan Nabi SAWW. Al-Mubarrad menyebutkannya dalam bukunya Muqtadzab pada Bab “Kata-kata dengan Huruf Tunggal”. Kami pun telah membahas metafora ini dalam buku kami berjudul Majâzât al-Atsar an-Nabawiyyah. 476. Amirul Mukminin as berkata dalam salah satu ucapannya sendiri: Seorang penguasa datang pada kedudukan di atas mereka. la tetap adil dan membuat mereka menjadi adil sampai agama menjadi kokoh. 477. Amirul Mukminin as berkata: Suatu masa yang dahsyat akan menimpa manusia di mana orang kaya menahan miliknya dengan giginya (karena kekikiran) padahal mereka tidak disuruh berbuat demikian. Allah yang Mahasuci berfirman, “Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu.” (QS. 2:238) Pada masa itu orang jahat akan naik sementara orang bajik akan tetap rendah, dan pembelian akan dilakukan dari orang-orang tak berdaya walaupun Rasulullah SAWW telah melarang mem-beli dari orang tak berdaya. 478. Amirul Mukminin as berkata: Dua jenis manusia yang terjerumus ke dalam keruntuhan tentang saya adalah: pencinta yang berlebih-lebihan dan yang menyalahkan secara palsu. Sayid Radhi berkata:Ini segaris dengan ucapan Amirul Mukminin as yang lain: “Dua jenis manusia akan mengalami kehancuran tentang saya: pencinta yang berlebih-lebihan dan pendengki.” 479. Ketika Amirul Mukminin as ditanyai tentang Tauhid (Keesaan Allah) dan Keadilan, ia menjawab: Keesaan berarti bahwa Anda tidak menjadikan-Nya subyek keterbatasan khayalan Anda, dan keadilan berarti bahwa Anda tidak meletakkan suatu kesalahan kepada-Nya. 480. Amirul Mukminin as berkata: Tak baik berdiam diri dalam kebijaksanaan, sama sebagaimana tidak baik berbicara dalam kejahilan. 481. Amirul Mukminin as berkata dalam doanya memohon hujan: Semoga Allah menurunkan hujan kepada kami melalui awan yang tunduk, bukan melalui awan yang membangkang. Sayid Radhi mengatakan: Ini ungkapan kefasihan yang menakjubkan, karena Amirul Mukminin as telah menyerupakan awan yang disertai guntur, petir, angin dan kilat dengan unta galak yang melemparkan pelana dan menjatuhkan penunggang, dan menyerupakan awan yang bebas dari hal-hal yang dahsyat ini dengan unta jinak yarrg mudah diperahi susunya dan taat ditunggangi. 482. Dikatakan kepada Amirul Mukminin (as): “Kami menghasratkan Anda mengubah rambut Anda yang beruban, ya Amirul Mukminin.” Lalu ia berkata: Mewamai adalah menghias, sementara kami sedang dalam keadaan bersedih. Sayid Radhi berkata: Amirul Mukminin (as) merujuk wafatnya Nabi. 483. Amirul Mukminin as berkata: Pejuang di jalan Allah yang syahid tidak akan mendapat ganjaran yang lebih besar daripada orang yang tetap suci (‘afif) walaupun dalam kesusahan. Seorang suci mungkin menjadi salah seorang malaikat. 484. Amirul Mukminin as berkata: Kepuasan adalah kekayaan yang tak pernah habis. Sayid Radhi berkata: Sebagian orang telah meriwayatkan bahwa ucapan ini berasal dari Nabi SAWW. 485. Ketika Amirul Mukminin as menempatkan Ziyad ibn Abih menggantikan ‘Abdullah ibn ‘Abbas sebagai Gubernur Fars (di Persia) dan pengurusan pajaknya, ia berbicara panjang dengannya di mana ia melarangnya untuk memajukan (waktu) pemungutan pajak. Di dalamnya ia berkata: Bertindaklah atas dasar keadilan dan jauhilah kekerasan dan penganiayaan, karena kekerasan menjuruskan mereka meninggalkan tempat tinggalnya sedang penganiayaan mendorong mereka mengangkat senjata. 486. Amirul Mukminin (as) berkata: Dosa yang terburuk ialah dosa yang dipandang enteng oleh pelakunya. 487. Amirul Mukminin as berkata: Allah tidak mewajibkan orang bodoh belajar sebelum la mewajibkan orang terpelajar mengajar. 488. Amirul Mukminin as berkata: Kawan yang terburuk ialah yang kepadanya formalitas harus dilakukan. Sayid Radhi mengatakan: Ini disebabkan karena formalitas tak terpisahkan dari kesukaran dan ini suatu keburukan yang disebabkan oleh kawan yang harus diperlakukan dengan formalitas. Akibatnya, ialah yang terburuk dari semua sahabat. 489. Amirul Mukminin as berkata: Apabila seorang mukmin membuat saudaranya marah, itu berarti bahwa ia meninggalkannya. Sayid Radhi berkata:Dikatakakan bahwa hasyamahu atau ahsyamahu berarti “ia memberangkannya”. Menurut pendapat lain, artinya “ia menghinakannya”. Sedangkan ihtasyamahu berarti “ia mencari hal-hal ini untuk dia”, dan itu sangat boleh jadi menyebabkan dia berpisah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar