Dalam sejarah kesarjanaan Islam, matematika memiliki perhatian khusus dari ilmuwan dan sarjana Muslim klasik. Bahkan, aljabar yang selama ini kita gunakan, dengan angka 0 nya, adalah temuan sarjana Islam, Al-Khawarizmi.
Salah satu bagian matematika yang menjadi pelajaran penting di sekolah-sekolah adalah bilangan KPK. Metode KPK dengan pemfaktoran sertia bilangan ini ternyata sudah ditemukan sejak masa sahabat nabi. Sahabat nabi yang mengajarkan metode ini tidak lain adalah Ali bin abi Thalib. Sahabat yang dikenal sebagai pintunya ilmu.
Kisah ini diriwayatkan seorang pendeta yahudi yang berpesan kepada muridnya agar mencari seseorang dengan gelar “pintunya ilmu”. Murid itu diminta untuk menanyakan sebuah soal yang sampai saat iitu menurut gurunya belumlah terjawab.
Pendeta Yahudi itu berkata, “Tanyakanlah hai muridku, bilangan mana yang habis dibagi satu sampai sepuluh. Apabila dia dapat menjawab, maka benarlah dia yang mendapat gelar “pintunya ilmu”. Dan aku sarankan engkau untuk mengikutinya. Apabila ia tidak dapat menjawab, tinggalkanlah dia dan carilah terus orang yang mendapat gelar tersebut.”
Sang guru meninggal dan muridpun berkelana mencari orang yang bergelar “pintunya ilmu” tersebut. Sampai terdengarlah kabar, bahwa di jazirah Arab terdapat seseorang yang mendapat gelar “pintunya ilmu”. Orang tersebut tidak lain adalah Ali bin Abi Thalib. Akhirnya, murid itu pun mengajukan sebuah pertanyaan yang dititipkan gurunya untuk Ali. Ali pun menjawab pertanyaan tersebut dengan mudah dan jelas. “Kalikanlah jumlah harimu dalam sebulan dengan jumlah bulanmu dalam setahun, dan dengan jumlah harimu dalam seminggu.”
Mendengar jawaban Ali, murid itu pun kemudian menghitungnya. Maksud jawaban Ali adalah jumlah hari dalam sebulan berjumlah 30; jumlah bulan dalam setahun adalah 12; jumlah hari dalam seminggu adalah 7. Jika ketiga bilangan ini dikalikan, yaitu 30 kali 12 kali 7, keluarlah hasil bilangan 2520. Ternyata, angka 2520 itu merupakan bilangan terkecil yang dapat dibagi habis bilangan satu sampai sepuluh. Murid pendeta Yahudi itu pun terkejut mengetahui kebenaran jawaban Ali. Mengikuti saran gurunya, murid itu pun memeluk Islam karena telah menemukan seseorang yang dia cari.
Hasil angka yang ditanyakan kepada Ali, kemudian hari dalam aritmatika dikenal dengan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil). Bilangan KPK adalah bilangan kelipatan terkecil dari persekutuan dua, tiga atau lebih bilangan. Missal, KPK dari 4 dan 6 adalah 12.
Bilangan KPK inilah yang sangat berguna dalam operasi-operasi penjumlahan atau pengurangan pecahan. Seperti dalam pembagian warisan (hukum faraidh), pastilah metode yang digunakan adalah bilangan KPK.
Misalnya, seorang ayah meninggalkan sejumlah kekayaan kepada seorang istri, dua anak laki, dan tiga anak perempuan. Setelah kekayaan sang ayah dikurangi 1/6 untuk jatah istri, maka sisanya dibagi kepada lima anaknya, tetapi dengan peraturan bahwa seorang anak laki-laki mendapat jatah dua kali lipat dari anak perempuan. Jika seorang anak perempuan memperoleh x, maka seorang anak laki-laki mendapat 2x. Selanjutnya, untuk menghitung besar x itu, diperlukan bilangan penyebut yang sama dari penjumlahan total anak laki-laki dan anak perempuan sehingga penjumlahannya sama dengan jumlah riil kekayaan sang ayah. Nah, inilah salah satu kegunaan bilangan KPK.
Menariknya, penjelasan Ali pada soal yang diajukan murid tadi menggunakan bahasa yang ringkas. Ali dapat menjelaskan persoalan matematika tersebut berkat keluasan ilmunya sehingga konsep ruang dan waktu dapat dipadukan dengan baik. Alhasil, KPK dalam matematika ternyata telah ditemukan oleh Ali bin Abi Thalib. Sahabat yang dalam sebuah hadist, nabi Muhammad mengatakan, “Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya.
Rabu, 23 Oktober 2013
Ali bin Abi Thalib dan Angka - Angka
Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman: "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)" [Q.S. al-Israa' 17:12]
Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT. menciptakan makhluk.
Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT. berfirman: "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang" [Q.S. al-Mulk 67:3]
Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT. berfirman: "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas kepala) mereka" [Q.S. al-Haaqqah 69:17]
Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan ****
Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT. berfirman: "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat" [Q.S. al-An'aam 6:160]
Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudaraYusuf.
Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah SWT.: "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air" [Q.S. al-Baqarah 2:60]
Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
Empat belas adalah empat belas pelita dari cahaya yang bergantung dilangit ketujuh.
Lima belas adalah kitab-kitab yang diturunkan secara garis besar dari Lauh al-Mahfudz ke langit dunia, pada tanggal 15 bulan Ramadhan.
Enam belas adalah barisan para malaikat yang berbaris di sekitar Arsy.
Tujuh belas adalah nama-nama Allah yang tertulis di antara surga dan neraka, bila tidak ada itu maka akan terpercik satu percikan api neraka yang akan membakar langit dan bumi.
Delapan belas adalah hijab dari cahaya yang bergelantungan antara Arsy dan al-Kursi, karena andaikan itu tidak ada, maka gunung-gunung yang tinggi akan hancur dan langit-langit, bumi serta yang di antara keduanya akan terbakar dari cahaya Arsy Allah SWT.
Sembilan belas adalah malaikat penjaga neraka jahannam.
Dua puluh adalah Allah telah menurunkan kitab Zabur pada Daud as. pada hari kedua puluh bulan Ramadhan.
Dua puluh satu adalah Allah swt memberikan kepada Dawud kemampuan melunakkan besi pada hari kedua puluh satu.
Dua puluh dua adalah selesainya perahu Nabi Nuh as.
Dua puluh tiga adalah hari kelahiran Nabi Isa as dan turunnya hidangan kepada Bani Israil.
Dua puluh empat adalah Allah SWT. mengembalikan penglihatan Nabi Ya'kub as.
Dua puluh lima adalah Allah SWT. berbicara dengan Nabi Musa as. di lembah yang suci selama dua puluh lima hari.
Dua puluh enam adalah tinggalnya Nabi Ibrahim as. di dalam api, namun api itu menjadi dingin dan beliau pun selamat.
Dua puluh tujuh adalah Allah SWT. mengangkat Nabi Idris as. ke tempat yang tinggi dalam usia dua puluh tujuh tahun.
Dua puluh delapan adalah Nabi Yunus as. tinggal dalam perut ikan paus.
Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT. berfirman: "Dan waktu subuh apabila fajarnya bernafas (mulai menyingsing)" [Q.S. at-Takwiir 81:18]
Tiga puluh adalah "Maka Kami menjanjikan kepada Musa sesudah tiga puluh malam" [Q.S. al-A'raaf 7:142]
Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus as.
Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf as., yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka: "Tak ada cercaaan terhadap kalian." Dan ayah mereka Nabi Ya'qub as. berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT. berfirman: "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai" [Q.S. Luqman 31:19]
Mahluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam as., malaikat, unta Nabi Shalih as. dan kambing Nabi Ibrahim as.
Mahluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim as. Allah SWT. berfirman: "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim" [Q.S. al-Anbiyaa' 21:69]
Mahluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih as., yang diadzab dengan batuadalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).
Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT.: "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar" [Q.S. Yusuf 12 28]
Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran mataharimaknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Empat puluh adalah sempurnanya perjanjian Nabi Musa as.
Lima puluh adalah lima puluh ribu tahun.
Enam puluh adalah kafarat berbuka puasa: "Maka yang tidak mampu hendaknya memberi makan kepada enam puluh orang miskin" [Q.S. al-Mujaadilah 58:4]
Tujuh puluh adalah orang dari kaumnya yang memohon taubat dari Allah [Q.S. al-A'raaf 7:55]
Delapan puluh adalah "Maka pukullah mereka dengan pecut sebanyak delapan puluh kali" [Q.S. an-Nuur 24:4]
Sembilan puluh adalah "Maka dia mempunyai sembilan puluh ternak" [Q.S. Shaad 38:23]
Adapun yang seratus adalah "Maka pukullah masing-masing dari mereka dengan pecut sebanyak seratus kali" [Q.S. an-Nuur 24:2]
Argumentasi Intelektual Ali bin Abi Thalib Taklukkan Kaisar Romawi
بسم الله الرحمن الرحيم
Dirwayatkan dari himpunan buku bertajuk Saluni Qobla Antafqiduni, susunan Muhammad Ridha Al-Hakimi (Muassasah Al-A’lami, Beirut, 1399 Hijriah) bahwa seorang Kaisar Romawi begitu antusias untuk mengetahui tetang kedalaman ilmu Islam.
Sang Kaisar lalu menulis surat kepada seorang kalifah di jazirah Arabia, seperti disebutkan oleh Ibnu Musayyib dari Kaisar Bani Al-Asfar kepada kalifah pemerintahan Islam di Jazirah Arabia. Aku ingin bertanya kepada Anda mengenai sejumlah pertanyaan pokok yang mengusikku selama ini. Maka beritahukanlah kepadaku mengenai hal-hal itu, yakni :
Apa sesuatu yang tidak Allah ketahui ? Apa sesuatu yang tidak Allah miliki ? Apa sesuatu yang semuanya “mulut” ? Apa sesuatu yang semuanya “kaki” ? Apa sesutu yang semuanya “mata”? Apa pula sesuatu yang semuanya merupakan “sayap” ?
Beritahukan kepadaku tentang seseorang yang tidak memiliki kerabat, mengenai empat makhluk hidup yang tidak pernah berada dalam rahim, juga tentang sesuatu yang bernapas tetapi tidak bernyawa. Apa pula yang diteriakkan “terompet” Naqus di hari kiamat, tentang sesuatu yang hanya sekali terbang mengenai pohon yang menaungi setiap pengendara disaat berpergian selama seratus tahun, yakni suatu perjalanan yang tidak pernah ditempuh dunia.
Ya Khalifah, jelaskan pula tentang tempat yang tidak pernah disinari cahaya matahari kecuali sehari saja. Terangkan pula tentang sebuah pohon yang tumbuh tanpa air, mengenai sesuatu yang menyerupai penghuni syurga-jika ia makan dan minum, ia tidak membuang hajat air besar atau kecil.
Jelaskanlah pula Khalifah Allah SWT., jika engkau benar utusan-Nya, tentang sesuatu yang mirip dengan meja-meja di syurga dan diatasnya terdapat hidangan-hidangan dimana setidap hidangan memiliki warna-warna yang tidak saling bercampur. Coba pula terangkan kepadaku mengenai sesuatu yang keluar dari bauh Apel dan mirip dengan bidadari di syurga yang konon tiada pernah berubah. Jelaskan pula mengenai kenikmatan di dunia sementara ini yang bisa dirasakan dua orang, namun di hari akhirat hanya untuk satu orang. Jangan lupa Ya Khalifah terangkan kepadaku mengenai kunci-kunci syurga.
***
Saat Khalifah menerima surat Kaisar Romawi, Beliau memohon agar Sayyidina Ali bin Abi Thalib as untuk menuliskan jawabannya.
Bismillahirahmanirahim..Dengan nama Allah SWT Yang Maha Pengsaih dan Maha Penyayang. Amma Ba’du. Aku (Ali bin Abi Thalib as) telah membaca surat Anda Wahai Raja Romawi dan aku kini membalasnya dengan bantuan Allah SWT. Serta berkat-Nya dan berkah yang selalu menyertaiku dari Nabi Muhammad saw.
Adapun sesuatu yang semuanya yang Allah tidak ketahui adalah keyakinan Anda, wahai Raja Romawi. Bahwa Dia tidak punya anak, istri dan sekutu. Ketahuilah wahai Raja, Allah SWT sudah menegaskan dalam Al’Quran di Surat Al-Mu’minun ayat 91 bahwa Allah SWT tidak punya anak dan tiada Tuhan lain disamping-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. (QS. Al-Ikhlas :3)
Sesuatu yang tidak dimiliki Allah adalah kedzaliman. “Dan tidaklah Tuhan-Mu itu berbuat kedzaliman terhadap hamba-hamba-Nya.” (Q.S Ali-Imran: 182)
Sesuatu yang semuanya mulut adalah api yang melahap segala sesuatu yang dilemparkan kepadanya. Adapun yang semuanya kaki adalah air. Yang semuanya mata adalah matahari. Yang semuanya sayap adalah angin. Yang tidak memiliki kerabat adalah Nabi Adam as, domba Nabi Ibrahim as dan Siti Hawa.
Sementara yang bernapas tanpa nyawa adalah subuh. Allah SWT berfirman, “Demi subuh disaat bernapas.” (QS. At-Takwir:18)
Teriakan “terompet” Naqus adalah thaqqon, thaqqon, thaqqon-thaqqon, mahlan-mahlan, adhlan-adhlan, sidqan-shidqaon. Sesungguhnya dunia tealh memperdaya dan merayu kita. Dunia berlaku dari abad ke abad. Tidaklah suatu hari pun berlalu melainkan kekuatan fisik kita semakin melemah. Sesungguhnya saat-saat kematian telah memberikan kepada kita, akan akan “pergi dan bermukim”. Kembali ke kebaqaan, yakni jika berkeinginan pulang abadi dengan selamat, aku adalah satu-satunya “petugas penjaga” gerbang kembali kepada Sang Pencipta Allah SWT.”
Perlu engkau ketahui Raja Romawi, setelah Rasulullah saw, akulah (Ali bin Abi Thalib) pemegang ilmu kembali dengan selamat (Syaththariah) kepada-Nya dan sesudahku adalah para penggantiku (menurut silsilah Imammzh Wasilah/Washithah) yang terus gilir bergantian digenggam oleh Wasiyang berhak dan seizin-Nya di setiap zaman hingga Allah SWT memproklamasikan kiamat.
Para Washithah itulah yang sering disebut-sebut oleh Rasulullah saw., bahwa mereka bukanlah termasuk Rasul atau Nabi, namun di sisi Allah SWT merekalah yang di hari akhir nanti cahayanya begitu mencorong gilang-gemilang di antara umat-Ku yang terpilih (Hadis sahih Ghaidir qum).
Hai Kaisar, yang terbang hanya sekali adalah (gunung) Thuri Sina. Disaat bani Israil bermaksiat, Allah SWT mengambil sebidang tanah dari thuri sina dan membuat untuk mereka dua sayap dari cahaya lalu menjatuhkannya di atas mereka. Padahal, perjalanan dari Thuri Sina ke Baitul Maqdis membutuhkan beberapa hari. Sehubungan dengan itu Allah SWT berfirman, “Dan ingatlah ketika kami angkat gunung di atas mereka seakan-akan naungan awan.” (Q.S. Al-Araf:171)
“Tempat yang hanya sekali disinari matahari adalah dasar laut yang terbelah bagi kelapangan jalan Nabi Musa as. Air terbelah dan beridiri menjulang laksana gunung dan dasarnya menjadi kering karena sinar matahari, kemudian air itu kembali seperti semula,” tutur Ali as dalam surat balasannya.
Pohon yang seseorang berjalan dibawahnya selama seratus tahun adalah Pohon Tuba, yakniSidratul Muntaha di “langit ke tujuh-Nya”. Padanya berakhir amal perbuatan keturunan Nabi Adam as. Ia termasuk dari pohon-pohon surgawi, tiak ada di surga suatu Istana ataupun rumah, melainkan ada padanya satu dari ranting-ranting pohon tersebut. Yang serupa dengan itu adalah matahari,sumbernya satu, namun cahayanya berada di setiap tempat, sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT.
Mengenai pohon yang tumbuh tanpa air, adalah Pohon yang merupakan mukjizat beliau (Rasulullah saw). Allah SWT berfirman, “Dan kami tumbuhkan untuknya (Rasul saw) pohon dari Yaqthi(sejenis buah labu).” (Q.S. As-Shaffat: 146)
Adapun yang menyerupai surgawi di dunia fana ini, ya Kaisar Romawi, menurut ilmu kami kaum Mukminin yang berada dalam hidayah-Nya adalah janin dalam perut ibunya. Dia makan dan munum melalui pusar ibundanya, tetapi tidak buang air kecil ataupun buang air besar.
Yang menyerupai warna-warna dalam satu hidangan di surga adalah telur yang didalamnya terdapat dua warna, yaitu putih dan kuning, namun keduanya tidaklah bercampur aduk. Yang menyerupai bidadari di surgawi adalah ulat yang keluar dari buah apel dan tidak berubah.
Berkaitan dengan maksud akan sesuatu yang di dunia dimiliki dua orang, sedangkan dalam akhirat cuma berhak dimilki seorang adalah kurma. Di dunia fana ini dimiliki oleh mukmin seperti aku ini adn orang fasik atau kafir sebagaimana adanya engkau, ya Raja Romawi. Namun, di akhirat nanti sebagaimana ketentuan Allah SWT, kurma hanya diberkahkan kepada orang mukmin sebab hanya kaum mukmnin yang boleh masuk surga-Nya sedangkan kaliona (kaum fasik) tidaklah diperkenankan .
Tentang pencarian orang Romawi akan kunci surga, akan kutunjukkan yakni, “Tiada Tuhan selain Allah SWT, dan Muhammad saw adalah Rasulullah.”
Berkenan dengan isi surat balasan Sayyidina Ali bin Abi Thalin as ini dikisahkan oleh Ibnu Al-Mussayib, seperti dinukil oleh Muhammad Ridha Al-Hakimi, sang Kaisar Romawi bereaksi dengan berkata, “Penjelasan ini tidaklah akan keluar kecuali dari rumah kenabian yang disucikan-Nya.”
Kemudian Kaisar Romawi menanyakan siapa gerangan orang yang menuliskan surat balasan untuknya, lalu diperoleh keterangan dari stafnya, bahwa surat balasan itu ditulis oleh putra paman Rasulullah saw. Kaisar Romawi pun bergegas menulis surat balasannya yang langsung ditunjukkan kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib as.
“Salam atasmu.” Aku telah membaca isi jawabanmu dan aku yakin, bahwa Anda berasal dari rumah kenabian, sumber kerasulan dan Anda pun adalah seorang pemberani serta berilmu. Aku harap Anda dapat mnjelaskan pendapat Anda tentang roh yang disebutkan Allah dalam kitab lain, yang firman-Nya menyatakan, “Dan mereka bertanya tentang roh. Katakanlah bahwah ruh itu adala urusan Tuhanku.” (Q.S Al-Isra:85)
Kemudian Sayyidina Ali as menjawab tentang kepenasaran Kaisar Romawi. “Dengan permohonan Izin Tuhanku Allah SWT, bahwa roh adalah sesuatu yang maha halus dan pancaran Cahaya Yang Mulia, ciptaan pencipta-Nya dan kekuasaan pembuat-Nya yang tidak ada lagi sesuatu pun Zat Mulia dan Agung serta Mahakuasa selain Dia. Roh itu dikeluarkan dari khazanah-khazanah kerajaan-Nya dan ditempatkan di kerajaan-Nya pula. Bag-Nya roh adalah sebab atau asal-usulmu dan roh adalah titipan-Nya. Jika Anda mengambil milikmu dari Allah, Dia akan mengambil milik-Nya dari mu. Wassalam.
Dengan kecerdikan Ali as dengan segala hidayah yang dilimpahkan-Nya hingga seorang ilmuwan Kristini, George Jordac menyimpulkan bahwa Ali-lah satu-satunya dari sahabat Rasulullah saw yang sejak dini menyelami lautan kebajikan Islam di bawah bimbingan langsung sang tutor Ilahi, Muhammad saw. Tak ayal lagi, kearifan, kecerdasan, kesalehan, dan keluasan pengetahuannya merupakan refleksi Sang Penutup Zaman, Rasulullah saw.
“Ali bin Abi Thalib adalah sumber pengetahuan yang paling utama. Tak satu pun cabang ilmu pengetahuan di negeri Arab yang tidak di ketyemukan dan dipelopori Ali as,“tutur George Jordac. Tak pelak lagi Kaisar Romawi pun dibuatnya skak mat. Tak ayal jika Ali bin Abi Thalib yang merupakan salah satu sumber ilmu ini selalu mengungkapkan TANYALAH PADAKU SEBELUM ENGKAU BENAR-BENAR KEHILANGAN AKU.
Dirwayatkan dari himpunan buku bertajuk Saluni Qobla Antafqiduni, susunan Muhammad Ridha Al-Hakimi (Muassasah Al-A’lami, Beirut, 1399 Hijriah) bahwa seorang Kaisar Romawi begitu antusias untuk mengetahui tetang kedalaman ilmu Islam.
Sang Kaisar lalu menulis surat kepada seorang kalifah di jazirah Arabia, seperti disebutkan oleh Ibnu Musayyib dari Kaisar Bani Al-Asfar kepada kalifah pemerintahan Islam di Jazirah Arabia. Aku ingin bertanya kepada Anda mengenai sejumlah pertanyaan pokok yang mengusikku selama ini. Maka beritahukanlah kepadaku mengenai hal-hal itu, yakni :
Apa sesuatu yang tidak Allah ketahui ? Apa sesuatu yang tidak Allah miliki ? Apa sesuatu yang semuanya “mulut” ? Apa sesuatu yang semuanya “kaki” ? Apa sesutu yang semuanya “mata”? Apa pula sesuatu yang semuanya merupakan “sayap” ?
Beritahukan kepadaku tentang seseorang yang tidak memiliki kerabat, mengenai empat makhluk hidup yang tidak pernah berada dalam rahim, juga tentang sesuatu yang bernapas tetapi tidak bernyawa. Apa pula yang diteriakkan “terompet” Naqus di hari kiamat, tentang sesuatu yang hanya sekali terbang mengenai pohon yang menaungi setiap pengendara disaat berpergian selama seratus tahun, yakni suatu perjalanan yang tidak pernah ditempuh dunia.
Ya Khalifah, jelaskan pula tentang tempat yang tidak pernah disinari cahaya matahari kecuali sehari saja. Terangkan pula tentang sebuah pohon yang tumbuh tanpa air, mengenai sesuatu yang menyerupai penghuni syurga-jika ia makan dan minum, ia tidak membuang hajat air besar atau kecil.
Jelaskanlah pula Khalifah Allah SWT., jika engkau benar utusan-Nya, tentang sesuatu yang mirip dengan meja-meja di syurga dan diatasnya terdapat hidangan-hidangan dimana setidap hidangan memiliki warna-warna yang tidak saling bercampur. Coba pula terangkan kepadaku mengenai sesuatu yang keluar dari bauh Apel dan mirip dengan bidadari di syurga yang konon tiada pernah berubah. Jelaskan pula mengenai kenikmatan di dunia sementara ini yang bisa dirasakan dua orang, namun di hari akhirat hanya untuk satu orang. Jangan lupa Ya Khalifah terangkan kepadaku mengenai kunci-kunci syurga.
***
Saat Khalifah menerima surat Kaisar Romawi, Beliau memohon agar Sayyidina Ali bin Abi Thalib as untuk menuliskan jawabannya.
Bismillahirahmanirahim..Dengan nama Allah SWT Yang Maha Pengsaih dan Maha Penyayang. Amma Ba’du. Aku (Ali bin Abi Thalib as) telah membaca surat Anda Wahai Raja Romawi dan aku kini membalasnya dengan bantuan Allah SWT. Serta berkat-Nya dan berkah yang selalu menyertaiku dari Nabi Muhammad saw.
Adapun sesuatu yang semuanya yang Allah tidak ketahui adalah keyakinan Anda, wahai Raja Romawi. Bahwa Dia tidak punya anak, istri dan sekutu. Ketahuilah wahai Raja, Allah SWT sudah menegaskan dalam Al’Quran di Surat Al-Mu’minun ayat 91 bahwa Allah SWT tidak punya anak dan tiada Tuhan lain disamping-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. (QS. Al-Ikhlas :3)
Sesuatu yang tidak dimiliki Allah adalah kedzaliman. “Dan tidaklah Tuhan-Mu itu berbuat kedzaliman terhadap hamba-hamba-Nya.” (Q.S Ali-Imran: 182)
Sesuatu yang semuanya mulut adalah api yang melahap segala sesuatu yang dilemparkan kepadanya. Adapun yang semuanya kaki adalah air. Yang semuanya mata adalah matahari. Yang semuanya sayap adalah angin. Yang tidak memiliki kerabat adalah Nabi Adam as, domba Nabi Ibrahim as dan Siti Hawa.
Sementara yang bernapas tanpa nyawa adalah subuh. Allah SWT berfirman, “Demi subuh disaat bernapas.” (QS. At-Takwir:18)
Teriakan “terompet” Naqus adalah thaqqon, thaqqon, thaqqon-thaqqon, mahlan-mahlan, adhlan-adhlan, sidqan-shidqaon. Sesungguhnya dunia tealh memperdaya dan merayu kita. Dunia berlaku dari abad ke abad. Tidaklah suatu hari pun berlalu melainkan kekuatan fisik kita semakin melemah. Sesungguhnya saat-saat kematian telah memberikan kepada kita, akan akan “pergi dan bermukim”. Kembali ke kebaqaan, yakni jika berkeinginan pulang abadi dengan selamat, aku adalah satu-satunya “petugas penjaga” gerbang kembali kepada Sang Pencipta Allah SWT.”
Perlu engkau ketahui Raja Romawi, setelah Rasulullah saw, akulah (Ali bin Abi Thalib) pemegang ilmu kembali dengan selamat (Syaththariah) kepada-Nya dan sesudahku adalah para penggantiku (menurut silsilah Imammzh Wasilah/Washithah) yang terus gilir bergantian digenggam oleh Wasiyang berhak dan seizin-Nya di setiap zaman hingga Allah SWT memproklamasikan kiamat.
Para Washithah itulah yang sering disebut-sebut oleh Rasulullah saw., bahwa mereka bukanlah termasuk Rasul atau Nabi, namun di sisi Allah SWT merekalah yang di hari akhir nanti cahayanya begitu mencorong gilang-gemilang di antara umat-Ku yang terpilih (Hadis sahih Ghaidir qum).
Hai Kaisar, yang terbang hanya sekali adalah (gunung) Thuri Sina. Disaat bani Israil bermaksiat, Allah SWT mengambil sebidang tanah dari thuri sina dan membuat untuk mereka dua sayap dari cahaya lalu menjatuhkannya di atas mereka. Padahal, perjalanan dari Thuri Sina ke Baitul Maqdis membutuhkan beberapa hari. Sehubungan dengan itu Allah SWT berfirman, “Dan ingatlah ketika kami angkat gunung di atas mereka seakan-akan naungan awan.” (Q.S. Al-Araf:171)
“Tempat yang hanya sekali disinari matahari adalah dasar laut yang terbelah bagi kelapangan jalan Nabi Musa as. Air terbelah dan beridiri menjulang laksana gunung dan dasarnya menjadi kering karena sinar matahari, kemudian air itu kembali seperti semula,” tutur Ali as dalam surat balasannya.
Pohon yang seseorang berjalan dibawahnya selama seratus tahun adalah Pohon Tuba, yakniSidratul Muntaha di “langit ke tujuh-Nya”. Padanya berakhir amal perbuatan keturunan Nabi Adam as. Ia termasuk dari pohon-pohon surgawi, tiak ada di surga suatu Istana ataupun rumah, melainkan ada padanya satu dari ranting-ranting pohon tersebut. Yang serupa dengan itu adalah matahari,sumbernya satu, namun cahayanya berada di setiap tempat, sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT.
Mengenai pohon yang tumbuh tanpa air, adalah Pohon yang merupakan mukjizat beliau (Rasulullah saw). Allah SWT berfirman, “Dan kami tumbuhkan untuknya (Rasul saw) pohon dari Yaqthi(sejenis buah labu).” (Q.S. As-Shaffat: 146)
Adapun yang menyerupai surgawi di dunia fana ini, ya Kaisar Romawi, menurut ilmu kami kaum Mukminin yang berada dalam hidayah-Nya adalah janin dalam perut ibunya. Dia makan dan munum melalui pusar ibundanya, tetapi tidak buang air kecil ataupun buang air besar.
Yang menyerupai warna-warna dalam satu hidangan di surga adalah telur yang didalamnya terdapat dua warna, yaitu putih dan kuning, namun keduanya tidaklah bercampur aduk. Yang menyerupai bidadari di surgawi adalah ulat yang keluar dari buah apel dan tidak berubah.
Berkaitan dengan maksud akan sesuatu yang di dunia dimiliki dua orang, sedangkan dalam akhirat cuma berhak dimilki seorang adalah kurma. Di dunia fana ini dimiliki oleh mukmin seperti aku ini adn orang fasik atau kafir sebagaimana adanya engkau, ya Raja Romawi. Namun, di akhirat nanti sebagaimana ketentuan Allah SWT, kurma hanya diberkahkan kepada orang mukmin sebab hanya kaum mukmnin yang boleh masuk surga-Nya sedangkan kaliona (kaum fasik) tidaklah diperkenankan .
Tentang pencarian orang Romawi akan kunci surga, akan kutunjukkan yakni, “Tiada Tuhan selain Allah SWT, dan Muhammad saw adalah Rasulullah.”
Berkenan dengan isi surat balasan Sayyidina Ali bin Abi Thalin as ini dikisahkan oleh Ibnu Al-Mussayib, seperti dinukil oleh Muhammad Ridha Al-Hakimi, sang Kaisar Romawi bereaksi dengan berkata, “Penjelasan ini tidaklah akan keluar kecuali dari rumah kenabian yang disucikan-Nya.”
Kemudian Kaisar Romawi menanyakan siapa gerangan orang yang menuliskan surat balasan untuknya, lalu diperoleh keterangan dari stafnya, bahwa surat balasan itu ditulis oleh putra paman Rasulullah saw. Kaisar Romawi pun bergegas menulis surat balasannya yang langsung ditunjukkan kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib as.
“Salam atasmu.” Aku telah membaca isi jawabanmu dan aku yakin, bahwa Anda berasal dari rumah kenabian, sumber kerasulan dan Anda pun adalah seorang pemberani serta berilmu. Aku harap Anda dapat mnjelaskan pendapat Anda tentang roh yang disebutkan Allah dalam kitab lain, yang firman-Nya menyatakan, “Dan mereka bertanya tentang roh. Katakanlah bahwah ruh itu adala urusan Tuhanku.” (Q.S Al-Isra:85)
Kemudian Sayyidina Ali as menjawab tentang kepenasaran Kaisar Romawi. “Dengan permohonan Izin Tuhanku Allah SWT, bahwa roh adalah sesuatu yang maha halus dan pancaran Cahaya Yang Mulia, ciptaan pencipta-Nya dan kekuasaan pembuat-Nya yang tidak ada lagi sesuatu pun Zat Mulia dan Agung serta Mahakuasa selain Dia. Roh itu dikeluarkan dari khazanah-khazanah kerajaan-Nya dan ditempatkan di kerajaan-Nya pula. Bag-Nya roh adalah sebab atau asal-usulmu dan roh adalah titipan-Nya. Jika Anda mengambil milikmu dari Allah, Dia akan mengambil milik-Nya dari mu. Wassalam.
Dengan kecerdikan Ali as dengan segala hidayah yang dilimpahkan-Nya hingga seorang ilmuwan Kristini, George Jordac menyimpulkan bahwa Ali-lah satu-satunya dari sahabat Rasulullah saw yang sejak dini menyelami lautan kebajikan Islam di bawah bimbingan langsung sang tutor Ilahi, Muhammad saw. Tak ayal lagi, kearifan, kecerdasan, kesalehan, dan keluasan pengetahuannya merupakan refleksi Sang Penutup Zaman, Rasulullah saw.
“Ali bin Abi Thalib adalah sumber pengetahuan yang paling utama. Tak satu pun cabang ilmu pengetahuan di negeri Arab yang tidak di ketyemukan dan dipelopori Ali as,“tutur George Jordac. Tak pelak lagi Kaisar Romawi pun dibuatnya skak mat. Tak ayal jika Ali bin Abi Thalib yang merupakan salah satu sumber ilmu ini selalu mengungkapkan TANYALAH PADAKU SEBELUM ENGKAU BENAR-BENAR KEHILANGAN AKU.
50 Soal Kepada Imam Ali
1- Bilangan berapakah yang dapat dibagi 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9?
Imam Ali dalam keadaan menunggang kuda segera menjawab: “Kalikanlah hari-hari tahun dengan hari-hari minggu” ketika itu beliau as mengendalikan kudanya dan pergi.
Penjelasan ucapan Imam Ali as: Jika 360 (yang pada waktu itu masyhurnya adalah hari-hari tahun berjumlah 360) kita kalikan 7 (hari-hari minggu), maka hasil pengaliannya akan berjumlah 2520, yakni:
360 x 7 = 2520
Bilangan tersebut dapat dibagi 2 karena bilangan genap. Dapat dibagi 3 karena jumlah angka-angkanya akan berlipat 9 sementara bilangan 9 dapat dibagi 3, maka 2520 juga dapat dibagi 4 karena 20 yang adalah dua angka sebelah kanan bilangan dapat dibagi 4. Maka bilangan ini dapat dibagi 4 dan oleh karena bilangan ini diakhiri dengan 0 maka dapat juga dibagi 5 dan karena dapat dibagi 2 dan 3, maka dapt juga dibagi 6 dan karena bilangan tersebut adalah hasil pengkalian 360 x 7 maka dapat dibagi 7 dan karena tiga angka sebelah kanannya dapat dibagi 8, maka bilangan ini menerima pembagian angka 8 dan karena jumlah angka-angka ini adalah bilangan 9 maka dapat juga dibagi 9 dan karena diakhiri dengan 0 maka dapat dibagi 10.
[Rah-e Takamul (Jalan Kesempurnaan), jilid 2, hal 220, Ustad Ahmad Amin seorang ahli matematika terkenal di Iraq]
2- Siapakah orang yang melihat pada malam dan siang hari?
Amirul Mukminin Ali as dalam menjawab pertanyaan “Ibnu Kawwa’” berkata: Bertanyalah tentang hal yang bermanfaat bagimu dan janganlah engkau tanyakan pertanyaan-pertanyaan semacam ini yang tidak banyak berfaedah. [Dari sebagian pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada Imam Ali as ini juga menunjukkan kemazluman ilmiah dan kultural beliau as, bagaimana lautan ilmu tersebut tertimpa musibah orang-orang seperti ini yang tidak menanyakan hal-hal bersifat ilmiah, permasalahan-permasalahan serius dan menyelesaikan problema selain teka-teki dan soal-soal yang ketinggalan zaman]
Imam Ali dengan terpaksa [mungkin dengan maksud seperti ini bahwa agar mereka tidak mengatakan beliau as tidak mampu menjawab soal tersebut] berkata: Yang melihat pada malam dan siang hari adalah seorang yang beriman kepada para nabi-nabi terdahulu dan semasa dengan Nabi Islam saw serta menerima agama beliau saw [wujud nyata ucapan beliau as adalah “Sharamah bin Abi Anas”] dan yang melihat pada siang hari adalah seorang yang tidak beriman kepada para nabi terdahulu, semasa dengan Nabi Islam saw dan beriman kepada beliau saw [yang mayoritas sahabat dan kaum Muslimin permulaan Islam adalah wujud nyatanya] dan yang melihat pada malam hari dan buta pada siang hari adalah seorang beriman kepada para nabi sebelumnya akan tetapi tidak menerima agama Islam [yang di antara wujud nyatanya adalah Umayyah bin Shalt].
[Qadha’ Amiril Mukminin as, Allamah Syusytar, hal 101 dan 102]
3- Putera manakah yang lebih besar dari ayahnya?
Beliau as menjawab: Ia adalah Uzair yang dihidupkan oleh Allah swt dan ia berusia 40 tahun sementara puteranya 110 tahun.
Keterangan: Ketika Uzair dengan kehendak Allah swt memejamkan mata untuk selamanya, ia berusia 40 tahun sementara puteranya ketika itu berusia 10 tahun dan setelah 100 tahun, Allah swt menghidupkannya kembali yang mana Uzair ketika itu sedikitpun tidak berbeda dari sisi jasmani dan raut muka dan berlalunya waktu tidak mempengaruhi badannya; oleh karena itu dari sisi dhahir puteranya lebih tua dan berusia 110 tahun akan tetapi sang ayahmenampakkan usia 40 tahun.
4- Berapakah ukuran diameter matahari?
Imam Ali as berkata: 900 mil dalam 900 mil.
Keterangan ucapan Imam Ali as: Jelas bahwa mil dalam Islam adalah 4000 dhira’[1] (kubik). Jika ukuran dhira’ tangan normal kita bandingkan dengan inci dan kita ganti 4000 dhira’ dengan inci dan setelah itu kita rubah dengan yard dan mil (dengan istilah Eropa) maka kita akan lihat 810.000 mil Islam sama dengan ukuran yang dikatakan oleh para ahli dalam bidang orbit yaitu diameter matahari sama dengan 865.380 mil ukuran Eropa dan 1760 yard.
[Rah-e Takamul, Ustad Amin, jilid 2, hal 235]
5- Dua bersaudara manakah yang terlahir dalam satu hari dan meninggal dunia pada hari yang sama akan tetapi usia salah satunya 50 tahun dan yang lain 150 tahun?!
Dalam menjawab pertanyaan ini Imam Ali as berkata: “Uzair dan saudaranya, Azrah” atau Aziz yang lahir pada hari yang sama dan Uzair meninggal dunia pada usia 100 sementara ketika ia kembali dihidupkan saudaranya sangat tua renta, namun ia masih berusia 50 tahun.
Catatan: Di dalam beberapa riwayat terjadi perbedaan pendapat apakah Uzair mengalami hal yang sangat menakjubkan ini pada usia 40 tahun atau pada 50 tahun? Yang tentu saja mana yang benar tidaklah penting dan yang menjadi kesepakatan umum dan ditegaskan oleh al-Quran adalah ia meninggal selama 100 tahun dan setelah itu dihidupkan kembali.
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) Telah roboh menutupi atapnya. dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri Ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, Kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari." Allah berfirman: "Sebenarnya kamu Telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; Lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan Lihatlah kepada keledai kamu (yang Telah menjadi tulang belulang); kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan kami bagi manusia; dan Lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, Kemudian kami menyusunnya kembali, Kemudian kami membalutnya dengan daging." Maka tatkala Telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang Telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."[2]
6- Keadilan lebih baik atau kedermawanan?
Imam Ali as dalam menjawab pertanyaan ini berkata: “Keadilan” menempatkan hal-hal pada tempatnya, sementara kedermawanan mengambilnya keluar dari arah-arahnya; keadilan adalah pengurus umum sedang kedermawanan adalah manfaat khusus., maka keadilan lebih utama di antara keduanya.
[Nahjul Balaghah, hikmah 437]
7- Berapa tahunkah Ashabul Kahfi terlelap di gua?
Imam Ali as dalam menjawab pertanyaan seorang Yahudi berkata: 309 tahun (berdasarkan al-Quran). Orang Yahudi berkata: Kita mendapatkan dalam kitab kita 300 tahun. Imam Ali as berkata: Apa yang aku katakan adalah tahun Qamari (perhitungan perputaran bulan) dan apa yang engkau katakan adalah tahun Syamsi (perhitungan perputaran matahari).
Allamah Hasan Zadeh Amuli berkata: “Perbedaan tahun Syamsi dan Qamari dalam 300 tahun adalah 9 tahun dua bulan dan beberapa hari yang biasanya jika penyebutan pecahan tidak berarti maka akan dijatuhkan. Dan perhitungan seperti ini adalah benar dalam ukuran perbedaan tahun Syamsi dan Qamari dalam 300 tahun…”
[Hezar Va Yek Nukteh (Seribu Satu Poin), hal 363]
8- Manakah tempat yang tidak memiliki kiblat?
Di dalam Ka’bah.
9- Manakah tempat terbaik dan paling suci yang shalat di atas atapnya tidak dianjurkan?
Ka’bah.
Keterangan: Imam Khumeini ra dalam hal ini berfatwa: “Makruh shalat wajib di dalam rumah Ka’bah dan di atas atapnya akan tetapi dalam kondisi terpaksa tidak ada halangan.” [Masalah 891]
Ayatullah Araki, Ayatullah Gulbaigani dan Ayatullah Fadhil Lankarani berkata: “Ihtiyath wajib adalah tidak mendirikan shalat wajib di dalam rumah Ka’bah dan di atas atapnya akan tetapi dalam kondisi terpaksa tidak ada isykal (tidak apa-apa).”
Ayatullah Khu’i dan Ayatullah Mirza Jawad Tabrizi berfatwa: “Ihtiyath wajib adalah tidak mendirikan shalat wajib di atas atap rumah Ka’bah dalam kondisi ikhtiar (tidak terpaksa) akan tetapi shalat sunnah tidak apa-apa bahkan disunnahkan mendirikan shalat dua rakaat di dalam rumah Ka’bah di hadapan setiap sudutnya akan tetapi shalat di atas atap Ka,bah –baik shalat wajib atau sunnah- terdapat isykal.”
[Silahkan merujuk: (Taudhihul Masail-e Maraji’)]
10- Apakah yang tidak diketahui oleh Allah swt?
Sekutu.
11- Apa yang tidak dimiliki oleh Allah swt?
Istri dan Anak.
12- Apa yang tidak ada di sisi Allah swt?
Kezaliman terhadap hamba.
13- Apakah yang lebih besar dari langit?
Tuduhan terhadap orang yang tidak berdosa.
14- Apakah yang lebih luas dari bumi?
Kebenaran.
15- Apakah yang lebih dingin dari zamharir (dingin yang luar biasa)?
Kebutuhan seorang kepada orang yang bakhil.
16- Apakah yang lebih kaya dari laut?
Perut yang qana’ah (merasa cukup dengan hal yang sedikit).
17- Apakah yang lebih keras dari batu?
Hati orang kafir.
18- Apakah yang dimiliki oleh manusia akan tetapi tidak dimiliki oleh Allah swt?
Istri dan anak.
19- Apakah yang selalu berkurang akan tetapi tidak dapat bertambah?
Umur manusia.
20- Apakah yang selalu bertambah akan tetapi tidak berkurang?
Air laut.
21- Apakah yang selalu bertambah dan berkurang?
Bulatan dan cahaya bulan.
22- Apakah yang dari setiap penjurunya adalah mulut?
Api.
23- Apakah yang seluruhnya adalah “kaki”?
Air.
24- Apakah yang seluruhnya adalah “mata”?
Matahari.
25- Apakah yang sama dengan buah-buahan surga?
Al-Quran (karena setiap kali kita memanfaatkannya dan menggunakannya, ia tidak akan berkurang dan selalu memberikan kenikmatan kepada manusia dan senantiasa baru dan segar)
26- Siapakah orang yang tidak mengharapkan surga Allah swt?
Orang yang tergolong dari auliya’ (wali-wali) Allah swt yang beribadah kepada Allah swt tanpa mengharap surga dan takut neraka.
27- Apakah yang seluruhnya adalah “sayap”?
Angin.
28- Apakah yang tidak memiliki ruh akan tetapi menghembuskan nafas?
Subuh
“Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing” [QS. At-Takwir (81): 18]
29- Siapakah yang di dalam shalatnya tidak rukuk dan sujud?
Seorang yang sedang mendirikan “shalat mayit”.
30- Siapakah yang mencintai “fitnah”?
Seorang yang mencintai harta benda dan anak-anaknya. (Sebagaimana diungkapkan dalam surat al-Anfal (8) ayat 28 mengenai mereka hal tersebut sebagai “fitnah atau ujian dan cobaan” dan bukan maksud artinya yang masyhur (kerusakan), dan Imam Ali as memperkenalkan orang tersebut dari kalangan wali-wali Allah swt.
[Manaqib Ibnu Syahr Asyub, jilid 2, hal 399, cetakan Doktor Yusuf Al-Baqa’i, Beirut]
31- Siapakah yang mendirikan shalat tanpa wudhu dan shalatnya sah?
Orang yang mendirikan shalat mayit.
32- Siapakah yang tidak berayah dan terlahir dengan mukjizat?
Nabi Isa as.
33- Siapakah orang yang tidak memiliki sanak keluarga sama sekali?
Nabi Adam as.
34- Pohon apakah yang pertama kali tumbuh di muka bumi?
Pohon kurma (Nabi Adam as membawa pohon kurma tersebut dari surga).
35- Apakah sumber air pertama bumi?
Sumber air kehidupan (Nabi Khidhir as meminum darinya dan memperoleh kehidupan kekal).
36- Apakah tiga hal yang tidak ada empatnya?
Talaq (karena dalam Islam seorang wanita tidak dapat ditalaq atau cerai lebih dari tiga kali secara beruntun dan setelah kali ketiga tidak dapat menikah dengan wanita tersebut kecuali wanita tersebut menikah dengan laki-laki lain dan ketika ditalaq maka wanita itu dapat menikah dengan suami sebelumnya).
37- Apakah yang pada masa hidupnya minum dan matinya makan?
Tongkat nabi Musa as (ketika masih berbentuk ranting di atas pohon minum atau menyerap air dan ketika menjadi tongkat nabi Musa as melahap atau makan ular-ular para tukang sihir istana Fir’aun).
38- Apakah perbedaan kebenaran dan kebatilan?
Empat jari (ditanyakan kepada Imam Ali as, apakah arti ucapan ini? Imam Ali as menyodorkan jari-jari dan mengangkatnya kemudian meletakkannya di antara telinga dan mata, kemudian berkata: Kebatilan adalah yang engkau katakan aku telah mendengar dan kebenaran adalah yang engkau katakan aku telah melihat).
[Nahjul Balaghah, khutbah 141]
39- Bagaimanakah rasa air?
Seperti rasa kehidupan.
[Manaqib Ibnu Syahr Asyub, jilid 2, hal 426]
40- Siapakah orang berakal?
Orang yang berakal adalah yang meletakkan segala sesuatu pada tempatya…
[Nahjul Balaghah, hikmah 235]
41- Kuburan manakah yang menggerakkan isinya (kuburan berjalan)?
Perut ikan yang memenjarakan dan menimpa nabi Yunus as.
42- Utusan dan rasul apakah yang tidak tergolong dari bangsa jin, manusia, malaikat dan setan?
Burung Hud-hud nabi Sulaiman as (yang diutus sebagai delegasi dan pembawa surat nabi Sulaiman ke arah Yaman).
43- Berapakah jarak antara masyriq (arah matahari terbit atau timur) dan maghrib (arah matahari tenggelam atau barat)?
Perjalanan sehari matahari. (Akhir-akhir ini telah terbukti bahwa matahari dengan tata suryanya bergerak ke arah bintang Vega dengan kecepatan 20 kilometer perdetik secara spiral).
[Rah-e Takamul, jilid 2, hal 234]
44- Bagaimana Allah swt akan menghakimi hamba-hamba-Nya yang banyak ini?
Sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada mereka semua.
45- Kapankah yang tidak termasuk siang dan malam hari?
Satu jam sebelum matahari terbit.
46- Apakah gembok dan kunci langit?
Gembok langit adalah menyekutukan Allah swt dan kuncinya adalah La Ilaha Illallah (Tiada tuhan selain Allah).
47- Daratan manakah yang disinari oleh matahari hanya sekejap?
Daratan yang muncul sekejap di sungai Nil (di Mesir) dan kaum nabi Musa as melaluinya.
[Manaqib Ibnu Syahr Asyub, jilid 2, hal 426]
48- Apakah yang memperingatkan pasukannya untuk mundur akan tetapi bukan bangsa manusia dan juga bukan jin?
Semut (ketika melihat pasukan nabi Sulaiman as datang, ia menginstruksikan supaya pasukannya mundur dari tempat yang akan dilalui oleh tentara nabi Sulaiman as).
49- Siapakah yang memakan bangkai?
Orang yang memakan ikan dan belalang.
50- Siapakah yang memakan darah (pemakan darah)?
Orang yang memakan hati.
Keutamaan Mencari Ilmu
Nasehat Salafush Shalih untuk Kaum Muslimin
Berikut ini beberapa atsar yang berisi nasehat dan keterangan akan pentingnya ilmu dan mempelajarinya.
Pertama: Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang akan menjaga harta. Ilmu itu hakim (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang dihakimi. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para pemilik ilmu, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka tetap ada pada hati-hati manusia.” (Adabud Dunyaa wad Diin, karya Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardiy, hal.48)
Kedua: Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau apabila melihat para pemuda giat mencari ilmu, beliau berkata: “Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan para penerang kegelapan. Walaupun kalian telah usang pakaiannya akan tetapi hati-hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah-rumah (untuk mempelajari ilmu), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah.” (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr, 1/52)
Yakni bahwasanya sifat mereka secara umum adalah sibuk dengan mencari ilmu dan tinggal di rumah dalam rangka untuk mudzaakarah (mengulang pelajaran yang telah didapatkan) dan mempelajarinya. Semuanya ini menyibukkan mereka dari memperhatikan berbagai macam pakaian dan kemewahan dunia secara umum demikian juga hal-hal yang tidak bermanfaat atau yang kurang manfaatnya dan hanya membuang waktu belaka seperti berputar-putar di jalan-jalan (mengadakan perjalanan yang kurang bermanfaat atau sekedar jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas) sebagaimana yang biasa dilakukan oleh selain mereka dari kalangan para pemuda.
Ketiga: Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Pelajarilah oleh kalian ilmu, karena sesungguhnya mempelajarinya karena Allah adalah khasy-yah; mencarinya adalah ibadah; mempelajarinya dan mengulangnya adalah tasbiih; membahasnya adalah jihad; mengajarkannya kepada yang tidak mengetahuinya adalah shadaqah; memberikannya kepada keluarganya adalah pendekatan diri kepada Allah; karena ilmu itu menjelaskan perkara yang halal dan yang haram; menara jalan-jalannya ahlul jannah, dan ilmu itu sebagai penenang di saat was-was dan bimbang; yang menemani di saat berada di tempat yang asing; dan yang akan mengajak bicara di saat sendirian; sebagai dalil yang akan menunjuki kita di saat senang dengan bersyukur dan di saat tertimpa musibah dengan sabar; senjata untuk melawan musuh; dan yang akan menghiasainya di tengah-tengah sahabat-sahabatnya.
Dengan ilmu tersebut Allah akan mengangkat kaum-kaum lalu menjadikan mereka berada dalam kebaikan, sehingga mereka menjadi panutan dan para imam; jejak-jejak mereka akan diikuti; perbuatan-perbuatan mereka akan dicontoh serta semua pendapat akan kembali kepada pendapat mereka. Para malaikat merasa senang berada di perkumpulan mereka; dan akan mengusap mereka dengan sayap-sayapnya; setiap makhluk yang basah dan yang kering akan memintakan ampun untuk mereka, demikian juga ikan yang di laut sampai ikan yang terkecilnya, dan binatang buas yang di daratan dan binatang ternaknya (semuanya memintakan ampun kepada Allah untuk mereka). Karena sesungguhnya ilmu adalah yang akan menghidupkan hati dari kebodohan dan yang akan menerangi pandangan dari berbagai kegelapan. Dengan ilmu seorang hamba akan mencapai kedudukan-kedudukan yang terbaik dan derajat-derajat yang tinggi baik di dunia maupun di akhirat.
Memikirkan ilmu menyamai puasa; mempelajarinya menyamai shalat malam; dengan ilmu akan tersambunglah tali shilaturrahmi, dan akan diketahui perkara yang halal sehingga terhindar dari perkara yang haram. Ilmu adalah pemimpinnya amal sedangkan amal itu adalah pengikutnya, ilmu itu hanya akan diberikan kepada orang-orang yang berbahagia; sedangkan orang-orang yang celaka akan terhalang darinya.” (Ibid. 1/55)
Keempat: Dari ‘Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Sesungguhnya seseorang keluar dari rumahnya dalam keadaan dia mempunyai dosa-dosa seperti gunung Tihamah, akan tetapi apabila dia mendengar ilmu (yaitu mempelajari ilmu dengan menghadiri majelis ilmu), kemudian dia menjadi takut, kembali kepada Rabbnya dan bertaubat, maka dia pulang ke rumahnya dalam keadaan tidak mempunyai dosa. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkan majelisnya para ulama.” (Miftaah Daaris Sa’aadah, karya Al-Imam Ibnul Qayyim, 1/77)
Dan beliau juga berkata: “Wahai manusia, wajib atas kalian untuk berilmu (mempelajari dan mengamalkannya), karena sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai selendang yang Dia cintai. Maka barangsiapa yang mempelajari satu bab dari ilmu, Allah akan selendangkan dia dengan selendang-Nya. Apabila dia terjatuh pada suatu dosa hendaklah meminta ampun kepada-Nya, supaya Dia tidak melepaskan selendang-Nya tersebut sampai dia meninggal.” (Ibid. 1/121)
Kelima: Berkata Abud Darda` radhiyallahu ‘anhu: “Sungguh aku mempelajari satu masalah dari ilmu lebih aku cintai daripada shalat malam.” (Ibid. 1/122)
Bukan berarti kita meninggalkan shalat malam, akan tetapi ini menunjukkan bahwa mempelajari ilmu itu sangat besar keutamaannya dan manfaatnya bagi ummat.
Keenam: Dari Al-Hasan Al-Bashriy rahimahullaah, beliau berkata: “Sungguh aku mempelajari satu bab dari ilmu lalu aku mengajarkannya kepada seorang muslim di jalan Allah (yaitu mempelajari dan mengajarkannya karena Allah semata) lebih aku cintai daripada aku mempunyai dunia seluruhnya.” (Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab, karya Al-Imam An-Nawawiy, 1/21)
Ketujuh: Dari Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullaah, beliau berkata: “Tidak ada sesuatupun yang lebih utama setelah kewajiban-kewajiban daripada menuntut ilmu.” (Ibid. 1/21)
Adapun bait-bait sya’ir yang menjelaskan tentang permasalahan ilmu dan kedudukannya itu sangat banyak dan tidak bisa dihitung, dan di sini hanya akan disebutkan dua di antaranya:
“Tidak ada kebanggaan kecuali bagi ahlul ilmi (orang-orang yang berilmu) karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk bagi orang yang meminta dalil-dalilnya dan derajat setiap orang itu sesuai dengan kebaikannya (dalam masalah ilmu) sedangkan orang-orang yang bodoh adalah musuh bagi ahlul ilmi.”
Dan sya’irnya Al-Imam Asy-Syafi’i:
تَعَلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ
وَإِنَّ كَبِيْرَ الْقَوْمِ لاَ عِلْمَ عِنْدَهُ صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ الْجَحَافِلُ
وَإِنَّ صَغِيْرَ الْقَوْمِ إِنْ كَانَ عَالِمًا كَبِيْرٌ إِذَا رُدَّتْ إِلَيْهِ الْمَحَافِلُ
“Belajarlah karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh. Sesungguhnya suatu kaum yang besar tetapi tidak memiliki ilmu maka sebenarnya kaum itu adalah kecil apabila terluput darinya keagungan (ilmu). Dan sesungguhnya kaum yang kecil jika memiliki ilmu maka pada hakikatnya mereka adalah kaum yang besar apabila perkumpulan mereka selalu dengan ilmu.”
Berikut ini beberapa atsar yang berisi nasehat dan keterangan akan pentingnya ilmu dan mempelajarinya.
Pertama: Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang akan menjaga harta. Ilmu itu hakim (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang dihakimi. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para pemilik ilmu, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka tetap ada pada hati-hati manusia.” (Adabud Dunyaa wad Diin, karya Al-Imam Abul Hasan Al-Mawardiy, hal.48)
Kedua: Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau apabila melihat para pemuda giat mencari ilmu, beliau berkata: “Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan para penerang kegelapan. Walaupun kalian telah usang pakaiannya akan tetapi hati-hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah-rumah (untuk mempelajari ilmu), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah.” (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr, 1/52)
Yakni bahwasanya sifat mereka secara umum adalah sibuk dengan mencari ilmu dan tinggal di rumah dalam rangka untuk mudzaakarah (mengulang pelajaran yang telah didapatkan) dan mempelajarinya. Semuanya ini menyibukkan mereka dari memperhatikan berbagai macam pakaian dan kemewahan dunia secara umum demikian juga hal-hal yang tidak bermanfaat atau yang kurang manfaatnya dan hanya membuang waktu belaka seperti berputar-putar di jalan-jalan (mengadakan perjalanan yang kurang bermanfaat atau sekedar jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas) sebagaimana yang biasa dilakukan oleh selain mereka dari kalangan para pemuda.
Ketiga: Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Pelajarilah oleh kalian ilmu, karena sesungguhnya mempelajarinya karena Allah adalah khasy-yah; mencarinya adalah ibadah; mempelajarinya dan mengulangnya adalah tasbiih; membahasnya adalah jihad; mengajarkannya kepada yang tidak mengetahuinya adalah shadaqah; memberikannya kepada keluarganya adalah pendekatan diri kepada Allah; karena ilmu itu menjelaskan perkara yang halal dan yang haram; menara jalan-jalannya ahlul jannah, dan ilmu itu sebagai penenang di saat was-was dan bimbang; yang menemani di saat berada di tempat yang asing; dan yang akan mengajak bicara di saat sendirian; sebagai dalil yang akan menunjuki kita di saat senang dengan bersyukur dan di saat tertimpa musibah dengan sabar; senjata untuk melawan musuh; dan yang akan menghiasainya di tengah-tengah sahabat-sahabatnya.
Dengan ilmu tersebut Allah akan mengangkat kaum-kaum lalu menjadikan mereka berada dalam kebaikan, sehingga mereka menjadi panutan dan para imam; jejak-jejak mereka akan diikuti; perbuatan-perbuatan mereka akan dicontoh serta semua pendapat akan kembali kepada pendapat mereka. Para malaikat merasa senang berada di perkumpulan mereka; dan akan mengusap mereka dengan sayap-sayapnya; setiap makhluk yang basah dan yang kering akan memintakan ampun untuk mereka, demikian juga ikan yang di laut sampai ikan yang terkecilnya, dan binatang buas yang di daratan dan binatang ternaknya (semuanya memintakan ampun kepada Allah untuk mereka). Karena sesungguhnya ilmu adalah yang akan menghidupkan hati dari kebodohan dan yang akan menerangi pandangan dari berbagai kegelapan. Dengan ilmu seorang hamba akan mencapai kedudukan-kedudukan yang terbaik dan derajat-derajat yang tinggi baik di dunia maupun di akhirat.
Memikirkan ilmu menyamai puasa; mempelajarinya menyamai shalat malam; dengan ilmu akan tersambunglah tali shilaturrahmi, dan akan diketahui perkara yang halal sehingga terhindar dari perkara yang haram. Ilmu adalah pemimpinnya amal sedangkan amal itu adalah pengikutnya, ilmu itu hanya akan diberikan kepada orang-orang yang berbahagia; sedangkan orang-orang yang celaka akan terhalang darinya.” (Ibid. 1/55)
Keempat: Dari ‘Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Sesungguhnya seseorang keluar dari rumahnya dalam keadaan dia mempunyai dosa-dosa seperti gunung Tihamah, akan tetapi apabila dia mendengar ilmu (yaitu mempelajari ilmu dengan menghadiri majelis ilmu), kemudian dia menjadi takut, kembali kepada Rabbnya dan bertaubat, maka dia pulang ke rumahnya dalam keadaan tidak mempunyai dosa. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkan majelisnya para ulama.” (Miftaah Daaris Sa’aadah, karya Al-Imam Ibnul Qayyim, 1/77)
Dan beliau juga berkata: “Wahai manusia, wajib atas kalian untuk berilmu (mempelajari dan mengamalkannya), karena sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai selendang yang Dia cintai. Maka barangsiapa yang mempelajari satu bab dari ilmu, Allah akan selendangkan dia dengan selendang-Nya. Apabila dia terjatuh pada suatu dosa hendaklah meminta ampun kepada-Nya, supaya Dia tidak melepaskan selendang-Nya tersebut sampai dia meninggal.” (Ibid. 1/121)
Kelima: Berkata Abud Darda` radhiyallahu ‘anhu: “Sungguh aku mempelajari satu masalah dari ilmu lebih aku cintai daripada shalat malam.” (Ibid. 1/122)
Bukan berarti kita meninggalkan shalat malam, akan tetapi ini menunjukkan bahwa mempelajari ilmu itu sangat besar keutamaannya dan manfaatnya bagi ummat.
Keenam: Dari Al-Hasan Al-Bashriy rahimahullaah, beliau berkata: “Sungguh aku mempelajari satu bab dari ilmu lalu aku mengajarkannya kepada seorang muslim di jalan Allah (yaitu mempelajari dan mengajarkannya karena Allah semata) lebih aku cintai daripada aku mempunyai dunia seluruhnya.” (Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab, karya Al-Imam An-Nawawiy, 1/21)
Ketujuh: Dari Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullaah, beliau berkata: “Tidak ada sesuatupun yang lebih utama setelah kewajiban-kewajiban daripada menuntut ilmu.” (Ibid. 1/21)
Adapun bait-bait sya’ir yang menjelaskan tentang permasalahan ilmu dan kedudukannya itu sangat banyak dan tidak bisa dihitung, dan di sini hanya akan disebutkan dua di antaranya:
“Tidak ada kebanggaan kecuali bagi ahlul ilmi (orang-orang yang berilmu) karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk bagi orang yang meminta dalil-dalilnya dan derajat setiap orang itu sesuai dengan kebaikannya (dalam masalah ilmu) sedangkan orang-orang yang bodoh adalah musuh bagi ahlul ilmi.”
Dan sya’irnya Al-Imam Asy-Syafi’i:
تَعَلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ
وَإِنَّ كَبِيْرَ الْقَوْمِ لاَ عِلْمَ عِنْدَهُ صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ الْجَحَافِلُ
وَإِنَّ صَغِيْرَ الْقَوْمِ إِنْ كَانَ عَالِمًا كَبِيْرٌ إِذَا رُدَّتْ إِلَيْهِ الْمَحَافِلُ
“Belajarlah karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh. Sesungguhnya suatu kaum yang besar tetapi tidak memiliki ilmu maka sebenarnya kaum itu adalah kecil apabila terluput darinya keagungan (ilmu). Dan sesungguhnya kaum yang kecil jika memiliki ilmu maka pada hakikatnya mereka adalah kaum yang besar apabila perkumpulan mereka selalu dengan ilmu.”
Iblis Menemui Rasulullah saw
Ketika kami sedang bersama Rasulullah Saw di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah, "Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku."
Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata, “Ijinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”
Nabi menahannya, “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata, “Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.”
Iblis berkata, “Salam untukmu Muhammad,... salam untukmu para hadirin...”
Rasulullah SAW lalu menjawab, “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab, “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
”Siapa yang memaksamu?”
”Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata, ‘Allah Swt memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia, jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.’
Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku, tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”
Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah Saw lalu bertanya kepada Iblis, “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab, “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
”Siapa selanjutnya?”
”Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah Swt.”
”lalu siapa lagi?”
”Orang Alim dan wara' (Loyal).”
”Lalu siapa lagi?”
”Orang yang selalu bersuci.”
”Siapa lagi?”
”Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.”
”Apa tanda kesabarannya?”
”Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar.”
”Selanjutnya apa?”
”Orang kaya yang bersyukur.”
”Apa tanda kesyukurannya?”
”Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
”Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
”Ia tidak pernah menurutiku dimasa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
”Umar bin Khattab?”
”Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
”Utsman bin Affan?”
”Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
”Ali bin Abi Thalib?”
”Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya, tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah SWT).
Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
”Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
”Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
”Kenapa?”
”Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1 kali kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
”Jika seorang umatku berpuasa?”
”Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
”Jika ia berhaji?”
”Aku seperti orang gila.”
”Jika ia membaca al-Quran?”
”Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
”Jika ia bersedekah?”
”Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
”Mengapa bisa begitu?”
”Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka, dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
”Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
”Suara kuda perang di jalan Allah.”
”Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
”Apa yang dapat membakar hatimu?”
”Istighfar di waktu siang dan malam.”
”Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
”Sedekah yang diam-diam.”
”Apa yang dapat menusuk matamu?”
”Shalat Fajar.”
”Apa yang dapat memukul kepalamu?”
”Shalat berjamaah.”
”Apa yang paling mengganggumu?”
”Majelis para ulama.”
”Bagaimana cara makanmu?”
”Dengan tangan kiri dan jariku.”
”Dimanakah kau menaungi anak-anakmu dimusim panas?”
”Di bawah kuku manusia.”
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya, “Siapa temanmu wahai Iblis?”
”Pemakan riba.”
”Siapa sahabatmu?”
”Pezina.”
”Siapa teman tidurmu?”
”Pemabuk.”
”Siapa tamumu?”
”Pencuri.”
”Siapa utusanmu?”
”Tukang sihir.”
”Apa yang membuatmu gembira?”
”Bersumpah dengan cerai.”
”Siapa kekasihmu?”
”Orang yang meninggalkan Shalat Jumat”
”Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
”Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”
Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas
Rasulullah Saw lalu bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali, “Tidak,tidak... tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan aku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
”Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
”Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”
Iblis Dibantu Oleh 70.000 Anak-anaknya
”Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 setan.
Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk mengganggu anak-anak muda, sebagian untuk mengganggu orang-orang tua, sebagian untuk mengganggu wanta-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan setan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
Setan juga berkata, ‘keluarkan tanganmu,” lalu ia mengeluarkan tangannya lalu setan pun menghiasi kukunya.
Mereka, anak-anakku, selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadah kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”
Cara Iblis Menggoda
”Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?”
”Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.”
”Tahukah kau Muhammad?”
”Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya.”
”Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku.”
”Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, istrinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat, jadilah semuanya anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.”
”Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur-ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat diluar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'shalatmu tidak sah'
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, setan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun semakin taat padaku.”
”Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, 'kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.'
Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.”
”Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.”
”Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”
10 Permintaan Iblis Kepada Allah Swt
”Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
”10 macam”
”apa saja?”
”Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman,
’Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.’(QS Al-Isra: 64)
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada setan.
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah berfirman, ‘Orang -orang boros adalah saudara-saudara setan.’ (QS Al-Isra: 27).
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, ‘Silahkan,’ dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata, “wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.” Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!”
”Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun. Engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.”
”Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah Saw lalu membaca ayat,
”Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah Swt.” (QS Hud :118-119) juga membaca,“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku.” (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata, “Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk surga dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin kusampaikan kepadamu dan aku tak berbohong."
IHYA ULUMUDDIN
Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata, “Ijinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”
Nabi menahannya, “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata, “Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.”
Iblis berkata, “Salam untukmu Muhammad,... salam untukmu para hadirin...”
Rasulullah SAW lalu menjawab, “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab, “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
”Siapa yang memaksamu?”
”Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata, ‘Allah Swt memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia, jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.’
Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku, tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”
Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah Saw lalu bertanya kepada Iblis, “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab, “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
”Siapa selanjutnya?”
”Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah Swt.”
”lalu siapa lagi?”
”Orang Alim dan wara' (Loyal).”
”Lalu siapa lagi?”
”Orang yang selalu bersuci.”
”Siapa lagi?”
”Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.”
”Apa tanda kesabarannya?”
”Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar.”
”Selanjutnya apa?”
”Orang kaya yang bersyukur.”
”Apa tanda kesyukurannya?”
”Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
”Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
”Ia tidak pernah menurutiku dimasa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
”Umar bin Khattab?”
”Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
”Utsman bin Affan?”
”Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
”Ali bin Abi Thalib?”
”Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya, tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah SWT).
Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
”Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
”Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
”Kenapa?”
”Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1 kali kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
”Jika seorang umatku berpuasa?”
”Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
”Jika ia berhaji?”
”Aku seperti orang gila.”
”Jika ia membaca al-Quran?”
”Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
”Jika ia bersedekah?”
”Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
”Mengapa bisa begitu?”
”Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka, dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
”Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
”Suara kuda perang di jalan Allah.”
”Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
”Apa yang dapat membakar hatimu?”
”Istighfar di waktu siang dan malam.”
”Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
”Sedekah yang diam-diam.”
”Apa yang dapat menusuk matamu?”
”Shalat Fajar.”
”Apa yang dapat memukul kepalamu?”
”Shalat berjamaah.”
”Apa yang paling mengganggumu?”
”Majelis para ulama.”
”Bagaimana cara makanmu?”
”Dengan tangan kiri dan jariku.”
”Dimanakah kau menaungi anak-anakmu dimusim panas?”
”Di bawah kuku manusia.”
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya, “Siapa temanmu wahai Iblis?”
”Pemakan riba.”
”Siapa sahabatmu?”
”Pezina.”
”Siapa teman tidurmu?”
”Pemabuk.”
”Siapa tamumu?”
”Pencuri.”
”Siapa utusanmu?”
”Tukang sihir.”
”Apa yang membuatmu gembira?”
”Bersumpah dengan cerai.”
”Siapa kekasihmu?”
”Orang yang meninggalkan Shalat Jumat”
”Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
”Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”
Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas
Rasulullah Saw lalu bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali, “Tidak,tidak... tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan aku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
”Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
”Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”
Iblis Dibantu Oleh 70.000 Anak-anaknya
”Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 setan.
Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk mengganggu anak-anak muda, sebagian untuk mengganggu orang-orang tua, sebagian untuk mengganggu wanta-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan setan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
Setan juga berkata, ‘keluarkan tanganmu,” lalu ia mengeluarkan tangannya lalu setan pun menghiasi kukunya.
Mereka, anak-anakku, selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadah kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”
Cara Iblis Menggoda
”Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?”
”Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.”
”Tahukah kau Muhammad?”
”Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya.”
”Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku.”
”Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, istrinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat, jadilah semuanya anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.”
”Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur-ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat diluar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'shalatmu tidak sah'
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, setan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun semakin taat padaku.”
”Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, 'kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.'
Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.”
”Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.”
”Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”
10 Permintaan Iblis Kepada Allah Swt
”Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
”10 macam”
”apa saja?”
”Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman,
’Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.’(QS Al-Isra: 64)
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada setan.
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah berfirman, ‘Orang -orang boros adalah saudara-saudara setan.’ (QS Al-Isra: 27).
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, ‘Silahkan,’ dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata, “wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.” Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!”
”Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun. Engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.”
”Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah Saw lalu membaca ayat,
”Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah Swt.” (QS Hud :118-119) juga membaca,“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku.” (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata, “Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk surga dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin kusampaikan kepadamu dan aku tak berbohong."
IHYA ULUMUDDIN
'Ainul Hayat
Bahwa Nabi Khidir itu berumur panjang dan masih hidup sampai sekarang masih diyakini sebagian besar kaum muslimin pada umumnya, khususnya umat muslimin Islam tradisional di Indonesia.Kisah-kisah tentang Nabi Khidir ii terus menarik perhatian semua orang karena keunikannya.
Berikut ini di tuturkan kisah asal mula Nabi Khidir bisa berumur panjang, walau semua itu tidak lepas dari kehendak Allah SWt.
Kisah ini diriwayatkan ole Ats-tsa labi dari imam Ali, yang bermula dari Raja Iskandar Zulkarnain yang disebut The Great Alexander (Iskandar yang agung). Sebutan The Great Alexander kepada Raja Iskandar Zulkarnain karena beliau adalah seorang kaisar yang mampu menaklukkan dunia barat dan timur.Beliau disegani dan ditakuti orang di seluruh dunia pada zamannya.Walau demikian, posisi ini tidak menjadikan beliau sombong, beliau adalah salah seorang raja yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Suatu ketika raja Iskandar Zulkarnain pada tahun 322 SM berjalan di atas bumi menuju ke tepi bumi (istilah ke tepi bumi ini disebut orang sebelum Columbus menemukan benua Amerika pada tahun 1492 pada saat itu anggapan orang bumi itu tidak bulat). Allah mewakilkan seorang malaikat yang bernama Rafa’il untuk mendampingi Raja Iskandar Zulkarnain.
Di tengah perjalanan mereka berbincang-bincang dan raja Iskandar Zulkarnain berkata kepada malaikat Rafa’il : “wahai malaikat Rafa’il ceritakanlah kepadaku tentang ibadah para malaikat di langit.” Malaikat Rafa’il berkata:”ibadah para malaikat di langit di antaranya ada yang berdiri tidak mengangkat kepalanya selama-lamanya. Ada yang sujud tidak mengangkat kepala selama-lamanya, dan ada pula yang rukuk tidak mengangkat kepala selama-lamanya.” Mendengar keterangan ini Raja termenung. Dalam benaknya timbul keinginan bisa melakukan hal yang sama seperti malaikat. Niatnya hanya satu agar dapat beribadah kepada Allah. Lalu malaikat Rafa’il berkata: “Sesungguhnya Allah telah menciptakan sumber air di bumi, namanya Ainul hayat yang artinya sumber air hidup, maka barang siapa yang meminumnya seteguk,maka tidak akan mati sampai hari kiamat atau sehingga ia memohon kepada Allah agar supaya dimatikan.”
Kemudian raja bertanya kepada malikat Rafa’il:” apakah kau tahu dimana tempat ainul hayat itu.” Malaikat rafa’il menjawab: “ Bahwa sesungguhnya Ainul hayat itu berada di bumi yang gelap.”Setelah raja mendengar keterangan dari malaikat Rafa’il tentang Ainul hayat, maka raja segera mengumpulkan alim ulama pada zaman itu. Raja bertanya kepada mereka tentang Ainul hayat itu tetapi mereka menjawab: kita tidak tahu kabarnya, namun ada seorang yang alim di antara mereka menjawab :” sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat nabi Adam AS, beliau berkata bahwa sesungguhnya Allah meletakkan Ainul Hayat itu di bumi yang gelap.” Dimanakah tempat bumi yang gelap itu ? Tanya raja. Dan dijawab, yaitu di tempat keluarnya matahari.
Kemudian raja bersiap-siap untuk mendatangi tempat itu, lalu raja bertanya kepada sahabatnya: “ kuda apa yang sangat tajam penglihatannya di waktu gelap? Dan sahabat menjawab, yaitu kuda betina yang perawan. Kemudian raja mengumpulkan 1000 ekor kuda betina yang masih perawan, lalu raja memilih di antara tentaranya yang sebanyak 6000 orang dipilih yang cendekiawan dan yang ahli mencambuk.
Di antara mereka adalah Nabi Khidir AS berjalan di depan pasukannya. Setelah menempuh perjalanan jauh maka mereka jumpai dalam perjalanan,bahwa tempat keluarnya matahari itu tepat pada arah kiblat. Kemudian mereka tidak berhenti menempuh perjalanan dalam waktu 12 tahun, sehingga sampai di tepi bumi yang gelap itu, ternyata gelapnya itu seperti asap, bukan seperti gelapnya waktu malam.
Kemudian seorang yang sangat cendekiawan mencegah raja masuk ke tempat gelap itu dan tentara-tentaranya berkata kepada raja. “ Wahai raja, sesungguhnya raja-raja yang terdahulu tidak ada yang masuk ke tempat gelap ini karena tempat ini gelap dan berbahaya “. Raja berkata : “Kita harus memasukinya, tidak boleh tidak “. Kemudian raja hendak masuk, maka mereka semua membiarkannya siapakah yang berani membantah perintah maharaja yang disegani dunia barat dan dunia timur. Kemudian raja berkata kepada pasukannya : “ Diamlah, kalian di tempat ini selama 12 tahun, jika aku bisa datang kepada kalian dalam masa 12 tahun itu maka kita pulang bersama, jika aku tidak datang selama 12 tahun maka pulanglah kembali ke negeri kalian.
Kemudian raja berkata kepada Malaikat Rifail : “ Apabila kita melewati tempat yang gelap ini apakah kita dapat melihat kawan-kawan kita ? “. “ Tidak bisa kelihatan “ , jawab Malaikat Rifail : “ Akan tetapi aku memberimu sebuah mutiara, jika mutiara itu ke atas bumi maka mutiara tersebut dapat menjerit dengan suara yang keras dengan demikian maka teman-teman kalian yang tersesat jalan dapat kembali kepada kalian” . Kemudian Raja Zulkarnain masuk ke tempat tersebut dengan didampingi oleh Nabi Khidir. Disaat mereka jalan Allah memberikan wahyu kepada Nabi khidir As, “ Bahwa sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di sebelah kanan jurang dan Ainul Hayat itu Aku khususkan untuk kamu “. Setelah Nabi Khidir menerima wahyu tersebut kemudian beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya : “ Berhentilah kalian di tempat kalian masing-masing dan janganlah kalian meninggalkan tempat kalian sehingga aku datang kepada kalian “.
Lalu beliau berjalan menuju ke sebelah kanan jurang maka didapatilah oleh beliau sebuah Ainul Hayat yang dicarinya itu. Kemudian Nabi Khidir turun dari kudanya dan beliau langsung melepas pakaiannya dan turun dari kudanya dan beliau langsung melepas pakaiannya dan turun ke “ Ainul Hayat “ ( sumber air hidup ) tersebut, dan beliau terus mandi dan minum sumber air hidup tersebut maka dirasakan oleh beliau airnya lebih manis dibanding madu. Setelah beliau mandi dan minum Ainul hayat tersebut terus menemui Raja Iskandar Dzulkarnain sedangkan raja tidak pernah tahu apa yang terjadi pada Nabi Khidir As yaitu pada saat Nabi Khidir melihat Ainul Hayat dan mandi.
Raja Iskandar Dzulkarnain keliling di dalam tempat yang gelap itu selama 40 hari, tiba-tiba tampak oleh Raja sinar seperti kilat maka terlihat oleh Raja, bumi yang berpasir merah dan terdenganr oleh Raja suara gemericik di bawah kaki kuda. Kenudian Raja berkata kepada Malaikat Rafail “ Suara apakah yang gemerincing di bawah kaki kuda tersebut ? “, Malaikat Rafail menjawab : “ gemericik adalah suara benda apabila seseorang mengambilnya niscaya ia akan menyesal dan apabila tidak mengambilnya niscaya ia akan menyesal juga. Suara gemericik itu membuat orang jadi penasaran namun semua orang ragu-ragu dalam mentukan sikapnya, mengambil benda itu atau tidak ?. Kemudian diantara pasukan ada yang mengambilnya namun hanya sedikit setelah mereka keluar dari tempat yang gelap itu ternyata bahwa benda tersebut adalah permata yakut berwarna merah dan jambrut yang berwarna hijau; maka menyesallah pasukan yang mengambil itu karena mengambilnya hanya sedikit, apalagi para pasukan yang tidak mengambilnya pasti lebih menyesal lagi kenapa mereka begitu bodoh tidak mengambil permata yang mahal harganya itu.
Demikianlah kisah asal mula Nabi Khidir berumur panjang. Bukti bahwa Nabi Khidir berumur panjang adalah dari adanya kisah-kisah yang menyebutkan bahwa beliau sudah ada sejak zaman Nabi Musa As, lalu beliau juga pernah bertemu dengan Rosullullah SAW dan bahkan pernah berguru Ilmu Fiqih kepada Imam Anu Hanifah.
Berikut ini di tuturkan kisah asal mula Nabi Khidir bisa berumur panjang, walau semua itu tidak lepas dari kehendak Allah SWt.
Kisah ini diriwayatkan ole Ats-tsa labi dari imam Ali, yang bermula dari Raja Iskandar Zulkarnain yang disebut The Great Alexander (Iskandar yang agung). Sebutan The Great Alexander kepada Raja Iskandar Zulkarnain karena beliau adalah seorang kaisar yang mampu menaklukkan dunia barat dan timur.Beliau disegani dan ditakuti orang di seluruh dunia pada zamannya.Walau demikian, posisi ini tidak menjadikan beliau sombong, beliau adalah salah seorang raja yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Suatu ketika raja Iskandar Zulkarnain pada tahun 322 SM berjalan di atas bumi menuju ke tepi bumi (istilah ke tepi bumi ini disebut orang sebelum Columbus menemukan benua Amerika pada tahun 1492 pada saat itu anggapan orang bumi itu tidak bulat). Allah mewakilkan seorang malaikat yang bernama Rafa’il untuk mendampingi Raja Iskandar Zulkarnain.
Di tengah perjalanan mereka berbincang-bincang dan raja Iskandar Zulkarnain berkata kepada malaikat Rafa’il : “wahai malaikat Rafa’il ceritakanlah kepadaku tentang ibadah para malaikat di langit.” Malaikat Rafa’il berkata:”ibadah para malaikat di langit di antaranya ada yang berdiri tidak mengangkat kepalanya selama-lamanya. Ada yang sujud tidak mengangkat kepala selama-lamanya, dan ada pula yang rukuk tidak mengangkat kepala selama-lamanya.” Mendengar keterangan ini Raja termenung. Dalam benaknya timbul keinginan bisa melakukan hal yang sama seperti malaikat. Niatnya hanya satu agar dapat beribadah kepada Allah. Lalu malaikat Rafa’il berkata: “Sesungguhnya Allah telah menciptakan sumber air di bumi, namanya Ainul hayat yang artinya sumber air hidup, maka barang siapa yang meminumnya seteguk,maka tidak akan mati sampai hari kiamat atau sehingga ia memohon kepada Allah agar supaya dimatikan.”
Kemudian raja bertanya kepada malikat Rafa’il:” apakah kau tahu dimana tempat ainul hayat itu.” Malaikat rafa’il menjawab: “ Bahwa sesungguhnya Ainul hayat itu berada di bumi yang gelap.”Setelah raja mendengar keterangan dari malaikat Rafa’il tentang Ainul hayat, maka raja segera mengumpulkan alim ulama pada zaman itu. Raja bertanya kepada mereka tentang Ainul hayat itu tetapi mereka menjawab: kita tidak tahu kabarnya, namun ada seorang yang alim di antara mereka menjawab :” sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat nabi Adam AS, beliau berkata bahwa sesungguhnya Allah meletakkan Ainul Hayat itu di bumi yang gelap.” Dimanakah tempat bumi yang gelap itu ? Tanya raja. Dan dijawab, yaitu di tempat keluarnya matahari.
Kemudian raja bersiap-siap untuk mendatangi tempat itu, lalu raja bertanya kepada sahabatnya: “ kuda apa yang sangat tajam penglihatannya di waktu gelap? Dan sahabat menjawab, yaitu kuda betina yang perawan. Kemudian raja mengumpulkan 1000 ekor kuda betina yang masih perawan, lalu raja memilih di antara tentaranya yang sebanyak 6000 orang dipilih yang cendekiawan dan yang ahli mencambuk.
Di antara mereka adalah Nabi Khidir AS berjalan di depan pasukannya. Setelah menempuh perjalanan jauh maka mereka jumpai dalam perjalanan,bahwa tempat keluarnya matahari itu tepat pada arah kiblat. Kemudian mereka tidak berhenti menempuh perjalanan dalam waktu 12 tahun, sehingga sampai di tepi bumi yang gelap itu, ternyata gelapnya itu seperti asap, bukan seperti gelapnya waktu malam.
Kemudian seorang yang sangat cendekiawan mencegah raja masuk ke tempat gelap itu dan tentara-tentaranya berkata kepada raja. “ Wahai raja, sesungguhnya raja-raja yang terdahulu tidak ada yang masuk ke tempat gelap ini karena tempat ini gelap dan berbahaya “. Raja berkata : “Kita harus memasukinya, tidak boleh tidak “. Kemudian raja hendak masuk, maka mereka semua membiarkannya siapakah yang berani membantah perintah maharaja yang disegani dunia barat dan dunia timur. Kemudian raja berkata kepada pasukannya : “ Diamlah, kalian di tempat ini selama 12 tahun, jika aku bisa datang kepada kalian dalam masa 12 tahun itu maka kita pulang bersama, jika aku tidak datang selama 12 tahun maka pulanglah kembali ke negeri kalian.
Kemudian raja berkata kepada Malaikat Rifail : “ Apabila kita melewati tempat yang gelap ini apakah kita dapat melihat kawan-kawan kita ? “. “ Tidak bisa kelihatan “ , jawab Malaikat Rifail : “ Akan tetapi aku memberimu sebuah mutiara, jika mutiara itu ke atas bumi maka mutiara tersebut dapat menjerit dengan suara yang keras dengan demikian maka teman-teman kalian yang tersesat jalan dapat kembali kepada kalian” . Kemudian Raja Zulkarnain masuk ke tempat tersebut dengan didampingi oleh Nabi Khidir. Disaat mereka jalan Allah memberikan wahyu kepada Nabi khidir As, “ Bahwa sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di sebelah kanan jurang dan Ainul Hayat itu Aku khususkan untuk kamu “. Setelah Nabi Khidir menerima wahyu tersebut kemudian beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya : “ Berhentilah kalian di tempat kalian masing-masing dan janganlah kalian meninggalkan tempat kalian sehingga aku datang kepada kalian “.
Lalu beliau berjalan menuju ke sebelah kanan jurang maka didapatilah oleh beliau sebuah Ainul Hayat yang dicarinya itu. Kemudian Nabi Khidir turun dari kudanya dan beliau langsung melepas pakaiannya dan turun dari kudanya dan beliau langsung melepas pakaiannya dan turun ke “ Ainul Hayat “ ( sumber air hidup ) tersebut, dan beliau terus mandi dan minum sumber air hidup tersebut maka dirasakan oleh beliau airnya lebih manis dibanding madu. Setelah beliau mandi dan minum Ainul hayat tersebut terus menemui Raja Iskandar Dzulkarnain sedangkan raja tidak pernah tahu apa yang terjadi pada Nabi Khidir As yaitu pada saat Nabi Khidir melihat Ainul Hayat dan mandi.
Raja Iskandar Dzulkarnain keliling di dalam tempat yang gelap itu selama 40 hari, tiba-tiba tampak oleh Raja sinar seperti kilat maka terlihat oleh Raja, bumi yang berpasir merah dan terdenganr oleh Raja suara gemericik di bawah kaki kuda. Kenudian Raja berkata kepada Malaikat Rafail “ Suara apakah yang gemerincing di bawah kaki kuda tersebut ? “, Malaikat Rafail menjawab : “ gemericik adalah suara benda apabila seseorang mengambilnya niscaya ia akan menyesal dan apabila tidak mengambilnya niscaya ia akan menyesal juga. Suara gemericik itu membuat orang jadi penasaran namun semua orang ragu-ragu dalam mentukan sikapnya, mengambil benda itu atau tidak ?. Kemudian diantara pasukan ada yang mengambilnya namun hanya sedikit setelah mereka keluar dari tempat yang gelap itu ternyata bahwa benda tersebut adalah permata yakut berwarna merah dan jambrut yang berwarna hijau; maka menyesallah pasukan yang mengambil itu karena mengambilnya hanya sedikit, apalagi para pasukan yang tidak mengambilnya pasti lebih menyesal lagi kenapa mereka begitu bodoh tidak mengambil permata yang mahal harganya itu.
Demikianlah kisah asal mula Nabi Khidir berumur panjang. Bukti bahwa Nabi Khidir berumur panjang adalah dari adanya kisah-kisah yang menyebutkan bahwa beliau sudah ada sejak zaman Nabi Musa As, lalu beliau juga pernah bertemu dengan Rosullullah SAW dan bahkan pernah berguru Ilmu Fiqih kepada Imam Anu Hanifah.
Hadist Nabi
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Senyumam kepada saudaramu adalah sedekah”
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Semua amal anak Adam A.S. dilipatgandakan kebaikan (pahala) dari 10 sampai 700 kali ganda kecuali ibadah puasa. Ada pun puasa itu adalah untuk Allah s.w.t.. dan Dia akan terus memberikan pahala kepada sekelian” (Riwayat Muslim)
Dari Ummu Mukminin Aisyah R.A, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Adalah Rasululluh s.a.w. apabila masuk (tanggal) sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Baginda s.a.w. bersedih dan bersiap-siap menghidupkan (beramal) pada malam hari. (Riwayat Muttfaq Alaihi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata dusta (bohong semasa berpuasa) maka Allah s.w.t. tidak berhajat padanya untuk meninggalkan makan minumnya. (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang menunaikan suatu fardhu pada bulan (Ramadhan) itu, adalah dia sebagai seorang yang telah menunaikan 70 bulan fardhu pada bulan-bulan lainnya.
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Permulaan Ramadhan itu adalah rahmat, pertengahannya adalah keampunan (maghrifah) dan penghujungnya adalah kebebasan dari api neraka”
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa, baginya ada dua saat kegembiraan.Pertama pada waktu berbuka dan kedua ketika menghadap Ilahi“
Dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata,Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang itu membawa ketengah jalan, berpuasa memajukan kamu kehadapan dan sedekah (saling membantu) memasukkan kamu kedalamnya”
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang bangun pada malam hari raya (Aidil Fitri) dengan ikhlas kerana Allah s.w.t., maka tidak akan mati hatinya saat hati semua orang telah mati” (Riwayat Ibn Majah dari Abu Umamah)
Dari Abu Ayub al-Ansari berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dia berpuasa pula sebanyak enam hari pada bulan Syawal, seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiga doa yang sangat mustajab iaitu doa orang yang berpuasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir” (Riwayat Ahmad, Bukhari,Abu Daud &al-Tarmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila salah seorang kamu lupa bahawa ia berpuasa, lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya kerana sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah s.w.t.” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Andaikan kamu berbuat dosa sehingga dosamu mencapai langit, kemudian kamu bertaubat nescaya Allah s.w.t. memberi keampunan kepada maku” (Riwayat Ibn Majab)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bukan yang bermakna puasa itu sekadar menahan makan, minum tetapi puasa yang sungguh itu menahan diri dari langha (perkataan tidak berguna) dan kata-kata yang keji” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan sembahyang Jumaat tiga kali (berturut-turut) makanAllah s.w.t.mengecap hatinya (sebagai munafik atau orang yang melengah-lengahkannya)” (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada seorang Muslim yang melihat wanita lalu dia memejamkan matanya, melainkanAllah s.w.t. akan memberi pada rasa lazat beribadat dihatinya” (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Jika kamu berpuasa maka bersiwaklah (gosok gigi) diwaktu pagi dan jangan diwaktu petang,maka sesungguhnya tiada orang puasa yang kering bibirnya diwaktu petang melainkan akan menjadi cahaya didepan matanya pada hari kiamat” (Riwayat Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Allah s.w.t. telah berfirman: Hamba-Ku yang lebih Aku cintai iaitu mereka yang segera berbuka (jika telah nyata maghrib)” (Riwayat Al-Tarmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Riba itu mempunyai 73 cara (jalan), yang amat ringan dosanya sama dengan seorang berzina dengan ibu kandungnya” (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya saat yang mustajab (berdoa) itu diantara duduk imam antara dua khutbah hingga selesai sembahyang Jumaat” (Riwayat Muslim & Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Satu dirham riba yang dimakan oleh setengah yang mengetahui, lebih berat disisi Allah s.w.t.daripada dosanya tiga puluh enam kali penzinaan” (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani dari Abdullah bin Hanzalah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang berperang untuk menegakkan kalimat (agama) Allah s.w.t.maka itu Fisabilillah” (Riwayat Bukhari, Muslim &Abu Daud dari Abu musa al-Asyari r.a)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tidak akan masuk syurga orang yang jirannya tidak aman dari gangguan-gangguannya” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sinarilah rumah kamu dengan mendirikan sembahyang dan membaca Al-Quran” (Riwayat Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Roh orang mukmin akan tergantung dengan sebab hutangnya sehinggalah diselesaikan hutang tersebut” (Riwayat Ahmad,Al-Tarmizi,Ibn Majah & Al-hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Jika seorang berzina maka keluarlah iman daripadanya bagaikan payung diatas kepalanya dan bila menghentikannya maka kembalilah iman kepadanya” (Riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi & Al-Tarmizi)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sekiranya tidak menjadi keberatan kepada umatku nescaya aku menyuruh mereka bersugi (menggosok gigi) setiap kali mereka hendak mengambil wudhu” (Riwayat Ahmad, Malik & An-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang yang memulakan salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan takabbur” (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang beriman kepada Allah s.w.t.dan hari akhirat, maka hendaklah ia bercakap baik ataupun diam” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang benar beriman kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian maka janganlah mengganggu jirannya dan berpesan-pesan baiklah kamu terhadap jiran” (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang mempunyai anak perempuan dan tidak membunuhnya hidup-hidup, tidak menghinakannya dan tidak sayang anak lelakinya melebihi anak perempuan, nescaya akan dimasukkan dia kedalam syurga” (Riwayat Abu Daud & Al-Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Berapa banyak jiran yang memegang tetangganya pada hari kiamat untuk diajukan kepada Allah s.w.t. lalu berkata: Ya Allah orang ini telah menutup pintunya daripadaku dan tidak membantu aku” (Riwayat Bukhari)
Dari Aisyah, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah s.a.w. menyempurnakan puasa satu bulan cukup kecuali bulan Ramadhan dan saya juga tidak melihat Baginda s.a.w. berpuasa pada bulan lain lebih banyak dari bulan Syaaban” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Dari Ayub al-Ansari, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Jangan kamu mengadap kiblat dan jangan membelakangi ketika membuang najis atau air kencing, tetapi hendaklah kamu menhalakan diri kearah timur atau barat” (Riwayat Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Seorang Mukmin melihat dosanya bagaikan seorang duduk dibawah gunung dan takut kejatuhan gunung itu” (Riwayat Bukhari)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Firman Allah s.w.t. {Dalam Hadis Qudsi} “Wahai anak Adam belanjakanlah harta kamu, nescaya akan digantikan semula oleh Allah kepadamu” (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Keberkatan sesuatu makanan itu ialah dengan berwuduk sebelum dan selepas makan” (Riwayat Ahmad, Daud, Al-Tarmizi & Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya dari sedekah dan silaturrahim itu Allah s.w.t. akan menambah dengan keduanya itu lanjut umur dan menolak dengan keduanya kematian yang tidak baik dan dihindarkan dengan keduanya semua yang tidak sesuai dan dikhuatirkan” (Riwayat Abu Ya’la dari Anas r.a.)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah s.w.t. akan merahmati seorang yang lapang dadanya ketika menjual,membeli dan menagih hutang” (Riwayat Bukhari dari Jabir r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada seorang Muslim yang tiba padanya waktu sembahyang fardhu lalu dia menyempurnakan wuduk dan khusyuk serta rukuk,sujudnya melainkan sembahyang itu menjadi penebus dosanya yang telah lalu selama dia tidak berbuat dosa besar dan yang demikian itu sepanjang masa” (Riwayat Muslim dari Uthman r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dua malaikat yang mencatat amal itu menghadapAllah s.w.t.membawa sembahyang seorang dua kali sembahyang, melainkanAllah s.w.t.berkata pada dua malaikat itu: Aku persaksikan kepada kamu bahawa Aku telah mengampunkan pada hamba-Ku dosa-dosa yang telah terjadi diantara dua sembahyang itu” (Riwayat Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang belajar ilmu agama yang seharusnya untuk mencapai keredhaan Allah s.w.t.tiba-tiba dipelajarinya hanya untuk mencapai tujuan dunia, maka dia tidak akan dapat bau syurga pada hari kiamat” (Riwayat Al-Nasai dari Abu Hurairah r.a.)
Daripada Kaab bin Iyad r.a. katanya, aku mendengar bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta” (Riwayat Al-Tarmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiap orang yang diberikan Allah s.w.t.ilmu agama, lalau disembunyikan maka Allah s.w.t.mengendalikan mulutnya pada hari kiamat dengan kendali dari api neraka” (Riwayat Al-Tabrani dari Ibn Mas’ud r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dosa yang lebih layak untuk disegerakan Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan kelak diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan” (Riwayat Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang berjemaah itu lebih afdal daripada sembahyang bersendirian dua puluh tujuh darjah” (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Jika berdiri bulu roma seorang hamba Allah, maka akan berguguran daripadanya dosa-dosanya bagaikan gugurnya daun dari pokok yang telah kering” (Riwayat Abu Syaikh & Al-Baihaqi dari Abbad bin Abdul Muttalib r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang membaca (Surah Al-Ikhlas) dalam kesakitan dan matinya ,tiadalah dia akan menderita fitnah didalam kubur, terpelihara dari tekanan kubur dan dihari kiamat kelak dia akan dipapah oleh malaikat dengan telapak tangan hingga terlepas dari titian (sirat) dan selamat dia memasuki syurga” (Riwayat Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Dan perumpamaan orang yang datang terlebih dahulu (ke Masjid pada hari Jumaat) bagaikan orang yang sedekah unta, kemudian bagaikan yang sedekah lembu, kemudian bagaikan sedekah kambing, kemudian bagaikan sedekah ayam, kemudian bagaikan sedekah telur” (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Ketika Allah s.w.t. telah selesai menjadikan semua makhluk, maka menulis tulisan yang ada diatas Arsy yang berbunyi:Rahmat-Ku mendahului murka-Ku (Rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku)” (Riwayat Bukhari, Muslim & Ibn Majah)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Seandainya seorang kamu keluar membawa tali (kehutan) lalu pulang membawa seberkas kayu api lantas kayu itu dijualnya dimana dia dapat kehormatannya, maka perbuatan itu adalah lebih baik daripada dia meminta-minta, sama ada diberi ataupun tidak” (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tidak dihalalkan seorang Muslim memulau sesama Muslim lebih dari tiga hari tiga malam, maka siapa yang memulau lebih dari tiga hati tiga malam lalu mati akan masuk kedalam api neraka” (Riwayat Abu Daud & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa wuduk pada hal dia masih berwuduk maka dicatat untuknya sepuluh hasanat (kebajikan)” (Riwayat Abu Daud dari Ibn Umar r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang berwuduk pada hari Jumaat maka menyempurnakan wuduknya kemudian pergi kemasjid untuk solat Jumaat dan mendengarkan khutbah dan memperhatikannya, maka diampunkan baginya dosa-dosa yang terjadi antara Jumaat itu dengan Jumaat yang sebelumnya” (Riwayat Muslim & Ahmad)
Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang Mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang paling baik akhlaknya…”(Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam dapat menghapuskan dosa-dosa” (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir r.a)
Dari Ummu Mukminin Aisyah r.a. “Pilihlah tempat air mani kamu dan nikahilah orang-orang yang sepadan” (Riwayat Ibnu Majah daripada Imam Al-Hakimi)
Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sebaik-baik saf bagi orang lelaki ialah dihadapan dan seburuk-buruknya ialah dibelakang. Sebaik-baik saf bagi orang perempuan ialah dibelakang dan seburuk-buruknya dihadapan” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dosa yang lebih besar disisi Allah s.w.t. sesudah syurik daripada titisan mani yang diletakkan didalam rahim yang haram baginya” (Riwayat Ibn Abid Dunya)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya yang berzina atau minum khamar maka terlepaslah iman daripadanya sebagaimana orang melepaskan gamis (baju) dari kepalanya” (Riwayat Al-Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Rejab adalah bulan Allah s.w.t. Sya’aban bulanku dan Ramadhan bulan umatku” (Riwayat Abu Al-Fatah bin Abu Al-Fawaris)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang berwuduk sahaja untuk menghadiri sembahyang Jumaat adalah sudah baik (memadai) akan tetapi siapa yang mandi,maka adalah terlebih baik” (Riwayat Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah Al-Waqi’ah pada tiap malam, maka tidak akan menderita kemiskinan untuk selamanya” (Riwayat Al-Baihaqi dari Ibn Mas’ud r.a)
Dari Anas r.a. katanya bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang tidur atau terlupa hingga luput sembahyang hendaklah dia menunaikan (sembahyang) sebaik-baik sahaja dia ingat (sedar) kembali” (Riwayat Al-Bukhari)
“Wanita-wanita yang buruk itu untuk lelaki yang buruk dan lelaki-lelaki yang buruk untuk wanita yang buruk, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik” (Surah An-Nur : 26)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Pedagang yang amanah, yang jujur, yang Muslim, kelak pada hari kiamat akan berkumpul dengan para syuhada (orang-orang yang mati syahid)” (Riwayat Al-Hakim & Ibn Majah dari Ibn Umar r.a)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada seorang Muslim yang mati pada hari atau malam Jumaat melainkan Allah s.w.t.akan menyelamatkannya dari ujian kubur” (Riwayat Ahmad & Al-Tirmizi)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila manusia membaca ayat Syajadah kemudian sujud, terhindarlah syaitan laknatullah seraya menangis dan berkata,’celakalah aku, disuruh manusia (anak Adam) sujud, sujudlah dia, balasannya syurga. Saya juga disuruhnya sujud,tetapi saya enggan maka balasannya bagi saya ialah neraka” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Pilihlah untuk tempat nuthfah kamu atau air mani kamu, kerana pembuluh darah ini merupakan sinar pancaran” (Riwayat Ibn Majah dan Ad-Dailami)
“Carilah tempat-tempat yang sepadan untuk air mani kamu kerana seseorang itu boleh jadi akan lebih menyerupai keluarga pihak isteri” (Mutiara Kata)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dosa yang lebih layak untuk disegerakan oleh Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan kelak diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan” (Riwayat Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bukan seorang Mukmin orang yang kenyang sedangkan tetangga disebelahnya kelaparan (sedang dia mengetahui)” (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Kahwinilah wanita-wanita yang berada didalam lingkup/naungan yang baik kerana pembuluh darah itu laksana cahaya” (Riwayat Ibn-’Adi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sebaik-baik puasa selepas Ramadhan ialah puasa dalam bulan Muharam” (Riwayat Muslim, Bukhari, Abu Daud, Tarmizi,Nasai & Ibn Majah)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Janganlah engkau nikahi orang-orang yang masih berkerabat kerana anak dicipta laksana cahaya. Carilah wanita-wanita yang jauh dan janganlah engkau memilih yang dekat hubungannya” (Riwayat Ahmad, Malik & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya tujuh petala langit dan bumi sama mengutuk orang yang selalu berzina dan bau kemaluan pelacur didalam neraka dapat mengganggu ahli neraka lainnya kerana sangar busuk” (Riwayat Al-Bazzar)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiap mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali mata yang dipejamkan dari segala yang haram dan mata yang berjaga malam dalam jihad fisabilillah dan mata yang menitiskan air mata walaupun sebesar kepala lalat kerana takutkan Allah s.w.t.” (Riwayat Abu Naim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bukanlah kemuliaan itu dengan memakai pakaian cantik dan bersegak tetapi ia adalah dengan ketenangan (sopan santun) dan merendah diri” (Riwayat Ad-Dailami)
Usamah bin Zaid r.a. berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang meninggalkan sembahyang Jumaat hingga tiga kali tanpa uzur,maka akan dicatat dari golongan orang munafik” (Riwayat Al-Tabrani)
Dari Abu Dzar al-Ghifari r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Wahai Abu Dzai, jika engkau hendak berpuasa tiga hari sebulan puasalah pada 13,14 dan 15″(Riwayat Ahmad & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Empat (macam manusia) tidak Allah s.w.t. masukkan merka ke syurga dan tidak akan merasai kenikmatannya, peminum arak, pemakan riba, menzalimi (memakan) harta anak-anak yatim dengan tiada hak dan derhaka pada ibu bapanya” (Riwayat Al-Hakimi)
Dari Abu Qatadah ketika Nabi Muhammad s.a.w tentang hari Asyura bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w menjawab: “Puasa hari Asura boleh menghapuskan dosa satu tahun yang lalu” (Riwayat Muslim)
Allah s.w.t. berfirman: “Harta dan anak-anak itu perhiasan penghidupan dunia tetapi amal-amal soleh yang tinggal (buahnya) itu lebih baik disisi Tuhanmu tentang ganjarannya dan tentang harapannya” (Surah Kahfi:46)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang memelihara sembahyang lima waktu dengan sempurna wuduknya dan diwaktunya, adalah baginya cahaya dan tanda pada hari akhirat dan barangsiapa mensia-siakan, nescaya dikumpulkan ia (kelak dineraka) dengan Firaun dan Hamam” (Riwayat Ahmad)
Allah s.w.t. berfirman: “Dan orang-orang yang berkata’Ya Tuhan, anugerahkan lah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang bertakwa” (Surah Furqan:74)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Kewajipan seorang Muslim keatas Muslim yang lain iaitu lima perkara, menajwab salam, melawat orang sakit, mengiringi jenazah, menerima undangan dan mendoakan orang yang bersin” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Setiap isteri yang minta cerai dari suaminya tanpa apa-apa (tanpa alasan yang dapat dibenarkan) maka haram atasnya bau syurga” (Riwayat Abu Daud & Al-Tirmizi)
Dari Ibn Umar r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Ingatlah tiap sesuatu yang memabukkan itu khamar (arak) dan tiap khamar itu haram” (Riwayat Ahmad & Abu Ya’la)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang menjadi saksi untuk merugikan seseorang dengan persaksian yang tidak benar, maka hendaklah menyiapkan tempatnya dalam neraka” (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang mebuat ibubapanya gembira (memberi keredhaan) maka sesungguhnya ia mendapat redha Allah s.w.t.Sesiapa yang menyakiti hati ibubapanya, maka sesungguhnya ia mendapat kebencianAllah s.w.t.” (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bila tertusuk seorang dengan jarum kecil atau jarum besar dari besi, maka baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (Riwayat Al-Tabrani dari Ma’qil bin Yasar r.a.)
Allah s.w.t.berfirman: “Dia bersembunyi dari manusia lantaran kejahatan yang dikhabarkan kepadanya, apakah dia akan pelihara dia dalam kehinaan ataukah dia akan sumbat dia dalam tanah? Sungguh jelek apa yang mereka hukumkan” (Surah An-Nahl:59)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Semua dosa-dosa dilambatkan Allah s.w.t. (pembalasannya) sesukanya dari akhirat melainkan derhaka kepada kedua ibubapa maka sesungguhnya Allah s.w.t.menyegerakan (bala siksaan) bagi yang bersangkutan sewaktu hayatnya didunia ini sebelum matinya” (Riwayat Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang yang mencekik dirinya sendiri sampai mati akan mencekiknya juga didalam neraka, dan orang yang menikam dirinya juga akan menikam dirinya dalam neraka dan orang yang melemparkan diri dari tempat tinggi untuk membunuh diri maka akan selalu dia melemparkan dirinya didalam neraka” (Riwayat Bukhari & Abu Hurairah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Andaikan kamu berbuat dosa hingga dosamu mencapai langit, kemudian kamu bertaubat, nescaya Allah s.w.t. memberi ampun kepada kamu” (Riwayat ibn Majah)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tidak akan berzina seorang pelacur semasa berzina jika dia beriman, dan tidak akan minum khamar (arak) ketika meminumnya jika beriman dan tidak akan mencuri seorang pencuri jika dia beriman” (Riwayat Bukhari & Muslim)
Allah s.w.t.. telah berfiman “Dan sesungguhnya telah datang utusan-utusan Kami kepada Ibrahim dengan (membawa) khabar gembira sambil mereka berkata: “Selamatlah”Dia menjawab: “Selamat” Surah Hus:69)
Berkata Umar Ibn Abdul Aziz bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang itu membawa kamu menempuh ketengah jalan,puasa memajukan kamu kehadapan pintu dan sedekah (saling membantu) memasukkan kamu kedalamnya.”
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam dapat menghapuskan dosa-dosa” (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Semua anak Adam (manusia) itu sering membuat kesalahan (dosa) dan sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan (dosa) itu ialah orang-orang yang suka bertaubat” (Riwayat Al-Tirmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya kamu sekelian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama kamu sendiri dan nama bapa kamu,kerana itu hendaklah kamu perindahkan nama kamu” (Riwayat Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang menyiapkan keperluan orang yang berjihad fisabillah maka bererti dia telah berjihad dan siapa yang menjaga keluarga orang yang pergi berjihad dengan baik maka bererti dia telah ikut berjihad fisabilillah” (Riwayat Bukhari & Muslim dari Zaid bin Khalid al-Juhani)
Dari Abu Qatabah bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Puas pada hari Arafah itu boleh menghapuskan dosa yang dikerjakan selama dua tahun iaitu tahun yang telah lalu dan tahun yang akan datang” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Dosa yang paling besar ialah syirik, derhaka pada ibu bapa dan membunuh orang tanpa hak” (Riwayat Anas r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sebaik-baik puasa ialah puasa Nabi Daud Alai-His-Salam, ia berpuasa sehari dan berbuka sehari…”(riwayat Al-Tirmizi & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Gunakanlah lima sebelum tibanya lima iaitu gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sihatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa lapangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum masa matimu” (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Setiap bayi tergadai pada akidahnya, disembelih pada hari ketujuh dan pada hari itu pula dicukurkan dia dan diberi nama” (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Untuk bayi lelaki dua ekor kambing kibas dan untuk bayi perempuan seekor kambing kibas dan tidaklah merugikan kamu yang jantan atau pun yang betina” (Riwayat Ahmad dan Al-Tirmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah s.w.t. telah menutup Surah Al-Baqarah dengan dua ayat yang diberikan kepadaku dari perbendaharaan dibawah Arsy, amka pelajari olehmu dan ajarkan pada isteri dan anak-anakmu sebab itu sebagai solat dan basaan serta doa” (Riwayat Al-Hakim dari Abu Dzar r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang menjual sesuatu yang ada aibnya lalu tidak dijelaskan kepada pembelinya maka tetap berada dalam murka Allah s.w.t. dan selalu dikutuk oleh malaikat” (Riwayat Ibn-Majah)
Allah s.w.t. berfirman “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, iaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” (Surah Al-Baqarah:233)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Pakailah antara pakaianmu yang putih, kerana sesungguhnya pakaian putih itu lebih suci dan lebih baik dan kapanlah orang-orang mati kamu dengan kain putih” (Riwayat Ahmad)
Dari Kaab bin Iyad r.a. berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta” (Riwayat Al-Tirmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “SesungguhnyaAllah s.w.t. tetap menerima taubat seorang hamba selama dia belum nazak dan mati” (Riwayat Al-Tirmizi dari Ibn Umar r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang berperang untuk menegakkan khalimat Allah s.w.t.maka itu fisabi lillah” (Riwayat Bukhari, Muslim & Abu Musa al-Asyari r.a.)
Allah s.w.t. telah berfirman “Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita kerana apa yang telah Allah lebihkan sebahagian mereka diatas yang lain dan kerana belanja yang telah mereka keluarkan daripada harta mereka” (Surah An-Nisa:34)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian maka janganlah mengganggu jirannya dan berpesan-pesan baiklah kamu terhadap jiran” (Riwayat Bukhari) Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tidak akan masuk neraka orang yang didalam hatinya ada seberat biji sawi daripada iman dan tidak akan masuk syurga yang didalam hatinya ada seberat biji sawi dari sombong” (Riwayat Muslim & Abu Daud)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Kalau tidak kerana ada wanita dan anak-anak didalam rumah sedangkan aku bersembahyang isya, nescaya aku suruh pemudaku membakar rumah-rumah (yang penghuninya tidak hadir berjemaah itu)” (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Lima macam dosa yang tidak ada tebusannya iaitu Syirik terhadap Allah s.w.t., membunuh orang tanpa hak, membuat tuduhan palsu terhadap seorang Muslim, lari dari barisan Muslimin dalam peperangan dan sumpah palsu untuk mengambil hak orang lain” (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang membaca seratus ayat (dari Al-Quran) pada suatu malam, maka akan dicatat pahalanya seperti pahala sembahyang semalam” (Riwayat Ahmad dari Tamim r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang yang memulakan memberi salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan takabbur” (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)
Allah s.w.t. berfirman “Wahai orang-orang yang beriman!janganlah kamu mengangkat suara kamu keatas suara Nabi” (Surah Al-Hujurat:3)
Allah s.w.t. berfirman “Sesungguhnya Allah tiada menyukai orang yang sombong lagi mengangkat diri” (Surah Luqman:18)
Allah s.w.t. berfirman “Wahai jiwa yang tenang tenteram!kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan redha dan diredhai, maka masuklah kedalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah kedalam syurga” (Surah Al-Fajr:27-30)
Ali bin Abu Talin k.w.j berkata Allah s.w.t. berfirman “Allah yang mengambil jiwa (manusia) ketika wafatnya dan ketika tidurnya sebelum wafat, lalu ditahan-Nya jiwa yang telah wafat, serta dilepaskan-Nya jiwa yang lain sampai kejanji yang ditentukan” (Surah Az-Zumar:42)
Nabi Muhammad s.a.w membaca firmanAllah s.w.t.bermaksud: “Barangsiapa yang mempersekutu Allah, maka seolah-olah dia jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, ataupun dia akan menjunam dibawa angin ketempat yang paling jauh” (Surah Al-A’araf:40)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dibunuh jiwa secara aniaya,melainkan keatas anak Adam yang pertama jaminan darahnya, disebabkan dialah orang pertama yang memulakan pembunuhan itu”
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila kamu bersembahyang keatas si mati, hendaklah kamu mengikhlaskan doa kepadanya” (Riwayat Abu Hurairah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Salam sejahtera keatas kamu, wahai penghuni kubur dari kaum Mukminin dan Muslimin, dan kamu Insya-Allah akan mengikuti kamu, kami memohon keselamatan untuk kami dan kamu juga!” (Riwayat Buraidah bin Al-Khushaib)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila mati seseorang hamba, maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga: Sedekah yang jariyah (terus-menerus manfaatnya), ataupun anak yang soleh mendoakan baginya, ataupun ilmu yang dimanfaatkan sesudah itu”
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada boleh seorang bersolat bagi pihak yang lain, dan tiada boleh seseorang berpuasa bagi pihak yang lain, akan tetapi dia hendaklah memberi makanan setiap satu mud (gantang Baghdad) dari gandum”
Allah s.w.t.berfirman “Barangsiapa yang membuat perbuatan baik sebesar atom akan dilihat-Nya, Dan barangsiapa yang membuat perbuatan jahat sebesar atom akan dilihat-Nya juga” (Surah Az-Zalzalah:7-8)
Allah s.w.t.berfirman “Walai manusia, sesungguhnya engkau mesti bekerja keras dengan bersungguh-sungguh menuju kepada Tuhanmu yang akan engkau menemui-Nya” (Surah Al-Insyiqaq:6)
Allah s.w.t. berfirman “Jika kamu bertelingkah pendapat pada sesuatu, maka kembalilah dia kepada Allah dan Rasul, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, kerana itulah yang lebih baik, dan lebih bagus kesudahannya” (Surah An-Nisa:59)
Allah s.w.t. berfirman “Dan ketika Tuhanmu menjadi keturunan anak-anak dari punggungmu, dan Tuhan mengambil kesaksian dari mereka, kata-Nya, Bukankah aku ini Tuhan kamu? Mereka menjawab: Ya! Kamu menjadi saksi” (Surah Al-Araf:172)
Allah s.w.t.berfirman “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan betul, ciptaan Tuhan yang telah menjadikan manusia sesuai dengan agama itu, tiada pertukaran bagi ciptaan Tuhan itu” (Surah Ar-Rum:30)
Allah s.w.t. berfirman “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan betul, ciptaan Tuhan yang telah menjadikan manusia sesuai dengan agama itu, tiada pertukaran bagi ciptaan Tuhan itu” (Surah Ar-Rum:30)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Kamu akan dapati sejahat-jahat orang itu ialah yang bermuka dua, yang datang kesini dengan satu muka dan kesana dengan satu muka lain” (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang iktikaf itu bererti mengurangkan dosa-dosa dan berlaku pahala untuknya bagaikan pahala orang yang melakukan semua hasnat (kebajikan)” (Riwayat Al-Baihaqi & Ibn Majah dari Ibn Abbas r.a.)
Allah s.w.t.berfirman “Wahai manusia! Kalau kamu masih ragu tentang hari kebangkitan, maka ketahuilah bahawa Kamilah yang mencipta kamu dari tanah, kemudian dari setitik air mani” (Surah Al-Hajj:5)
Allah s.w.t.berfirman “Dan ketika kamu mengatakan: Hai Musa! Kami tidak akan percaya kepada kamu sehingga kami melihat Allahsecara terang-terang, lalu kerana itu kamu disambar petir, sedangkan kamu ada melihatnya” (Surah Al-Baqarah:55)
Allah s.w.t.berfirman “Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dari sari ranah. Kemudian kami jadikan dari tanah itu air mani yang tersimpan didalam tempat simpanan yang teguh” (Surah Al-Mukminun:12-13)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya telah datang kepada manusia suatu masa, ketika itu dia belum ada sesuatu apa pun yang dapat disebut” (Riwayat Al-Baihaqi dan Al-Hassan bin Ali r.a.)
Allah s.w.t.berfirman “Dan Tuhan mengeluarkan kamu dari perut-perut ibu kamu, sedangkan kamu tiada mengetahui apa pun, lalu dijadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati moga-moga kamu berterima kasih” (Surah Al-Nahl:78)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang tidak meninggalkan kata dusta (bohong semasa puasa) maka Allah s.w.t.tidak berhajat padanya untuk meninggalkan makan minumnya” (Riwayat Bukhari)
Allah s.w.t.. berfirman “Katakanlah, bahawa Malaikat Maut yang telah diserahi perkara kamu akan mewafatkan kamu, kemudian itu kamu akan kembali pada Tuhan kamu” (Surah As-Sajadah:11)
Allah s.w.t.berfirman “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan keterangan Kami, dan memandang rendah terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit kepada mereka” (Surah Al-Araf:40)
Allah s.w.t.berfirman “Diatas orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Tahu” (Surah Yusuf:78)
Allah s.w.t.. berfirman “Dan diantara kamu ada yang disampaikan Allah kepada usia tua bangka, supaya dia tiada ketahui lagi sesuatu yang dahulunya dia katahui” (Surah Al-Nahl:70)
Allah s.w.t.berfirman “Orang-orang yang beriman itu akan menjadi tenteram hati mereka. Ingatlah dengan mengingati Allah itu hati akan menjadi tenteram” (Surah Ar-Rad:28)
Allah s.w.t.berfirman “Tiadalah terjadi sesuatu bencana itu melainkan dengan kehendak Allah, dan siapa yang percaya kepada Allahnescaya dipimpin Allah hatinya” (Surah At-Taghabun:11)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bukan dari umatku orang yang percaya nasib pada burung atau diusahakan dengan burung atau berdukun atau didukunkan atau menyihir atau disihirkan untuknya. Dan siapa yang datang kepada dukun lalu yakin kepadanya bererti telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Nabi Muhammad s.a.w “(Riwayat Al-Bazzar dari Imran bin Hushain)
Allah s.w.t.berfirman “Kalau tiada kerana kemurahan dan rahmat Allah kepada kamu, nescaya tiada seorang pun diantara kamu yang suci buat selama-lamanya” (Surah An-Nur:21)
Allah s.w.t.berfirman “Syaitan itu menjanjikan kemiskinan kepada kamu, dari menyuruh kamu mengerjakan perbuatan yang keji” (Surah Al-Baqarah:268)
Allah s.w.t.berfirman “Hanyasanya Allah akan menerima amalan itu daripada orang-orang yang bertakwa” (Surah Al-Maidah:27)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya saat yang paling mustajab (berdoa) itu diantara duduk imam antara dua khutbah hingga selesai sembahyang Jumaat” (Riwayat Muslim & Abu Daud)
Allah s.w.t.berfirman “Jika engkau membaca Al-Quran, maka mohonlah perlindungan Allah daripada syaitan yang terkutuk” (Surah An-Nahl:98)
Allah s.w.t.berfirman “Dan kalau syaitan (orang jahat) membisikkan kepada engkau sesuatu kejahatan, maka berlindunglah kepadaAllah, sesungguhnya dia itu Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Surah As-Sajadah:36)
Allah s.w.t.berfirman “(Mereka bersumpah):Kami hanya mengkehendaki niat baik dan taufik! Mereka itulah orang-orang yang diketahui Allah akan isi hati mereka” (Surah An-Nisa:62-63)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dikira Mukmin yang sempurna keimanannya, orang yang tidak menganggap bala itu nikmat dan kemewahan itu musibah (bala)” (Riwayat al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa pada suatu malam dia mengalami kesakitan dimana dia bersabar dan redha kepada ketentuan Allah s.w.t.maka terkeluarlah dia daripada dosa-dosanya seperti keadaan dikala dia dilahirkan ibunya” (Riwayat Al-Hakim)
Allah s.w.t.berfirman “Dan katakanlah:Tuhanku!Aku berlindung diri kepada Engkau daripada bisikan syaitan. Dan aku berlindung diri kepada Engkau, Tuhanku, supaya mereka tiada mendekatiku” (Surah Al-Mukminun:97-98)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang mati tidak sempat menqadha’kan puasanya hendaklah keluarganya (walinya) menggantikan puasa tersebut” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Dari Imam Ahmad bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Seburuk-buruk yang terdapat pada jiwa manusia iaitu sifat pengecut yang menanggalkan dan sifat kikir yang melampau” (Riwayat Amru bin al-Ash r.a.)
Allah s.w.t.berfirman “Dan janganlah engkau menjadikan tanganmu terbelenggu ketengkukmu, dan jangan pula bentangkannya seluas-luasnya, sehingga engkau duduk tercela dan sensara” (Surah Al-Isra:29)
Allah s.w.t.berfirman “Dan mereka yang apabila membelanjakan hartanya melampaui batas, dan tiada pula bersifat kikir, tetapi pertengahan antara keduanya” (Surah Al-Furwan:67)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa menghulurkan kepadamu suatu kebaktian maka balaslah dia, jika kamu tiada apa-apa balasan, maka hendaklah kamu doakan kepadanya” (Riwayat Al-Tabrani)
Allah s.w.t.berfirman “Sesungguhnya manusia itu dicipta sentiasa gelisah. Jika disinggung bahaya dia berkeluh kesah, Dan jika disinggung kebaikan dia kikir pula” (Surah Al-Maarif:19-21)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Takutlah firasat orang Mukmin kerana sesungguhnya dia melihat dengan cahaya daripada Allah s.w.t.“
Allah s.w.t.berfirman “Dan ketahuilah bahawasanya Allah mengetahui apa yang didalam hatimu, sebab itu berhati-hatilah dengan Tuhan” (Surah Al-Baqarah:235)
Allah s.w.t. berfirman “Dan kenanglah kurnia kepada kamu dan ingatlah perjanjian yang telah kamu ikat dengan Dia ketika kamu mengatakan:kami dengar dan kami taat” (Surah Al-Maidah:7)
Daripada Anas r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiga perkara yang mengiringi jenazah iaitu keluarganya, hartanya dan amalannya. Maka dua perkara akan kembali dan yang kekal hanya satu sahaja, iaitu keluarga dan hartanya akan pulang danyang tinggal hanyalah amalannya sahaja” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila tetamu masuk kerumah maka dia masuk dengan rezekinya dan jika keluar, dia membawa pengampunan dosa orang-orang rumah itu” (Riwayat Ad-Dailami dari Anas r.a.)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahynng fardhu lima waktu, sembahyang Jumaat ke Jumaat, puasa Ramadhan ke Ramadhan akan menghapuskan dosa-dosa diantara jarak-jarak tersebut sekiranya dijauhkan daripada dosa-dosa besar” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang pada petang harinya berasa letih dari amal usaha yang dilakukan dengan kedua tangannya sendiri, maka dia pada petang itu telah diampunkan dosanya” (Riwayat Al-Tabrani dari Ibn Abbas r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya dari sedekah dan silaturrahim itu Allah s.w.t.akan menambah dengan keduanya itu lanjut umur dan menolak dengan keduanya kematian yang tidak baik dan dihindarkan dengan keduanya semua yang tidak disukai dan dikhuatirkan” (riwayat Abu Ya’la dari Anas r.a.)
Allah s.w.t.berfirman “Dan kalau engkau tanya mereka: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menjadikan matahari dan bulan, nescaya mereka akan mentakan ‘Allah‘, jadi bagaimana pula kamu berputar dari kebenaran” (Surah Al-Ankabut:61)
Allah s.w.t.berfirman “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu, kemudian Kami bentuk rupa kamu, kemudian Kami katakan kepada Malaikat: Sujudlah kepada Adam” (Surah Al-A’raf:11)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Semua amal anak Adam A.S. dilipatgandakan kebaikan (pahala) dari 10 sampai 700 kali ganda kecuali ibadah puasa. Ada pun puasa itu adalah untuk Allah s.w.t.. dan Dia akan terus memberikan pahala kepada sekelian” (Riwayat Muslim)
Dari Ummu Mukminin Aisyah R.A, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Adalah Rasululluh s.a.w. apabila masuk (tanggal) sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Baginda s.a.w. bersedih dan bersiap-siap menghidupkan (beramal) pada malam hari. (Riwayat Muttfaq Alaihi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata dusta (bohong semasa berpuasa) maka Allah s.w.t. tidak berhajat padanya untuk meninggalkan makan minumnya. (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang menunaikan suatu fardhu pada bulan (Ramadhan) itu, adalah dia sebagai seorang yang telah menunaikan 70 bulan fardhu pada bulan-bulan lainnya.
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Permulaan Ramadhan itu adalah rahmat, pertengahannya adalah keampunan (maghrifah) dan penghujungnya adalah kebebasan dari api neraka”
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa, baginya ada dua saat kegembiraan.Pertama pada waktu berbuka dan kedua ketika menghadap Ilahi“
Dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata,Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang itu membawa ketengah jalan, berpuasa memajukan kamu kehadapan dan sedekah (saling membantu) memasukkan kamu kedalamnya”
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang bangun pada malam hari raya (Aidil Fitri) dengan ikhlas kerana Allah s.w.t., maka tidak akan mati hatinya saat hati semua orang telah mati” (Riwayat Ibn Majah dari Abu Umamah)
Dari Abu Ayub al-Ansari berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dia berpuasa pula sebanyak enam hari pada bulan Syawal, seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiga doa yang sangat mustajab iaitu doa orang yang berpuasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir” (Riwayat Ahmad, Bukhari,Abu Daud &al-Tarmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila salah seorang kamu lupa bahawa ia berpuasa, lalu ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya kerana sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah s.w.t.” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Andaikan kamu berbuat dosa sehingga dosamu mencapai langit, kemudian kamu bertaubat nescaya Allah s.w.t. memberi keampunan kepada maku” (Riwayat Ibn Majab)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bukan yang bermakna puasa itu sekadar menahan makan, minum tetapi puasa yang sungguh itu menahan diri dari langha (perkataan tidak berguna) dan kata-kata yang keji” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan sembahyang Jumaat tiga kali (berturut-turut) makanAllah s.w.t.mengecap hatinya (sebagai munafik atau orang yang melengah-lengahkannya)” (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada seorang Muslim yang melihat wanita lalu dia memejamkan matanya, melainkanAllah s.w.t. akan memberi pada rasa lazat beribadat dihatinya” (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Jika kamu berpuasa maka bersiwaklah (gosok gigi) diwaktu pagi dan jangan diwaktu petang,maka sesungguhnya tiada orang puasa yang kering bibirnya diwaktu petang melainkan akan menjadi cahaya didepan matanya pada hari kiamat” (Riwayat Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Allah s.w.t. telah berfirman: Hamba-Ku yang lebih Aku cintai iaitu mereka yang segera berbuka (jika telah nyata maghrib)” (Riwayat Al-Tarmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Riba itu mempunyai 73 cara (jalan), yang amat ringan dosanya sama dengan seorang berzina dengan ibu kandungnya” (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya saat yang mustajab (berdoa) itu diantara duduk imam antara dua khutbah hingga selesai sembahyang Jumaat” (Riwayat Muslim & Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Satu dirham riba yang dimakan oleh setengah yang mengetahui, lebih berat disisi Allah s.w.t.daripada dosanya tiga puluh enam kali penzinaan” (Riwayat Ahmad & Al-Tabrani dari Abdullah bin Hanzalah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang berperang untuk menegakkan kalimat (agama) Allah s.w.t.maka itu Fisabilillah” (Riwayat Bukhari, Muslim &Abu Daud dari Abu musa al-Asyari r.a)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tidak akan masuk syurga orang yang jirannya tidak aman dari gangguan-gangguannya” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sinarilah rumah kamu dengan mendirikan sembahyang dan membaca Al-Quran” (Riwayat Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Roh orang mukmin akan tergantung dengan sebab hutangnya sehinggalah diselesaikan hutang tersebut” (Riwayat Ahmad,Al-Tarmizi,Ibn Majah & Al-hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Jika seorang berzina maka keluarlah iman daripadanya bagaikan payung diatas kepalanya dan bila menghentikannya maka kembalilah iman kepadanya” (Riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi & Al-Tarmizi)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sekiranya tidak menjadi keberatan kepada umatku nescaya aku menyuruh mereka bersugi (menggosok gigi) setiap kali mereka hendak mengambil wudhu” (Riwayat Ahmad, Malik & An-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang yang memulakan salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan takabbur” (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang beriman kepada Allah s.w.t.dan hari akhirat, maka hendaklah ia bercakap baik ataupun diam” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang benar beriman kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian maka janganlah mengganggu jirannya dan berpesan-pesan baiklah kamu terhadap jiran” (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang mempunyai anak perempuan dan tidak membunuhnya hidup-hidup, tidak menghinakannya dan tidak sayang anak lelakinya melebihi anak perempuan, nescaya akan dimasukkan dia kedalam syurga” (Riwayat Abu Daud & Al-Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Berapa banyak jiran yang memegang tetangganya pada hari kiamat untuk diajukan kepada Allah s.w.t. lalu berkata: Ya Allah orang ini telah menutup pintunya daripadaku dan tidak membantu aku” (Riwayat Bukhari)
Dari Aisyah, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah s.a.w. menyempurnakan puasa satu bulan cukup kecuali bulan Ramadhan dan saya juga tidak melihat Baginda s.a.w. berpuasa pada bulan lain lebih banyak dari bulan Syaaban” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Dari Ayub al-Ansari, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Jangan kamu mengadap kiblat dan jangan membelakangi ketika membuang najis atau air kencing, tetapi hendaklah kamu menhalakan diri kearah timur atau barat” (Riwayat Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Seorang Mukmin melihat dosanya bagaikan seorang duduk dibawah gunung dan takut kejatuhan gunung itu” (Riwayat Bukhari)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Firman Allah s.w.t. {Dalam Hadis Qudsi} “Wahai anak Adam belanjakanlah harta kamu, nescaya akan digantikan semula oleh Allah kepadamu” (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Keberkatan sesuatu makanan itu ialah dengan berwuduk sebelum dan selepas makan” (Riwayat Ahmad, Daud, Al-Tarmizi & Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya dari sedekah dan silaturrahim itu Allah s.w.t. akan menambah dengan keduanya itu lanjut umur dan menolak dengan keduanya kematian yang tidak baik dan dihindarkan dengan keduanya semua yang tidak sesuai dan dikhuatirkan” (Riwayat Abu Ya’la dari Anas r.a.)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah s.w.t. akan merahmati seorang yang lapang dadanya ketika menjual,membeli dan menagih hutang” (Riwayat Bukhari dari Jabir r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada seorang Muslim yang tiba padanya waktu sembahyang fardhu lalu dia menyempurnakan wuduk dan khusyuk serta rukuk,sujudnya melainkan sembahyang itu menjadi penebus dosanya yang telah lalu selama dia tidak berbuat dosa besar dan yang demikian itu sepanjang masa” (Riwayat Muslim dari Uthman r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dua malaikat yang mencatat amal itu menghadapAllah s.w.t.membawa sembahyang seorang dua kali sembahyang, melainkanAllah s.w.t.berkata pada dua malaikat itu: Aku persaksikan kepada kamu bahawa Aku telah mengampunkan pada hamba-Ku dosa-dosa yang telah terjadi diantara dua sembahyang itu” (Riwayat Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang belajar ilmu agama yang seharusnya untuk mencapai keredhaan Allah s.w.t.tiba-tiba dipelajarinya hanya untuk mencapai tujuan dunia, maka dia tidak akan dapat bau syurga pada hari kiamat” (Riwayat Al-Nasai dari Abu Hurairah r.a.)
Daripada Kaab bin Iyad r.a. katanya, aku mendengar bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta” (Riwayat Al-Tarmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiap orang yang diberikan Allah s.w.t.ilmu agama, lalau disembunyikan maka Allah s.w.t.mengendalikan mulutnya pada hari kiamat dengan kendali dari api neraka” (Riwayat Al-Tabrani dari Ibn Mas’ud r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dosa yang lebih layak untuk disegerakan Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan kelak diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan” (Riwayat Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang berjemaah itu lebih afdal daripada sembahyang bersendirian dua puluh tujuh darjah” (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Jika berdiri bulu roma seorang hamba Allah, maka akan berguguran daripadanya dosa-dosanya bagaikan gugurnya daun dari pokok yang telah kering” (Riwayat Abu Syaikh & Al-Baihaqi dari Abbad bin Abdul Muttalib r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang membaca (Surah Al-Ikhlas) dalam kesakitan dan matinya ,tiadalah dia akan menderita fitnah didalam kubur, terpelihara dari tekanan kubur dan dihari kiamat kelak dia akan dipapah oleh malaikat dengan telapak tangan hingga terlepas dari titian (sirat) dan selamat dia memasuki syurga” (Riwayat Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Dan perumpamaan orang yang datang terlebih dahulu (ke Masjid pada hari Jumaat) bagaikan orang yang sedekah unta, kemudian bagaikan yang sedekah lembu, kemudian bagaikan sedekah kambing, kemudian bagaikan sedekah ayam, kemudian bagaikan sedekah telur” (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Ketika Allah s.w.t. telah selesai menjadikan semua makhluk, maka menulis tulisan yang ada diatas Arsy yang berbunyi:Rahmat-Ku mendahului murka-Ku (Rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku)” (Riwayat Bukhari, Muslim & Ibn Majah)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Seandainya seorang kamu keluar membawa tali (kehutan) lalu pulang membawa seberkas kayu api lantas kayu itu dijualnya dimana dia dapat kehormatannya, maka perbuatan itu adalah lebih baik daripada dia meminta-minta, sama ada diberi ataupun tidak” (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tidak dihalalkan seorang Muslim memulau sesama Muslim lebih dari tiga hari tiga malam, maka siapa yang memulau lebih dari tiga hati tiga malam lalu mati akan masuk kedalam api neraka” (Riwayat Abu Daud & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa wuduk pada hal dia masih berwuduk maka dicatat untuknya sepuluh hasanat (kebajikan)” (Riwayat Abu Daud dari Ibn Umar r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang berwuduk pada hari Jumaat maka menyempurnakan wuduknya kemudian pergi kemasjid untuk solat Jumaat dan mendengarkan khutbah dan memperhatikannya, maka diampunkan baginya dosa-dosa yang terjadi antara Jumaat itu dengan Jumaat yang sebelumnya” (Riwayat Muslim & Ahmad)
Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang Mukmin yang paling sempurna imannya ialah mereka yang paling baik akhlaknya…”(Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam dapat menghapuskan dosa-dosa” (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir r.a)
Dari Ummu Mukminin Aisyah r.a. “Pilihlah tempat air mani kamu dan nikahilah orang-orang yang sepadan” (Riwayat Ibnu Majah daripada Imam Al-Hakimi)
Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sebaik-baik saf bagi orang lelaki ialah dihadapan dan seburuk-buruknya ialah dibelakang. Sebaik-baik saf bagi orang perempuan ialah dibelakang dan seburuk-buruknya dihadapan” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dosa yang lebih besar disisi Allah s.w.t. sesudah syurik daripada titisan mani yang diletakkan didalam rahim yang haram baginya” (Riwayat Ibn Abid Dunya)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya yang berzina atau minum khamar maka terlepaslah iman daripadanya sebagaimana orang melepaskan gamis (baju) dari kepalanya” (Riwayat Al-Hakim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Rejab adalah bulan Allah s.w.t. Sya’aban bulanku dan Ramadhan bulan umatku” (Riwayat Abu Al-Fatah bin Abu Al-Fawaris)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang berwuduk sahaja untuk menghadiri sembahyang Jumaat adalah sudah baik (memadai) akan tetapi siapa yang mandi,maka adalah terlebih baik” (Riwayat Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang membaca Surah Al-Waqi’ah pada tiap malam, maka tidak akan menderita kemiskinan untuk selamanya” (Riwayat Al-Baihaqi dari Ibn Mas’ud r.a)
Dari Anas r.a. katanya bahawa Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang tidur atau terlupa hingga luput sembahyang hendaklah dia menunaikan (sembahyang) sebaik-baik sahaja dia ingat (sedar) kembali” (Riwayat Al-Bukhari)
“Wanita-wanita yang buruk itu untuk lelaki yang buruk dan lelaki-lelaki yang buruk untuk wanita yang buruk, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik” (Surah An-Nur : 26)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Pedagang yang amanah, yang jujur, yang Muslim, kelak pada hari kiamat akan berkumpul dengan para syuhada (orang-orang yang mati syahid)” (Riwayat Al-Hakim & Ibn Majah dari Ibn Umar r.a)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada seorang Muslim yang mati pada hari atau malam Jumaat melainkan Allah s.w.t.akan menyelamatkannya dari ujian kubur” (Riwayat Ahmad & Al-Tirmizi)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila manusia membaca ayat Syajadah kemudian sujud, terhindarlah syaitan laknatullah seraya menangis dan berkata,’celakalah aku, disuruh manusia (anak Adam) sujud, sujudlah dia, balasannya syurga. Saya juga disuruhnya sujud,tetapi saya enggan maka balasannya bagi saya ialah neraka” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Pilihlah untuk tempat nuthfah kamu atau air mani kamu, kerana pembuluh darah ini merupakan sinar pancaran” (Riwayat Ibn Majah dan Ad-Dailami)
“Carilah tempat-tempat yang sepadan untuk air mani kamu kerana seseorang itu boleh jadi akan lebih menyerupai keluarga pihak isteri” (Mutiara Kata)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dosa yang lebih layak untuk disegerakan oleh Allah s.w.t. seksanya didunia disamping apa yang disediakan kelak diakhirat daripada aniaya dan memutuskan hubungan kekeluargaan” (Riwayat Al-Tarmizi & Ibn Majah dari Abu Bakar Al-Siddiq r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bukan seorang Mukmin orang yang kenyang sedangkan tetangga disebelahnya kelaparan (sedang dia mengetahui)” (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Kahwinilah wanita-wanita yang berada didalam lingkup/naungan yang baik kerana pembuluh darah itu laksana cahaya” (Riwayat Ibn-’Adi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sebaik-baik puasa selepas Ramadhan ialah puasa dalam bulan Muharam” (Riwayat Muslim, Bukhari, Abu Daud, Tarmizi,Nasai & Ibn Majah)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Janganlah engkau nikahi orang-orang yang masih berkerabat kerana anak dicipta laksana cahaya. Carilah wanita-wanita yang jauh dan janganlah engkau memilih yang dekat hubungannya” (Riwayat Ahmad, Malik & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya tujuh petala langit dan bumi sama mengutuk orang yang selalu berzina dan bau kemaluan pelacur didalam neraka dapat mengganggu ahli neraka lainnya kerana sangar busuk” (Riwayat Al-Bazzar)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiap mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali mata yang dipejamkan dari segala yang haram dan mata yang berjaga malam dalam jihad fisabilillah dan mata yang menitiskan air mata walaupun sebesar kepala lalat kerana takutkan Allah s.w.t.” (Riwayat Abu Naim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bukanlah kemuliaan itu dengan memakai pakaian cantik dan bersegak tetapi ia adalah dengan ketenangan (sopan santun) dan merendah diri” (Riwayat Ad-Dailami)
Usamah bin Zaid r.a. berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang meninggalkan sembahyang Jumaat hingga tiga kali tanpa uzur,maka akan dicatat dari golongan orang munafik” (Riwayat Al-Tabrani)
Dari Abu Dzar al-Ghifari r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Wahai Abu Dzai, jika engkau hendak berpuasa tiga hari sebulan puasalah pada 13,14 dan 15″(Riwayat Ahmad & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Empat (macam manusia) tidak Allah s.w.t. masukkan merka ke syurga dan tidak akan merasai kenikmatannya, peminum arak, pemakan riba, menzalimi (memakan) harta anak-anak yatim dengan tiada hak dan derhaka pada ibu bapanya” (Riwayat Al-Hakimi)
Dari Abu Qatadah ketika Nabi Muhammad s.a.w tentang hari Asyura bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w menjawab: “Puasa hari Asura boleh menghapuskan dosa satu tahun yang lalu” (Riwayat Muslim)
Allah s.w.t. berfirman: “Harta dan anak-anak itu perhiasan penghidupan dunia tetapi amal-amal soleh yang tinggal (buahnya) itu lebih baik disisi Tuhanmu tentang ganjarannya dan tentang harapannya” (Surah Kahfi:46)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Barangsiapa yang memelihara sembahyang lima waktu dengan sempurna wuduknya dan diwaktunya, adalah baginya cahaya dan tanda pada hari akhirat dan barangsiapa mensia-siakan, nescaya dikumpulkan ia (kelak dineraka) dengan Firaun dan Hamam” (Riwayat Ahmad)
Allah s.w.t. berfirman: “Dan orang-orang yang berkata’Ya Tuhan, anugerahkan lah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang bertakwa” (Surah Furqan:74)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Kewajipan seorang Muslim keatas Muslim yang lain iaitu lima perkara, menajwab salam, melawat orang sakit, mengiringi jenazah, menerima undangan dan mendoakan orang yang bersin” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Setiap isteri yang minta cerai dari suaminya tanpa apa-apa (tanpa alasan yang dapat dibenarkan) maka haram atasnya bau syurga” (Riwayat Abu Daud & Al-Tirmizi)
Dari Ibn Umar r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Ingatlah tiap sesuatu yang memabukkan itu khamar (arak) dan tiap khamar itu haram” (Riwayat Ahmad & Abu Ya’la)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang menjadi saksi untuk merugikan seseorang dengan persaksian yang tidak benar, maka hendaklah menyiapkan tempatnya dalam neraka” (Riwayat Ahmad dari Abu Hurairah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang mebuat ibubapanya gembira (memberi keredhaan) maka sesungguhnya ia mendapat redha Allah s.w.t.Sesiapa yang menyakiti hati ibubapanya, maka sesungguhnya ia mendapat kebencianAllah s.w.t.” (Riwayat Bukhari)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bila tertusuk seorang dengan jarum kecil atau jarum besar dari besi, maka baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (Riwayat Al-Tabrani dari Ma’qil bin Yasar r.a.)
Allah s.w.t.berfirman: “Dia bersembunyi dari manusia lantaran kejahatan yang dikhabarkan kepadanya, apakah dia akan pelihara dia dalam kehinaan ataukah dia akan sumbat dia dalam tanah? Sungguh jelek apa yang mereka hukumkan” (Surah An-Nahl:59)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Semua dosa-dosa dilambatkan Allah s.w.t. (pembalasannya) sesukanya dari akhirat melainkan derhaka kepada kedua ibubapa maka sesungguhnya Allah s.w.t.menyegerakan (bala siksaan) bagi yang bersangkutan sewaktu hayatnya didunia ini sebelum matinya” (Riwayat Al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang yang mencekik dirinya sendiri sampai mati akan mencekiknya juga didalam neraka, dan orang yang menikam dirinya juga akan menikam dirinya dalam neraka dan orang yang melemparkan diri dari tempat tinggi untuk membunuh diri maka akan selalu dia melemparkan dirinya didalam neraka” (Riwayat Bukhari & Abu Hurairah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Andaikan kamu berbuat dosa hingga dosamu mencapai langit, kemudian kamu bertaubat, nescaya Allah s.w.t. memberi ampun kepada kamu” (Riwayat ibn Majah)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tidak akan berzina seorang pelacur semasa berzina jika dia beriman, dan tidak akan minum khamar (arak) ketika meminumnya jika beriman dan tidak akan mencuri seorang pencuri jika dia beriman” (Riwayat Bukhari & Muslim)
Allah s.w.t.. telah berfiman “Dan sesungguhnya telah datang utusan-utusan Kami kepada Ibrahim dengan (membawa) khabar gembira sambil mereka berkata: “Selamatlah”Dia menjawab: “Selamat” Surah Hus:69)
Berkata Umar Ibn Abdul Aziz bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang itu membawa kamu menempuh ketengah jalan,puasa memajukan kamu kehadapan pintu dan sedekah (saling membantu) memasukkan kamu kedalamnya.”
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahyang sunat dua rakaat ditengah malam dapat menghapuskan dosa-dosa” (Riwayat Ad-Dailami dari Jabir r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Semua anak Adam (manusia) itu sering membuat kesalahan (dosa) dan sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan (dosa) itu ialah orang-orang yang suka bertaubat” (Riwayat Al-Tirmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya kamu sekelian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama kamu sendiri dan nama bapa kamu,kerana itu hendaklah kamu perindahkan nama kamu” (Riwayat Abu Daud)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang menyiapkan keperluan orang yang berjihad fisabillah maka bererti dia telah berjihad dan siapa yang menjaga keluarga orang yang pergi berjihad dengan baik maka bererti dia telah ikut berjihad fisabilillah” (Riwayat Bukhari & Muslim dari Zaid bin Khalid al-Juhani)
Dari Abu Qatabah bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Puas pada hari Arafah itu boleh menghapuskan dosa yang dikerjakan selama dua tahun iaitu tahun yang telah lalu dan tahun yang akan datang” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Dosa yang paling besar ialah syirik, derhaka pada ibu bapa dan membunuh orang tanpa hak” (Riwayat Anas r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sebaik-baik puasa ialah puasa Nabi Daud Alai-His-Salam, ia berpuasa sehari dan berbuka sehari…”(riwayat Al-Tirmizi & Al-Nasai)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Gunakanlah lima sebelum tibanya lima iaitu gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sihatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa lapangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum masa matimu” (Riwayat Al-Hakim & Al-Baihaqi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Setiap bayi tergadai pada akidahnya, disembelih pada hari ketujuh dan pada hari itu pula dicukurkan dia dan diberi nama” (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Untuk bayi lelaki dua ekor kambing kibas dan untuk bayi perempuan seekor kambing kibas dan tidaklah merugikan kamu yang jantan atau pun yang betina” (Riwayat Ahmad dan Al-Tirmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah s.w.t. telah menutup Surah Al-Baqarah dengan dua ayat yang diberikan kepadaku dari perbendaharaan dibawah Arsy, amka pelajari olehmu dan ajarkan pada isteri dan anak-anakmu sebab itu sebagai solat dan basaan serta doa” (Riwayat Al-Hakim dari Abu Dzar r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang menjual sesuatu yang ada aibnya lalu tidak dijelaskan kepada pembelinya maka tetap berada dalam murka Allah s.w.t. dan selalu dikutuk oleh malaikat” (Riwayat Ibn-Majah)
Allah s.w.t. berfirman “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, iaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” (Surah Al-Baqarah:233)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Pakailah antara pakaianmu yang putih, kerana sesungguhnya pakaian putih itu lebih suci dan lebih baik dan kapanlah orang-orang mati kamu dengan kain putih” (Riwayat Ahmad)
Dari Kaab bin Iyad r.a. berkata bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat itu ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta” (Riwayat Al-Tirmizi)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “SesungguhnyaAllah s.w.t. tetap menerima taubat seorang hamba selama dia belum nazak dan mati” (Riwayat Al-Tirmizi dari Ibn Umar r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang berperang untuk menegakkan khalimat Allah s.w.t.maka itu fisabi lillah” (Riwayat Bukhari, Muslim & Abu Musa al-Asyari r.a.)
Allah s.w.t. telah berfirman “Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita kerana apa yang telah Allah lebihkan sebahagian mereka diatas yang lain dan kerana belanja yang telah mereka keluarkan daripada harta mereka” (Surah An-Nisa:34)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari kemudian maka janganlah mengganggu jirannya dan berpesan-pesan baiklah kamu terhadap jiran” (Riwayat Bukhari) Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tidak akan masuk neraka orang yang didalam hatinya ada seberat biji sawi daripada iman dan tidak akan masuk syurga yang didalam hatinya ada seberat biji sawi dari sombong” (Riwayat Muslim & Abu Daud)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Kalau tidak kerana ada wanita dan anak-anak didalam rumah sedangkan aku bersembahyang isya, nescaya aku suruh pemudaku membakar rumah-rumah (yang penghuninya tidak hadir berjemaah itu)” (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Lima macam dosa yang tidak ada tebusannya iaitu Syirik terhadap Allah s.w.t., membunuh orang tanpa hak, membuat tuduhan palsu terhadap seorang Muslim, lari dari barisan Muslimin dalam peperangan dan sumpah palsu untuk mengambil hak orang lain” (Riwayat Ahmad)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang membaca seratus ayat (dari Al-Quran) pada suatu malam, maka akan dicatat pahalanya seperti pahala sembahyang semalam” (Riwayat Ahmad dari Tamim r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang yang memulakan memberi salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan takabbur” (Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib)
Allah s.w.t. berfirman “Wahai orang-orang yang beriman!janganlah kamu mengangkat suara kamu keatas suara Nabi” (Surah Al-Hujurat:3)
Allah s.w.t. berfirman “Sesungguhnya Allah tiada menyukai orang yang sombong lagi mengangkat diri” (Surah Luqman:18)
Allah s.w.t. berfirman “Wahai jiwa yang tenang tenteram!kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan redha dan diredhai, maka masuklah kedalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah kedalam syurga” (Surah Al-Fajr:27-30)
Ali bin Abu Talin k.w.j berkata Allah s.w.t. berfirman “Allah yang mengambil jiwa (manusia) ketika wafatnya dan ketika tidurnya sebelum wafat, lalu ditahan-Nya jiwa yang telah wafat, serta dilepaskan-Nya jiwa yang lain sampai kejanji yang ditentukan” (Surah Az-Zumar:42)
Nabi Muhammad s.a.w membaca firmanAllah s.w.t.bermaksud: “Barangsiapa yang mempersekutu Allah, maka seolah-olah dia jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, ataupun dia akan menjunam dibawa angin ketempat yang paling jauh” (Surah Al-A’araf:40)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dibunuh jiwa secara aniaya,melainkan keatas anak Adam yang pertama jaminan darahnya, disebabkan dialah orang pertama yang memulakan pembunuhan itu”
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila kamu bersembahyang keatas si mati, hendaklah kamu mengikhlaskan doa kepadanya” (Riwayat Abu Hurairah r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Salam sejahtera keatas kamu, wahai penghuni kubur dari kaum Mukminin dan Muslimin, dan kamu Insya-Allah akan mengikuti kamu, kami memohon keselamatan untuk kami dan kamu juga!” (Riwayat Buraidah bin Al-Khushaib)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila mati seseorang hamba, maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga: Sedekah yang jariyah (terus-menerus manfaatnya), ataupun anak yang soleh mendoakan baginya, ataupun ilmu yang dimanfaatkan sesudah itu”
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada boleh seorang bersolat bagi pihak yang lain, dan tiada boleh seseorang berpuasa bagi pihak yang lain, akan tetapi dia hendaklah memberi makanan setiap satu mud (gantang Baghdad) dari gandum”
Allah s.w.t.berfirman “Barangsiapa yang membuat perbuatan baik sebesar atom akan dilihat-Nya, Dan barangsiapa yang membuat perbuatan jahat sebesar atom akan dilihat-Nya juga” (Surah Az-Zalzalah:7-8)
Allah s.w.t.berfirman “Walai manusia, sesungguhnya engkau mesti bekerja keras dengan bersungguh-sungguh menuju kepada Tuhanmu yang akan engkau menemui-Nya” (Surah Al-Insyiqaq:6)
Allah s.w.t. berfirman “Jika kamu bertelingkah pendapat pada sesuatu, maka kembalilah dia kepada Allah dan Rasul, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, kerana itulah yang lebih baik, dan lebih bagus kesudahannya” (Surah An-Nisa:59)
Allah s.w.t. berfirman “Dan ketika Tuhanmu menjadi keturunan anak-anak dari punggungmu, dan Tuhan mengambil kesaksian dari mereka, kata-Nya, Bukankah aku ini Tuhan kamu? Mereka menjawab: Ya! Kamu menjadi saksi” (Surah Al-Araf:172)
Allah s.w.t.berfirman “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan betul, ciptaan Tuhan yang telah menjadikan manusia sesuai dengan agama itu, tiada pertukaran bagi ciptaan Tuhan itu” (Surah Ar-Rum:30)
Allah s.w.t. berfirman “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan betul, ciptaan Tuhan yang telah menjadikan manusia sesuai dengan agama itu, tiada pertukaran bagi ciptaan Tuhan itu” (Surah Ar-Rum:30)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Kamu akan dapati sejahat-jahat orang itu ialah yang bermuka dua, yang datang kesini dengan satu muka dan kesana dengan satu muka lain” (Riwayat Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Orang iktikaf itu bererti mengurangkan dosa-dosa dan berlaku pahala untuknya bagaikan pahala orang yang melakukan semua hasnat (kebajikan)” (Riwayat Al-Baihaqi & Ibn Majah dari Ibn Abbas r.a.)
Allah s.w.t.berfirman “Wahai manusia! Kalau kamu masih ragu tentang hari kebangkitan, maka ketahuilah bahawa Kamilah yang mencipta kamu dari tanah, kemudian dari setitik air mani” (Surah Al-Hajj:5)
Allah s.w.t.berfirman “Dan ketika kamu mengatakan: Hai Musa! Kami tidak akan percaya kepada kamu sehingga kami melihat Allahsecara terang-terang, lalu kerana itu kamu disambar petir, sedangkan kamu ada melihatnya” (Surah Al-Baqarah:55)
Allah s.w.t.berfirman “Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dari sari ranah. Kemudian kami jadikan dari tanah itu air mani yang tersimpan didalam tempat simpanan yang teguh” (Surah Al-Mukminun:12-13)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya telah datang kepada manusia suatu masa, ketika itu dia belum ada sesuatu apa pun yang dapat disebut” (Riwayat Al-Baihaqi dan Al-Hassan bin Ali r.a.)
Allah s.w.t.berfirman “Dan Tuhan mengeluarkan kamu dari perut-perut ibu kamu, sedangkan kamu tiada mengetahui apa pun, lalu dijadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati moga-moga kamu berterima kasih” (Surah Al-Nahl:78)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang tidak meninggalkan kata dusta (bohong semasa puasa) maka Allah s.w.t.tidak berhajat padanya untuk meninggalkan makan minumnya” (Riwayat Bukhari)
Allah s.w.t.. berfirman “Katakanlah, bahawa Malaikat Maut yang telah diserahi perkara kamu akan mewafatkan kamu, kemudian itu kamu akan kembali pada Tuhan kamu” (Surah As-Sajadah:11)
Allah s.w.t.berfirman “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan keterangan Kami, dan memandang rendah terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit kepada mereka” (Surah Al-Araf:40)
Allah s.w.t.berfirman “Diatas orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Tahu” (Surah Yusuf:78)
Allah s.w.t.. berfirman “Dan diantara kamu ada yang disampaikan Allah kepada usia tua bangka, supaya dia tiada ketahui lagi sesuatu yang dahulunya dia katahui” (Surah Al-Nahl:70)
Allah s.w.t.berfirman “Orang-orang yang beriman itu akan menjadi tenteram hati mereka. Ingatlah dengan mengingati Allah itu hati akan menjadi tenteram” (Surah Ar-Rad:28)
Allah s.w.t.berfirman “Tiadalah terjadi sesuatu bencana itu melainkan dengan kehendak Allah, dan siapa yang percaya kepada Allahnescaya dipimpin Allah hatinya” (Surah At-Taghabun:11)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Bukan dari umatku orang yang percaya nasib pada burung atau diusahakan dengan burung atau berdukun atau didukunkan atau menyihir atau disihirkan untuknya. Dan siapa yang datang kepada dukun lalu yakin kepadanya bererti telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Nabi Muhammad s.a.w “(Riwayat Al-Bazzar dari Imran bin Hushain)
Allah s.w.t.berfirman “Kalau tiada kerana kemurahan dan rahmat Allah kepada kamu, nescaya tiada seorang pun diantara kamu yang suci buat selama-lamanya” (Surah An-Nur:21)
Allah s.w.t.berfirman “Syaitan itu menjanjikan kemiskinan kepada kamu, dari menyuruh kamu mengerjakan perbuatan yang keji” (Surah Al-Baqarah:268)
Allah s.w.t.berfirman “Hanyasanya Allah akan menerima amalan itu daripada orang-orang yang bertakwa” (Surah Al-Maidah:27)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya saat yang paling mustajab (berdoa) itu diantara duduk imam antara dua khutbah hingga selesai sembahyang Jumaat” (Riwayat Muslim & Abu Daud)
Allah s.w.t.berfirman “Jika engkau membaca Al-Quran, maka mohonlah perlindungan Allah daripada syaitan yang terkutuk” (Surah An-Nahl:98)
Allah s.w.t.berfirman “Dan kalau syaitan (orang jahat) membisikkan kepada engkau sesuatu kejahatan, maka berlindunglah kepadaAllah, sesungguhnya dia itu Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Surah As-Sajadah:36)
Allah s.w.t.berfirman “(Mereka bersumpah):Kami hanya mengkehendaki niat baik dan taufik! Mereka itulah orang-orang yang diketahui Allah akan isi hati mereka” (Surah An-Nisa:62-63)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiada dikira Mukmin yang sempurna keimanannya, orang yang tidak menganggap bala itu nikmat dan kemewahan itu musibah (bala)” (Riwayat al-Tabrani)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa pada suatu malam dia mengalami kesakitan dimana dia bersabar dan redha kepada ketentuan Allah s.w.t.maka terkeluarlah dia daripada dosa-dosanya seperti keadaan dikala dia dilahirkan ibunya” (Riwayat Al-Hakim)
Allah s.w.t.berfirman “Dan katakanlah:Tuhanku!Aku berlindung diri kepada Engkau daripada bisikan syaitan. Dan aku berlindung diri kepada Engkau, Tuhanku, supaya mereka tiada mendekatiku” (Surah Al-Mukminun:97-98)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesiapa yang mati tidak sempat menqadha’kan puasanya hendaklah keluarganya (walinya) menggantikan puasa tersebut” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Dari Imam Ahmad bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Seburuk-buruk yang terdapat pada jiwa manusia iaitu sifat pengecut yang menanggalkan dan sifat kikir yang melampau” (Riwayat Amru bin al-Ash r.a.)
Allah s.w.t.berfirman “Dan janganlah engkau menjadikan tanganmu terbelenggu ketengkukmu, dan jangan pula bentangkannya seluas-luasnya, sehingga engkau duduk tercela dan sensara” (Surah Al-Isra:29)
Allah s.w.t.berfirman “Dan mereka yang apabila membelanjakan hartanya melampaui batas, dan tiada pula bersifat kikir, tetapi pertengahan antara keduanya” (Surah Al-Furwan:67)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa menghulurkan kepadamu suatu kebaktian maka balaslah dia, jika kamu tiada apa-apa balasan, maka hendaklah kamu doakan kepadanya” (Riwayat Al-Tabrani)
Allah s.w.t.berfirman “Sesungguhnya manusia itu dicipta sentiasa gelisah. Jika disinggung bahaya dia berkeluh kesah, Dan jika disinggung kebaikan dia kikir pula” (Surah Al-Maarif:19-21)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Takutlah firasat orang Mukmin kerana sesungguhnya dia melihat dengan cahaya daripada Allah s.w.t.“
Allah s.w.t.berfirman “Dan ketahuilah bahawasanya Allah mengetahui apa yang didalam hatimu, sebab itu berhati-hatilah dengan Tuhan” (Surah Al-Baqarah:235)
Allah s.w.t. berfirman “Dan kenanglah kurnia kepada kamu dan ingatlah perjanjian yang telah kamu ikat dengan Dia ketika kamu mengatakan:kami dengar dan kami taat” (Surah Al-Maidah:7)
Daripada Anas r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Tiga perkara yang mengiringi jenazah iaitu keluarganya, hartanya dan amalannya. Maka dua perkara akan kembali dan yang kekal hanya satu sahaja, iaitu keluarga dan hartanya akan pulang danyang tinggal hanyalah amalannya sahaja” (Riwayat Al-Bukhari & Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Apabila tetamu masuk kerumah maka dia masuk dengan rezekinya dan jika keluar, dia membawa pengampunan dosa orang-orang rumah itu” (Riwayat Ad-Dailami dari Anas r.a.)
Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sembahynng fardhu lima waktu, sembahyang Jumaat ke Jumaat, puasa Ramadhan ke Ramadhan akan menghapuskan dosa-dosa diantara jarak-jarak tersebut sekiranya dijauhkan daripada dosa-dosa besar” (Riwayat Muslim)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang pada petang harinya berasa letih dari amal usaha yang dilakukan dengan kedua tangannya sendiri, maka dia pada petang itu telah diampunkan dosanya” (Riwayat Al-Tabrani dari Ibn Abbas r.a.)
Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: “Sesungguhnya dari sedekah dan silaturrahim itu Allah s.w.t.akan menambah dengan keduanya itu lanjut umur dan menolak dengan keduanya kematian yang tidak baik dan dihindarkan dengan keduanya semua yang tidak disukai dan dikhuatirkan” (riwayat Abu Ya’la dari Anas r.a.)
Allah s.w.t.berfirman “Dan kalau engkau tanya mereka: Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menjadikan matahari dan bulan, nescaya mereka akan mentakan ‘Allah‘, jadi bagaimana pula kamu berputar dari kebenaran” (Surah Al-Ankabut:61)
Allah s.w.t.berfirman “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu, kemudian Kami bentuk rupa kamu, kemudian Kami katakan kepada Malaikat: Sujudlah kepada Adam” (Surah Al-A’raf:11)
Langganan:
Postingan (Atom)